Cinta Sejati Sampai Mati

Cinta Sejati Sampai Mati
Bab 35 Roh Ke Tujuh.


__ADS_3

"Aldi! ikuti aku" ucap Kirana Lagi kemudian Jasmine berkata.


"Ikuti saja Ka' karna Kaka' ini bisa di percaya." bujuk Jasmine kepada Kaka nya, dengan Ragu Aldi mengikuti Kirana kemudian di tempat yang lumayan jauh, Kirana pun berkata.


"Apakah kamu ingat beberapa tahun yang lalu ibu mu pernah bercerita kepada mu tentang kekayaan nya?" Aldi pun berusaha mengingat karna itu sudah lama kemudian setelah beberapa menit Aldi berkata.


"Iya, aku ingat ibu pernah berkata bahwa sebenar nya yang memiliki banyak tanah dan uang adalah ibu dan bukan ayah" sahut nya.


"Ibu mu juga pernah berkata kepada mu bahwa dia telah menitip kan beberapa sertifikat tanah kepada bibi mu di desa"


"Iya Ka' benar" sahut nya yakin.


"Ibu mu ingin kamu mengambil nya dan membagi nya dengan adil kepada semua saudara mu yang lain, dan juga berikan satu hektar sawah kepada ibu tiri mu yang saat ini sedang berada di penjara karna selama ibu mu sakit, dia lah yang sudah merawat ibu mu, kamu juga harus berusaha agar ibu tiri mu bebas dari tuduhan karna sebenar nya dia tidak bersalah" ucap Kirana sambil terus memandangi ke arah Roh yang juga sambil berbicara.


"Kaka benar, dan aku akan ingat pesan ibu dengan baik, jadi apakah aku harus memenjarakan wanita yang sudah berbuat jahat kepada ibu ku? masalah nya tidak ada bukti yang kuat sehingga aku rasa sulit untuk..." Kirana langsung memotong nya dengan berkata.


"Inti dari kehadiran ku adalah ingin menyampaikan tentang harta yang masih bisa di selamat kan ibu mu dan juga ingin memberikan keadilan kepada ibu tiri mu, jadi sisa nya terserah kamu saja, dan juga sebenar nya ibu mu ingin agar kalian semua mengusir ayah dan ibu tiri kalian dari rumah tapi tentu saja keputusan juga ada di tangan kalian, jadi bijaksana lah dalam mengambil sebuah keputusan" ucap Kirana sambil berjalan pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Kemudian sampai di rumah, ke 5 bersaudara pun rapat lalu membuat keputusan sesuai ke inginan Almarhumah Ibu mareka sehingga ayah mereka yang Sok kaya itu kehilangan harta nya dan ibu tiri mereka yang tidak bersalah juga di bebas kan dari tuduhan, kasus selesai, setelah beberapa hari tetesan Roh ke tujuh masuk ke dalam Liontin nya Kirana dan Kirana menyadari nya setelah beberapa hari kemudian.


*****


Hari itu kelas mereka kedatangan murid pindahan baru yang berasal dari kota lain, pria itu Bernama Antoni, dia pria yang tampan tapi dia termasuk type pria yang tidak banyak berbicara, tapi walau pun begitu ketampanan nya mampu membuat semua wanita di kelas itu seperti tersihir karna terpesona.


Hal yang tidak di sadari Antoni adalah dia sedang di ikuti oleh roh, Kirana melihat dan menyadari hal itu tetapi dia mengabaikan keberadaan roh itu karna dia juga sedang menggunakan mode senyap karna masih berkabung atas kematian nenek nya.


Hingga pada suatu hari setelah satu bulan kemudian ketika Kirana sedang berjalan secara tidak sengaja Kirana repleks menghindari roh yang sedang berlari di depan nya, roh itu berlari untuk mengejar Antoni yang entah mengapa roh itu sangat terikat dengan Antoni.


Seketika roh itu jadi kaget ketika Kirana menepi saat roh itu lewat dan berhenti tepat di depan Kirana kemudian roh yang penasaran itu melihat Kirana yang sangat cuek kepada nya sambil Kirana pura pura membaca buku yang ada di tangan nya, merasa di perhatikan Kirana pun kemudian menutup buku nya kemudian bertanya.


"Kau bisa melihat ku?" tanya roh heran.


"Aku melihat!" sahut Kirana cuek sambil berjalan pergi meninggal kan tempat itu.


"Tolong aku" pinta roh itu dengan ekspresi wajah sedih dengan harapan Kirana mau membantu nya.

__ADS_1


"Tidak sekarang" sahut Kirana sambil dia pergi ke kantin untuk makan dan dia merasa terganggu dengan kehadiran roh yang selalu berkata.


"Tolong aku...! tolong aku...!" berulang kali di ucap kan sehingga membuat Kirana jadi risih kemudian Kirana berkata dengan kesal sambil menunjuk ke arah Roh.


"Ceritakan apa masalah mu, kemudian pergi! karna aku harus belajar." ucap Kirana dengan kesal.


Roh bercerita dan Kirana mendengar kan cerita itu kemudian dia berkomentar.


"Tapi apakah dia akan percaya apa yang akan aku katakan? kenyataan nya bagi siapa pun masalah ini sangat di luar logika" ucap Kirana, bahkan Kirana juga heran dengan Aura roh ini yang memiliki warna berbeda dengan roh lain yang pernah dia temui, biasa nya roh yang di temui Kirana di kelingi cahaya berwarna hitam, tetapi berbeda dengan roh ini yang di kelilingi warna putih, tapi kemudian setelah beberapa menit berfikir Kirana memahami alasan dari perbedaan roh itu dan di waktu yang sama Kirana di kejut kan oleh lewat nya Antoni yang duduk di bangku di samping Kirana karna memang di situlah tempat duduk nya, dengan ragu Kirana pun memulai pertanyaan.


"Apakah kamu kenal dengan wanita yang bernama Mona?" mendengar pertanyaan itu langsung terlihat ketegangan di wajah Antoni kemudian Antoni mengambil tas nya lagi lalu pergi meninggal kan Kirana, Kirana pun melirik ke arah Roh sambil memberikan ekspresi wajah menyerah, roh pun mulai putus asa dan tertunduk sedih.


Keesokan pagi nya Antoni dan Kirana berpapasan di pintu saat Antoni mau keluar dan Kirana mau masuk, Kirana kembali melihat roh yang sedang mengikuti Antoni kemudian atas permintaan Roh, Kirana berkata.


"Sepucuk surat untuk mu kekasih" kemudian setelah berkata begitu Kirana pun berjalan masuk di ikuti pandangan mata Antoni yang keheranan karna Antoni faham maksut Kirana, Antoni adalah type pria yang sangat sedikit berbicara dan lebih banyak serius dalam menyimak pelajaran, dia juga jarang bergaul dan tidak punya teman meski sudah beberapa bulan berada di kampus itu.


Siang itu jam pelajaran sudah selesai dan semua orang juga satu persatu meninggal kan kelas, Antoni hanya duduk diam sambil melihat ke arah Kirana dengan berjuta pertanyaan yang ada di hati nya, Kirana menyadari arti pandangan Antoni kepada nya jadi dia juga tidak beranjak dari tempat duduk nya,dia menunggu kelas kosong kemudian setelah kelas itu hanya tersisa mereka berdua saja Kirana pun bertanya.

__ADS_1


"Apakah ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan?" mendengar pertanyaan itu seketika membuat Antoni jadi gugup karna dia menyadari bahwa Kirana memahami rasa penasaran nya.


"Tentang surat..." ucapan nya berhenti, dia malu dan gugup karna ketika dia bicara Kirana melihat ke arah wajah nya.


__ADS_2