
Hari itu Ketika Lica dan Erlin berada di kantor mereka kedatangan seorang tamu yang bernama Andi
Andi adalah pemilik hotel yang sudah setahun ini restoran nya bekerja sama dengan Erlin, yaitu Andi membangun Hotel di lantai dua dan Erlin pemilik restoran di lantai satu, dan ini untuk pertama kali nya Andi bertemu Erlin karna biasa nya hanya Neyreen saja yang menjadi perwakilan Erlin jadi baru kali ini mereka berdua bertemu secara langsung sehingga ketika Erlin melihat Andi Erlin pun kaget begitu juga sebaliknya karna Andi adalah pria yang menyebabkan Lica dan Erlin salah faham sampai mereka putus, dalam kaget nya Andi bertanya.
"Bukan kah kita pernah bertemu sebelum nya?" tanya Andi, dengan malu Erlin menjawab.
"Seperti nya begitu!" kemudian datang sekertaris Erlin yang menyampai kan.
"Nyonya Romanov yang akan mengantar kan dan beliau butuh waktu 5 menit lagi untuk menyelesaikan berkas nya" kemudian Erlin mengangguk dan sekertaris nya bertemu Lica di pintu kemudian sekertaris itu menyapa Lica.
"Silahkan nyonya Romanov" kemudian Andi juga melihat ke arah pintu karna penasaran dengan istri nya Erlin, dia pun mengenali Lica tapi Lica tidak melihat ke arah Andi, Lica menyerahkan kertas file yang di bawa nya kepada sekertaris Erlin kemudian Lica langsung keluar tanpa menyapa siapa pun.
Setelah sekertaris Erlin meletakan semua file di atas meja dia pun langsung pergi kemudian Andi berkata.
"Aku fikir setelah kalian putus hari itu kalian berpisah dan aku merasa bersalah karna kamu sudah salah faham, tapi syukur lah pada akhir nya kalian menikah"
Erlin tertawa mendengar nya karna dia yakin Andi sedang salah faham dengan hubungan nya dengan Lica.
__ADS_1
"Sebenar nya aku belum menikah, tapi Lica adalah istri adik ku yang bernama Rafael tapi sekarang Rafael sudah meninggal" sambil Erlin mengambil kan foto Rafael yang ada di meja nya lalu dia berikan kepada Andi dan Andi memandangi foto itu sambil berkata.
"Sebenar nya aku dan Lica tidak ada hubungan, kami hanya memiliki janji untuk pergi dan itu juga bukan untuk hal yang Anda fikir kan, tapi itu hanya pergi ke sebuah acara saja dan setelah itu kami tidak pernah lagi bertemu, Lica bersama ku karna mau menepati janji yang dia buat saat adik nya sakit dan perlu uang untuk operasi dan...."
"Iya saya tahu cerita itu" ucap Erlin memotong cerita Andi, membuat Andi terlihat lega karna dia sudah menceritakan tentang kesalah fahaman mereka hari itu, Andi pun terkejut karna ponsel nya berbunyi dan itu dari anak perempuan nya yang bernama Margareta.
"Ayah di atas gedung di ruangan Erlin di tingkat tiga na' iya, kamu masuk saja dan ayah tunggu di ruangan Erlin!" ucap ayah nya kemudian panggilan di tutup setelah itu.
"Anak perempuan saya yang menjemput saya untuk mengajak makan siang bersama, Margareta adalah anak perempuan saya satu satu nya dan dia sangat manja, sejak kematian ibu nya dia jadi kurang kasih sayang sehingga dia kadang bersikap seperti anak kecil dan kadang merengek kalau kemauan nya tidak di turuti" Andi menjelaskan, Erlin pun tersenyum dalam hati Erlin berkata.
Tidak lama kemudian datang lah Margareta dan langsung memeluk ayah nya kemudian berkata.
"Ayah' ayo kita pergi makan siang sekarang karna aku sudah sangat lapar...!" sambil dengan suara manja Margareta merengek tapi ketika melihat ke wajah Erlin Margareta langsung ternganga dan terdiam karna melihat ketampanan Erlin.
"Hy...kenal kan nama ku Margareta tapi kamu bisa memanggil ku Reta saja!" ucap Margareta sambil mengulur kan tangan nya kepada Erlin untuk berkenalan lalu Erlin menjabat tangan Margareta.
"Nama ku Erlin, Erlin Romanov" sahut Erlin sambil tersenyum sehingga membuat Reta semakin mengagumi nya dan Reta pun mulai merengek kepada ayah nya.
__ADS_1
"Ayaaahhh...., bagaimana kalau makan siang ini kita ajak saja Erlin dan kita makan bertiga ya yah?" pinta Reta dan di waktu yang sama Lica juga datang, dia langsung membuka pintu kemudian berkata kepada Erlin.
"Jam makan siang sudah tiba, apakah kita pergi makan sekarang? atau Kaka mau memesan makanan dari luar kemudian kita makan di sini?" tanya Lica, merasa terganggu kemudian Margareta memalingkan wajah nya ke arah suara Lica sambil memandangi Lica dengan pandangan kebencian kepada Lica lalu Reta membentak nya.
"Hy! aku yang duluan mengajak nya, mengapa kamu mengajak nya juga? pergi sana dan jangan mengganggu, dasar tidak sopan" bentak Reta dan sikap Reta membuat Lica bingung kemudian melihat ke wajah Andi tapi Lica mengabaikan nya meski Lica masih mengingat andi, Lica pun memilih pergi tanpa bicara apa pun lagi.
"Seperti nya lain kali saja kita makan bersama karna aku akan makan bersama Lica hari ini, dan kamu Reta' lain kali jaga lah sikap mu di depan Lica karna Lica tidak seharusnya kamu perlakukan seperti tadi" ucap Erlin dan membuat Reta sedih sehingga dia bartambah kesal kepada Lica.
"Baik lah pa' Erlin! saya mewakili Reta meminta maaf kepada pa' Erlin dan tolong sampai kan permintaan maaf saya juga kepada Lica dan terima kasih atas pertemuan nya, lain kali kita makan siang bersama" sahut Andi, Erlin hanya mengangguk sambil tersenyum kemudian setelah berjabat tangan Andi dan Reta pun pergi, lalu Erlin datang ke ruangan Lica.
"Ayo makan siang sekarang" ucap Erlin kemudian Lica pun mengangguk lalu merapikan semua pekerjaan nya dan mengikuti Erlin di belakang nya.
Di tempat parkir, Lica dan Erlin bertemu salah satu staf Erlin yang baru datang kemudian dia berkata.
"Saya dan beberapa orang berpengalaman sudah mengecek perkebunan dan peternakan milik ibu Diah, kita bisa percaya kualitas barang mereka, kami sudah pastikan barang yang mereka jual adalah ternak yang sehat dan sayuran yang berkualitas, perkebunan mereka sangat luas sehingga saya bisa pastikan kalau perusahaan kita tidak akan pernah memiliki masalah kekurangan bahan, tapi mereka masih belum punya sapi, jadi hanya itu masalah kita sekarang" ucap Wahyu, mendengar itu Erlin pun berkata
"Kalau begitu temui Neyreen lalu suruh dia mengurus uang untuk modal ibu Diah mengembangkan usaha nya juga sekaligus menambah lahan perkebunan dan ternak nya untuk memastikan kita tidak pernah lagi kekurangan bahan dan kita memiliki pemasok tetap" ucap Erlin, anak buah nya mengangguk,kemudian Erlin dan Lica pun masuk ke dalam mobil lalu pergi.
__ADS_1