Cinta Sejati Sampai Mati

Cinta Sejati Sampai Mati
Bab 36 Roh ke delapan


__ADS_3

"Mona? itukah yang ingin kamu tanyakan?" sahut Kirana dengan ekspresi wajah serius, membuat Antoni menunjukan ekspresi wajah kaget nya sekaligus penasaran.


"Ba-bagaimana kamu mengenal Mona?" tanya Antoni tegang.


"Setiap hari Mona berada di samping mu" ucap Kirana sambil melirik ke arah Roh yang sedang duduk di depan Antoni.


"Berbohong!!!" sahut Antoni setengah berteriak karna dia tidak percaya dengan keterangan Kirana.


"Ooohhh...tidak masalah jika tidak percaya, karna aku juga tidak tertarik untuk menjelaskan" sahut Kirana mulai kesal, mereka berdua pun diam dan Kirana mulai membereskan tas nya lalu berdiri kemudian Antoni bertanya dengan pelan.


"Apakah Mona berkata sesuatu tentang aku?" ucap nya sambil memandangi wajah Kirana dengan mata berkaca kaca.


"Dalam surat itu dia menyatakan akan menikah, tapi sebenar nya dia bunuh diri karna dia menolak untuk di jodoh kan" ucap Kirana sambil berjalan pergi meninggalkan meja nya tetapi langkah nya terhenti ketika Antoni menangkap tangan nya.


"Jelaskan kepada ku!" pinta Antoni.


"Hanya itu yang aku tahu" sahut Kirana, kemudian Roh meminta Kirana agar membiarkan Antoni untuk menyentuh Liontin nya meski pun Kirana tidak faham apa maksut nya tapi dia berkata.


"Coba lah pegang liontin ku" perintah Kirana sambil dia menunjukan Liontin nya kepada Antoni.


"Untuk apa?" tanya Antoni heran.


"Entah lah" sahut Kirana juga heran, kemudian tangan Antoni mulai mengarah ke dad*a Kirana karna memang liontin itu berada di antara ke dua bukit Kirana dan karna gugup Antoni pun meletakan telapak tangan kanan nya tepat di tengah di antara kedua bukit Kirana sehingga membuat Kirana berteriak.

__ADS_1


"Pegang liontin nya Ow'on" ucap nya kesal.


"Maaf, liontin mu tepat berada di atas bukit jadi aku..." ucapan nya terhenti ketika Kirana memukul kan tas nya ke kepala Antoni sambil Kirana mengumpat.


"Dasar ow'on" sebenar nya Kirana berencana ngambek tetapi dia juga penasaran dengan apa yang akan terjadi ketika Antoni memegang liontin nya, Kirana pun mengendalikan emosi nya dengan cara memukul meja nya beberapa kali kemudian Kirana membimbing tangan Antoni untuk menggenggam liontin nya dan yang terjadi adalah Antoni bisa melihat Mona yang sedang berdiri di depan nya dan saking bahagia nya Antoni dia repleks melepaskan tangan nya dari liontin Kirana karna bermaksud mendekati dan jika bisa memeluk Mona, wanita yang sangat dia rindukan selama 2 tahun, setelah melepaskan tangan nya dari liontin Kirana, maka Mona pun menghilang dari pandangan Antoni sehingga membuat nya merasa heran, kemudian Antoni melihat ke arah Kirana sambil bertanya.


"Di mana Mona?"


"Dasar ow'on" sahut Kirana sambil memegang liontin nya dan langsung memasukan nya ke dalam baju nya karna dia kesal kepada Antoni.


"Tolong! biarkan aku bertemu Mona"


"Malas!" sahut Kirana sambil berjalan, bermaksud meninggal kan Antoni.


"Jangan habis kan waktu mu dengan hanya memikirkan ku, karna jalan hidup mu masih panjang, jadi jangan buang waktu mu hanya untuk menunggu ku, hidup ku sudah berakhir tapi hidup mu baru di mulai" ucap roh Mona sambil menangis dengan air mata yang menetes seperti salju.


"Tidak sayang, ajak aku bersama mu" pinta Antoni,dan dia ikut menangis.


"Aku sangat sedih karna kepergian ku telah membuat hidup mu tidak lagi sama, tolong kembalilah pada dirimu yang dulu yang periang dan juga hangat" ucap Roh.


"Semua tidak akan sama jika tanpa kamu di samping ku" sahut Antoni sambil terisak.


"Hidup lah dengan kenangan kita karna aku juga mati dengan membawa kenangan kita, aku mati karna aku menolak pria lain dalam hidup ku dan sampai sekarang aku hanya mencintai mu saja" ucap roh sambil tangan kanan nya berusaha menyeka air mata Antoni tetapi tangan nya melewati wajah Antoni seperti kabut sehingga membuat tangis kedua nya pun pecah.

__ADS_1


Kirana hanya mampu melihat tanpa bisa berkata apa pun karna dia juga merasa iba pada hubungan kedua orang yang ada di depan nya sehingga emosi nya yang tinggi seolah tumbang oleh cinta mereka.


Antoni tidak mampu lagi mendengarkan lebih banyak nasehat kekasih nya dan langsung melepaskan liontin itu dari tangan nya kemudian menangis di pangkuan Kirana dan Kirana yang super cuek pun terdiam tanpa tega menolak kepala Antoni yang ada di pangkuan nya, Kirana mengusap kepala Antoni dengan lembut dan merasa di hatinya memiliki perasaan yang berbeda dalam menilai pria itu, kemudian Kirana berkata.


"Mona akan segera lenyap, apakah kamu mau mengucapkan perpisahan kepada nya?"


"Biarkan dia pergi dengan tenang." ucap Antoni tapi Kirana perlahan membimbing tangan Antoni untuk memegang liontin nya lagi dan akhir nya Antoni kembali mendengarkan suara Mona.


"Sayang, ini hari terakhir aku bersama mu karna semua hal yang menjadi beban ku hari ini sudah berakhir, jagalah kesehatan mu dan jangan lupa makanlah tepat waktu." Mendengar itu Antoni pun langsung melihat ke arah Mona lalu berkata.


"Jangan pergi! aku mohon! jangan tinggalkan aku!" pinta Antoni, tapi Mona menggelengkan kepala nya dengan ekspresi penuh kesedihan.


"Kirana! bantu aku, berikan separuh usia ku kepada Mona agar Mona bisa hidup lagi" pinta Antoni dengan penuh keyakinan sambil memandangi wajah Kirana.


"Kalau gil*a itu harus pakai perhitungan Doong, jangan Gil*a tidak kenal waktu" sahut Kirana emosi karna dia tidak punya kekuatan seperti itu.


"Cobalah! aku mohon!" pinta Antoni memelas.


"Bagaimana cara nya? apakah menurut mu kopi bisa di campur jus lalu di tambah susu kemudian kamu minum, bisa membuat kekasih mu kembali" tanya Kirana kesal.


"Lalu bagaimana?"


"Karna itu aku bilang aku tidak bisa!" sahut Kirana dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2