
"Lanjutkan cerita mu karna aku akan berusaha membantu sebisa ku." ucap Kirana.
"Melihat tubuh Ibu Clara yang tidak berdaya di atas meja, kami semua pun khilaf dan satu persatu kami memperko*sa nya sampai kami semua merasa sangat puas bahkan ada yang melakukan nya sampai 2 kali" Ucap nya sambil menangis dengan nyaring.
"Kemudian apa yang terjadi?" desak Kirana.
"Diluar dugaan tiba tiba tubuh ibu Clara langsung kejang-kejang dan meninggal dunia, kami panik kemudian kami membawa m*yat nya kedalam kamar mandi, dengan menggunakan pisau dan beberapa peralatan perkebunan kami pun malam itu memutil*asi tubuh Ibu Clara dan mengubur nya di berbagai tempat di daerah sekolah itu setelah kami selesai mengubur semua potongan tub*uh itu kemudian kami semua bergegas mau pulang tetapi tiba tiba secara tidak terduga pohon di depan kami tumbang kemudian menimpa tubuh ku dan juga Arya, teman-teman kami sempat membawa kami ke rumah sakit tapi kami tidak mampu bertahan dan setelah dua hari di rumah sakit aku pun meninggal dunia" ucap nya sambil menangis karna menyesali perbuatan nya saat itu.
Setelah bercerita roh Wahyu keluar dari tubuh Aldo kemudian Max bertanya.
"Sekarang harus bagaimana?" Pertanyaan Max menyadarkan Kirana dari lamunan kemudian.
"Kita coba bertanya kepada roh Ibu Clara tentang apa yang dia inginkan" sahut Kirana, Aldo pun memegang kepala nya sambil bergumam.
"Kepala ku sakit"
"Tadi kamu kerasukan roh Wahyu" sahut ibu nya.
"Bu...jangan percaya hal yang begituan" ucap Aldo.
"Ibu percaya bukan tanpa bukti" sahut Ibu nya kesal kemudian melihat ke arah Kirana sambil bertanya.
"Apakah kalian bisa bertanya kepada Ibu Clara tentang apa yang dia inginkan?"
"Entahlah Bu! di depan ibu Clara rasa nya sangat menakutkan karna sebelum nya aku belum pernah bertemu roh yang seperti itu"
"Kalau begitu kita pulang saja dan kembali lagi lain waktu saat kamu siap" sahut Max.
"Bisakah semua orang yang terlibat berkumpul di depan kampus? kemudian kita buat rencana setelah mendengar pendapat yang lain nya juga" sahut Kirana.
"Aku tahu semua orang yang terlibat, tapi masalah nya apakah mereka percaya atau tidak tentang semua ini!" sahut Aldo.
"Ibu yang akan bantu untuk menjelaskan kepada mereka" sahut Ibu Lastri.
__ADS_1
"Seperti nya ini memerlukan lebih banyak waktu, aku akan kembali lagi nanti hari Minggu karna sekarang seperti nya tidak akan sempat" sahut Kirana sambil melihat arloji ditangan kiri nya dan waktu sudah menunjukan pukul 2 siang.
"Baiklah Nak' Kirana, Minggu depan pasti semua orang sudah tahu kisah ini, Ibu akan ceritakan semua ini kepada mereka" sahut Ibu Lastri.
"Kalau begitu sekarang kami pamit" sahut Max, setelah berkata begitu Kirana dan Max pun pergi kembali ke tempat tinggal mereka dan Max mengantar kan Kirana ke rumah nya, dan saat itu Erlin sedang menyiram bunga di halaman, sehingga ketika Erlin melihat mereka , dia pun berfikir Max adalah kekasih Kirana jadi dia pun tergoda untuk mengolok-olok keponakan nya itu.
"Wah... yang baru habis berkencan" ucap nya sambil membuka pagar rumah nya, Kirana yang polos pun berkata.
"Kami dari kampus lama nya Max"
"Apakah ada masalah?" tanya Erlin kepo.
"Ada 3 roh yang terperangkap di tempat itu" kemudian Kirana menceritakan kepada Erlin.
"Jadi menurut ku, mereka harus mengumpulkan semua potongan tubuh itu kemudian bertanya apa yang dia ingin kan" ucap Erlin.
"Hari Minggu nanti kami akan ketempat itu lagi dan menyelesaikan kasus ini" sahut Kirana sambil melirik ke kiri dan ke kanan dengan kaget karna aura merah itu kembali berkelebat di sekitar nya.
"Apakah ada roh?" tanya Max tegang.
"Baiklah sudah sore, aku harus pulang, permisi Paman.." ucap Max sambil melirik kearah Erlin.
"Ya, hati hati di jalan" sahut Erlin dengan ramah, kemudian Max pergi dan Kirana juga berjalan masuk.
*****
Di kampus hari itu Kirana tidak pokus pada pelajaran nya karna dia juga memikirkan tentang roh, Max menyadari hal itu kemudian berkata.
"Kirana, apa yang kamu khawatirkan?"
"Aku heran dengan aura roh itu karna sebelum nya roh dengan warna seperti itu belum pernah aku lihat sebelum nya"
"Apakah menurut mu roh itu berbahaya?"
__ADS_1
"Aku belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum aku berbicara langsung dengan nya, jujur aku sangat takut kepada roh itu" ucap Kirana sambil meletakan kepala nya di atas meja.
"Apakah kamu lapar? tunggu disini akan aku bawakan makanan untuk mu" ucap Max sambil mengusap kepala Kirana dengan lembut kemudian pergi, tidak lama kemudian Max datang dengan membawa nasi plus lauk dan sayuran, juga sebotol air mineral kemudian meletakan nya di meja Kirana.
"Makan lah"
"Terima kasih" sahut Kirana, kemudian dia makan, Max pun melihat ke arah tas Kirana kemudian mengambil nya lalu menggeledah isi nya, Kirana sambil makan hanya melihat saja semua yang dilakukan Max sampai Max menemukan apa yang dia cari lalu berkata.
"Akan aku kerjakan tugas mu karna yang ini masih belum selesai" ucap Max sambil membawa beberapa buku Kirana kemeja nya kemudian dia mulai pokus pada tugas sekolah Kirana yang bisa dibilang belum selesai.
Setelah beberapa jam ponsel Max berdering dan itu dari Bibi Anna kemudian.
"Ya BI! apakah ada masalah?" tanya Max setelah dia menerima panggilan.
"Hari Minggu, iya, sekarang kami juga sibuk di kampus, iya BI!, yang penting semua setuju hari Minggu nanti berkumpul di depan kampus, baik BI! kami pasti datang" sahut Max yang berbicara dengan Bibi nya melalui panggilan suara, kemudian Max menutup panggilan lalu bertanya kepada Kirana.
"Kirana, aku merasa khawatir"
"Tentang apa?"
"Kepada mu" sahut Max, Kirana pun menghentikan makan nya lalu bertanya kepada Max.
"Mengapa kepada ku?" sambil Kirana melihat kearah Max dengan tatapan tajam sehingga membuat Max merasa malu kemudian berkata.
"Kamu itu istimewa dan kamu juga spesial jadi..., aku khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk kepada mu" sahut Max sambil kepala nya tertunduk karna dia merasa malu sudah mengakui kalau dia sangat baper kepada Kirana.
"Apakah kamu takut aku akan mati di bunuh roh?" sahut Kirana setengah mengejek karna melihat ketegangan di wajah Max.
"Aku serius! kalau misi kali ini berbahaya untuk mu, sebaik nya kamu menyerah saja, aku janji, aku akan mencarikan hantu lain untuk mu" ucap Max sambil memandang kearah Kirana dengan mata berkaca-kaca karna dia benar-benar belum siap kehilangan Kirana.
"Apaan sih," sahut Kirana malu.
"Kirana! aku serius, aku tidak bisa kehilangan mu."
__ADS_1
"Tujuan ku hanya ingin bertemu ayah dan ibuku saja, dan tentang hal lain aku tidak memikirkan, maksut ku adalah tidak perduli apa pun resiko nya, yang penting ayah dan ibuku bisa rainkarnasi." sahut Kirana sambil mata nya melihat langit melalui jendela yang ada di samping meja nya.