Cinta Sejati Sampai Mati

Cinta Sejati Sampai Mati
Bab 41 Misi selesai.


__ADS_3

Hari Minggu pun datang, Kirana pergi bersama Max ke kampus itu dan ketika mereka sampai di tempat itu semua orang yang berhubungan dengan kasus itu sudah menunggu di luar kampus bersama keluarga nya dan juga orang tua nya, Kirana dan Max pun turun dari mobil, Kirana langsung terduduk di tanah setelah dia turun dari mobil karna dia melihat roh Ibu Clara sudah berdiri di balik gerbang kampus dengan pakaian berlumuran darah, mata nya merah menyala dengan taring yang lebih panjang, juga di sertai bau amis, bahkan darah segar seolah sedang mengalir dari beberapa bagian tubuh nya dan terlihat darah itu memenuhi tanah di sekitar dia berdiri.


"Kirana!" ucap Max kaget, kemudian segera membantu Kirana untuk berdiri lalu Max membawa Kirana duduk di depan mobil nya.


"Celupkan Liontin mu kedalam air, kemudian suruh mereka semua meminum air nya agar mereka juga bisa melihat ku" ucap Ibu Clara dengan nada suara yang sangat menyeramkan.


"Max, air putih" hanya itu yang mampu di ucap kan Kirana dengan suara gugup karna dia merasa sangat takut, Max pun mengambil sebotol air putih dari dalam mobil nya, kemudian memberikan nya kepada Kirana, dengan tangan gemetar Kirana menerima botol itu dan Max tidak percaya melepaskan botol itu kemudian Max yang pengertian pun bertanya.


"Katakan, apa yang harus aku lakukan dengan air ini"


"Celupkan liontin ku ke dalam botol berisi air ini, maka siapa pun yang meminum air itu akan bisa melihat roh Ibu Clara" Mendengar itu Max pun segera melakukan perintah Kirana setelah itu dia berteriak kepada semua orang.


"Jika ingin berbicara dengan Roh itu maka minumlah air ini." Ucap Max kemudian mereka bergantian meminum air dalam botol itu karna mereka berfikir ingin ikut serta dalam negosiasi, tapi ketika melihat Ibu Clara, beberapa orang juga sangat kengerian dan jadi sangat ketakutan, dalam keadaan takut seseorang yang pura-pura berani mencoba untuk berbicara.


"Ibu Clara, tolong maafkan kesalahan anak-anak kami." ucap salah satu orang tua.

__ADS_1


"Suruh mereka mengeluarkan tulang belulang ku, agar bisa dimakam kan dengan layak" sahut Ibu Clara sambil menyeringai, Kirana merasa tidak percaya dengan kata-kata Ibu Clara kemudian Kirana bertanya.


"Apakah kamu sedang merencanakan sesuatu yang buruk? entah mengapa aku sangat meragukan kata-kata mu"


"Hi-hi-hi-hi-hi" suara tawa nya yang mengerikan membuat semua orang yang ada di tempat itu merasa merinding.


"Kita hanya harus melakukan perintah nya dan kita sebaik nya segera bertindak" sahut salah satu orang tua yang sok pemberani.


"Tapi aku melihat dia hantu yang licik! aku tidak percaya kepada nya karna dia adalah jenis hantu yang sebelum nya tidak pernah aku temui" sahut Kirana sambil menunjuk kearah Ibu Clara yang sedang menyeringai dengan memamerkan kedua taring nya.


"Hy, cewe kota! memang nya kamu punya usul lain?" mendengar pertanyaan itu Kirana pun kemudian menggelengkan kepala dengan ragu.


"Ini adalah masalah dalam hidup kami, jadi jangan berusaha ikut campur" bentak salah satu ayah dari murid yang bersalah.


"Tolong jangan buat keputusan gegabah dan jangan mau terpancing oleh kata-kata makhluk ini, bahkan Kirana yang pemburu hantu pun meragukan kata-kata nya" ucap Max yang berusaha menenangkan semua orang.

__ADS_1


"Biarkan kami yang akan memutuskan" sahut salah satu orang tua, kemudian mereka semua pun berunding dan sepakat untuk menyetujui perintah Ibu Clara untuk menyuruh anak anak mereka menggali tulang belulang nya, mereka pun mulai berjalan mendekati pagar.


"Tunggu! jika kalian bertanya pendapat ku maka aku akan melarang kalian untuk buru-buru masuk karna dia terlihat berbahaya." ucap Kirana berusaha memberi tahu mereka melalui sudut pandang nya.


"Mudah bagi mu berkata seperti itu! karna kamu tidak mengalami masalah ini!" bentak salah satu orang tua dengan geram, karna menurut nya Kirana sok mengatur.


"Dia bukan roh atau hantu! tetapi dia iblis!" ucap Kirana.


"Cepat masuk! dan jangan membuat ku marah!" perintah roh itu dengan suara yang tinggi.


"Jika aku jadi kalian, maka aku tidak akan mau membawa anak-anak ku untuk masuk kedalam gedung itu karna dia bukan lah roh biasa, dia terlihat sangat berbahaya" ucap Kirana sambil melihat kearah roh yang sedang menyeringai kearah semua orang.


"Kami tidak punya pilihan, kamu juga bahkan tidak memiliki ide yang lebih baik" sahut seorang ibu-ibu yang bermaksut mewakili teman-teman nya berbicara, Kirana hanya mampu menutup wajah nya dengan satu tangan nya dengan rasa putus asa.


"Ayo semua nya kita masuk" ucap salah satu dari mereka, kemudian mereka membuka pagar yang terkunci sampai berkarat itu lalu setelah pintu pagar terbuka kemudian masing masing orang tua mendorong kursi roda milik anak-anak mereka, tapi di luar dugaan, karna ternyata hanya anak anak nya saja yang bisa masuk kedalam sementara para orang tua tertahan di luar seolah ada cermin yang menghalangi mereka tapi ketika memasuki pagar itu secara ajaib anak-anak mereka juga langsung bisa berdiri dan masing masing menuju ketempat mereka menguburkan tulang belulang wanita itu, para orang tua mereka hanya bisa melihat dari jauh anak anak mereka yang sedang berusaha menggali tanah dengan tangan kosong bahkan tidak sedikit dari mereka yang tangan nya terluka sampai kuku nya tercabut dan secara bersamaan mereka semua berhasil menemukan semua tulang itu tapi di luar dugaan roh itu tertawa keras kemudian berteriak.

__ADS_1


"Makan lah!!!" setelah roh berkata begitu tubuh anak-anak itu di luar Kendali mereka, meski mereka berusaha melawan tapi tangan mereka tetap saja berusaha keras memasukan tulang itu kedalam mulut nya dan Kirana yang melihat kejadian itu segera berteriak.


"Berusahalah melawan dan cobalah untuk keluar dari tempat itu!!! " ucap Kirana sambil Kirana berusaha melewati pagar yang sudah dibuat oleh hantu itu tapi dia gagal, tidak lama kemudian angin kencang datang bertiup, membuat semua orang mulai kesulitan untuk melihat karna angin yang bertiup juga menerbangkan banyak debu dan dedaunan kering sehingga tidak ada yang bisa melihat dengan jelas kejadian yang tengah berlangsung, setelah beberapa menit dan semua anak-anak memasukan tulang yang mereka dapatkan kedalam mulut nya, angin pun berhenti dan semua anak-anak terlihat tidak lagi bergerak, kemudian Kirana mencoba menerobos pagar hantu dan dia berhasil lalu diikuti beberapa orang yang juga masuk untuk menjemput anak-anak mereka yang sudah tidak lagi bernyawa dengan tulang yang masih menancap di mulut mereka.


__ADS_2