
rizky tersenyum mendengar jawaban dari novi, yang menerima untuk saling menenal
"ya allah jika memang dia adalah jodoh yang sudah engkau persiap kan untuk hamba, maka permudah jalan kami ya allah" batin rizky dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajah tampan nya
...****************...
di hotel
pasangan pengantin baru itu nampak kelelahan setelah menjalani prosesi pernikahan mereka. mereka langsung masuk ke kamar mereka dan langsung membersihkan tubuh mereka masing²
setelah selesai mereka langsung berbaring di kasur dengan posis saling berhadapan
mereka sama² sedang menikmati suguhan indah nya ciptaan tuhan yang kini telah halal untuk mereka
"bidadari" gumam gavin yang masih bisa didengar oleh dona.
__ADS_1
dona yang mendengar gavin menyebut nya bidadari pun tersipu, dan dengan gerakan cepat ia memeluk gavin dan menenggelam kan kepala nya di dada bidang suami nya itu.
gavin pun tersenyum atas perlakuan istri nya itu.
"sayang, jadilah ibu dari anak² ku, dan temani aku sampai kapan pun, hingga hanya maut yang sanggup memisah kan" ucap gavin sambil membelai rambut sang istri
mendengar perkataan gavin, dona langsung mendongak kan kepala dan melihat wajah tampan suami nya
"aku mendapat kan suami terbaik seperti mu karena allah mas, maka biarlah allah yang menjawab semua nya, karena skenario allah adalah yang terbaik" icap nya berkaca²
"aku selalu percaya bahwa akan ada pelangi setelah hujan, dan setelah aku melupakan dia (mantan), allah memberi kan satu bidadari nya untuk menemani ku" ucap gavin
dirumah irza
berbeda dari pasangan pengantin baru yang kini sudah terlelap karena kelelahan oleh pesta pernikahan mereka, irza malah kini sedang sibuk menbujuk istri nya untuk memaaf kan nya.
__ADS_1
"sayang, ayolah aku hanya bercanda" ucap irza
"bukan nya mas suka dengan perempuan itu" sindir adel
memang tadi saat di perjalanan pulang dari hotel tempat di adakan nya resepsi pernikahan teman sekaligus keluarga baru mereka, adel sangat mengingin kan rujak dan meminta suami nya untuk membelikan nya, dan suami nya sudah pasti mengikuti permintaan istri nya itu apalagi ia tahu ini adalah keinginan janin yang bersemayam di dalam perut sang istri.
"pak rujak nya satu, jangan terlalu pedas" ucap irza
"baik mas, mohon di tunggu sebentar" ucap penjual rujak itu
irza pun menunggu sambil duduk di kursi,
lalu tiba² ada seorang wanita yang duduk tepat bersebelahan dengan irza yang juga menunggu pesanan nya. dan irza terlibat pembicaraan dengan wanita tersebut, itu pun tak pernah lepas dari pandangan mata sang istri. ia melihat suami nya yang menanggapi setiap perkataan wanita itu meskipun terlihat terpaksa dan itu membuat adel terbakar api cemburu. hingga sampai rumah pun adel masih saja merajuk kepada suami nya itu, karena tadi saat di tanya oleh adel mengenai wanita yang tadi bersama nya, irza malah menjawab
"salah satu wanita cantik yang mungkin akan bisa masuk kesini" tunjuk irza pada hati nya, yang sengaja ia lakukan untuk menggoda istri nya itu, namun itu semua di anggap serius oleh adel
__ADS_1
"tidak sayang, aku hanya mencintai dua wanita di dunia ini dan itu adalah kau dan ibu, sungguh" ucap irza langsung memeluk dan membenam kan kepala sang istri di dada bidang nya
"kau dengar itu? jantung ku hanya akan berpacu seperti kuda begitu saat bersama mu sayang, jadi tidak mungkin dan tidak akan mungkin ada yang mengganti kan nya" ucap irza