
Setelah mendengar suara tembakan di luar kemudian juragan Kardun yang berada di kamar pun bergegas datang keluar, dengan langkah penuh kemarahan kemudian juragan Kardun bertanya lagi kepada para polisi.
"Mau apa lagi kalian datang ke sini? sudah ku bilang jangan berani mengganggu tempat tinggal ku." bentak nya dengan ekspresi tanpa rasa takut sedikit pun di wajah nya.
"Kami membawa surat perintah resmi." ucap pak Anwar sambil menunjukan selembar kertas kepada juragan Kardun.
Kedatangan beberapa anggota polisi di rumah juragan Kardun membuat semua warga yang kepo mulai berkumpul di depan rumah juragan Kardun dan masing masing penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
Kumpulan banyak warga di depan rumah nya membuat nya jadi sangat malu sehingga berulang kali dia berusaha mengusir warga, tetapi warga yang penasaran tidak bergeming sedikit pun dan memilih mengabaikan perintah si juragan karna besar nya rasa ingin tahu mereka mengalahkan rasa takut dan malu.
"Kami minta tolong, siapa yang mau membantu kami menggali makam?" tanya pak Anwar kepada orang orang yang berkumpul di depan pagar itu, karna sebagian orang ada yang datang dari sawah juga sehingga beberapa orang memang sudah membawa cangkul.
Karna tidak ada yang berani menjawab kemudian pak Anwar berkata.
"Pinjam cangkul." ucap pak Anwar meminta izin kepada salah satu warga yang datang dari sawah, kemudian orang itu menyerahkan cangkul nya kepada Anwar dan Anwar pun melihat ke arah Kirana kemudian Kirana berjalan menuju taman belakang tepat di bawah pohon beringin kemudian Kirana menunjuk sebuah tanah yang di penuhi pot bunga sambil berkata.
"Di sini" ucap nya, tanpa menunggu perintah Pak Anwar mulai menggali bahkan dia mengabaikan teriakan juragan Kardun yang berusaha melarang penggalian itu, tidak lama kemudian salah satu warga mendekati Pak Anwar dan mulai membantu, sampai akhir nya beberapa warga juga mulai membantu dan setelah Menemukan kepala yang sudah menjadi kerangka Kardun mulai bergerak perlahan untuk melarikan diri tetapi warga yang geram mulai mengh*jar nya sehingga terjadi sedikit kerusuhan yang membuat polisi sedikit kesulitan untuk mengatasi amukan masa dan mereka berhenti setelah mendapatkan tembakan peringatan dari para petugas.
Polisi membawa juragan Kardun ke kantor polisi dan setelah beberapa jam mereka pun menemukan semua kerangka milik Jamal dan misi pun selesai, tetesan roh ke enam masuk ke dalam Liontin Kirana, melihat itu hati Kirana merasa senang karna dia sudah menyelesai kan setengah perjalanan.
Setelah tugas kampus selesai kemudian Kirana kembali ke rumah nya dan di saat yang sama, di rumah nenek nya juga meninggal dunia, kepergian nenek nya menyisakan luka di hati Kirana terutama karna Kirana tidak menduga kalau nenek nya akan meninggal secepat itu.
__ADS_1
Di acara pemakaman ada banyak orang yang hadir dan tidak jauh dari makam nenek nya Kirana, ada juga di makamkan seorang wanita yang roh nya meminta bantuan Kirana dengan berkata.
"Tolong aku" ucap wanita itu kemudian wanita itu langsung menceritakan masalah yang telah dia alami kepada Kirana dan dengan alasan itu dia minta keadilan.
"Sekarang aku juga sedang kehilangan nenek ku, sehingga aku ragu aku bisa menolong mu." ucap Kirana dengan air mata yang tidak bisa berhenti mengalir, melihat Kirana berbicara kemudian Erlin memegang tangan Kirana sambil berkata.
"Sayang, perjalanan mu sudah setengah jadi dalam ke adaan apa pun sebaik nya kamu bisa menyelesaikan misi mu." ucap Erlin, berusaha memberikan semangat karna dia tahu saat ini Kirana sedang rapuh dan kehilangan arah.
"Tapi Paman..." sahut Kirana tidak bersemangat.
"Aku sangat percaya kepada mu." ucap Erlin sambil mengusap kepala Kirana, kemudian dengan ragu Kirana mendekati makam wanita itu yang berada tidak jauh dari makam nenek nya dan setelah tiba di depan makam itu Kirana melihat beberapa orang juga sedang menangisi kepergian nya, sehingga membuat Kirana juga tidak bisa menahan kesedihan nya yang di tinggalkan nenek nya tanpa pamit bahkan tidak ada roh nenek nya yang bisa di lihat oleh Kirana.
"Jangan memfitnah ku." sahut wanita itu sambil berusaha menyerang Kirana karna dia tahu keterangan Kirana akan membawa masalah bagi nya.
"Nama Almarhumah adalah Ningrum usia 55 tahun dengan memiliki 5 anak dan juga 3 orang madu" ucap Kirana dengan memandangi kepada semua orang yang ada di samping makam itu.
"Nama ku Indra, dan aku adalah anak sulung almarhumah" sahut seorang pria yang kira kira berusia 30 tahunan.
"Sebenar nya ibu mu meninggal dunia karna santet yang di lakukan oleh Erna tetapi sekarang yang berada di penjara adalah Marisya yang justru tidak bersalah" ucap Kirana dengan yakin sambil melirik ke arah Erna yang mulai gugup.
"Jadi maksut mu, bukan Marisya yang sudah meracuni istri ku?" tanya suami nya yang bernama Aldo.
__ADS_1
"Marisya hanya merawat nya dan kebetulan saja kematian Ningrum setelah makan bubur buatan nya" sahut Kirana.
"Tapi bagaimana bisa kami yakin dengan semua ucapan mu, sementara kami tidak mengenal mu." ucap Aldi anak ke dua nya Ningrum, pertanyaan itu membuat Kirana diam sambil melirik ke arah Roh yang sedang berbicara kemudian.
."Jasmine apakah kamu ingat apa yang pernah di katakan ibu mu di malam pernikahan Naura?" tanya Kirana karna malam itu ibu nya berkata sebuah rahasia kepada Jasmine saja yaitu anak ke 4 nya Ningrum.
"Tentang apa?" tanya Jarmine heran kemudian Kirana melirik ke arah Roh, Kirana lalu berkata.
"Jasmine, ikut aku!" perintah Kirana sambil berjalan menjauh, Jasmine pun mengikuti Kirana kemudian setelah yakin apa yang akan dia katakan tidak ada yang mendengar sesuai keinginan roh, Kirana pun berkata.
"Ada beberapa perhiasan yang di sembunyikan ibu mu di dalam kasur dan hanya kamu yang tahu" ucap Kirana kemudian Jasmine menangis dengan keras sambil berkata.
"Iya itulah yang di katakan ibu ku..." Melihat Jasmine menangis semua orang mendekati nya dan mulai kesal kepada Kirana karna menganggap Kirana jahat.
"Apa yang kamu lakukan kepada adik ku" tanya Aldi dengan nada membentak Kirana.
"Dia berkata benar Ka' aku percaya kepada nya karna hanya aku yang tahu tentang pesan terakhir ibu" ucap Jasmine.
"Pesan apa?" tanya suami nya kepo.
"Bahkan sampai hari ini pun almarhumah masih merahasiakan kepada mu, jadi atas perintah almarhumah juga aku pun merahasiakan kepada mu" ucap Kirana sambil dia mendengar kan lagi permintaan roh itu, kemudian Kirana bilang lagi.
__ADS_1