Cinta Sejati Sampai Mati

Cinta Sejati Sampai Mati
Bab 38 Roh kesembilan


__ADS_3

"Mungkin karna mereka sudah memiliki rencana untuk masa depan Mona sehingga mereka membatasi pergaulan nya." sahut Antoni sambil menyeka air mata nya.


"Lalu apakah kamu berencana mau mengunjungi makam Mona?"


"Tempat itu terlalu jauh" sahut Antoni.


"Begitu ya...?" tanya Kirana sambil memegang Liontin nya yang ternyata sudah bertambah lagi satu tetes roh, melihat itu Kirana pun kemudian tersenyum dan senyuman nya di lihat oleh Antoni kemudian karna penasaran Antoni pun bertanya.


"Liontin itu mengapa di dalam nya seperti tetesan air tapi tidak tercampur?" tanya nya heran melihat air yang ada di dalam Liontin itu tidak menyatu.


"Karna roh mereka berbeda"


"Aku punya keluarga, yang hampir setiap hari kesurupan selalu berteriak maaf, ampun, apakah mungkin dia di ganggu oleh roh?" tanya Antoni serius.


"Mungkin saja, tapi sejak kapan sikap nya seperti itu?" tanya Kirana bersemangat.


"Kalau tidak salah sejak kematian kedua teman nya di kampus." Mendengar itu Kirana pun berfikir kemudian


"Kalau begitu kita datang saja ke kampus itu dan siapa tahu kita menemukan jawaban nya di sana."


"Kampus nya lumayan jauh mungkin perjalanan 2 jam dari sini." sahut Antoni.


"Kita pergi besok."


"Ok!"


Mereka pun diam ketika murid murid mulai berdatangan dan dosen juga masuk, pelajaran di mulai tapi Kirana tidak pokus karna dia merasa fikiran nya sedang tidak tenang dan dia tidak faham apa arti nya, sekilas Kirana melihat di depan matanya berkelebat bayangan sebuah warna merah seperti darah disertai bau amis sehingga membuat Kirana merasa merinding, bau amis darah tercium sepanjang waktu dan baru kali ini Kirana merasa dia sangat takut bahkan pada sesuatu yang tidak dia fahami apa artinya.


Jam pelajaran pun berakhir tapi Kirana yang melamun tidak menyadari nya karna Kirana seolah sedang tidak memperhatikan sekeliling nya, cahaya merah seolah berputar di depan nya, tapi lamunan Kirana hilang ketika Antoni menyentuh pundak nya.


"Kirana, apa kamu baik baik saja?" Tanya Antoni, Kirana terkejut kemudian memandang ke arah Antoni yang berdiri di depan nya.

__ADS_1


"Entahlah aku tidak faham dengan apa yang sedang aku fikirkan" sahut Kirana sambil memegang hidung nya.


"Besok aku akan menjemput mu"


"Ok." sahut Kirana sambil tersenyum, kemudian Kirana pun pergi meninggalkan Antoni yang memandangi kepergian nya.


Keesokan pagi nya Antoni menjemput Kirana ke rumah nya dan membunyikan klakson mobil nya, Kirana pun langsung mendatanginya kemudian mereka pergi ke kampus yang dimaksud oleh Antoni, ketika sampai di depan pagar Kirana di kejut kan oleh sosok yang memiliki Aura merah dan memiliki mata merah dengan 2 taring yang panjang, seketika Kirana langsung terduduk melihat roh yang sebelum nya tidak pernah dia temui itu, melihat ekspresi Kirana Antoni langsung repleks memegang liontin Kirana lagi dan dia juga bisa melihat roh itu dan dalam sekejap Antoni bisa mengenali roh itu repleks mulut nya berkata.


"Ibu Clara!" ucap nya kaget, sambil bergegas melepaskan liontin itu kemudian Antoni membantu Kirana berdiri dan memasukan Kirana kedalam mobil nya lalu bergegas meninggalkan tempat itu.


Karna panik dan dalam keadaan gemetar saat menyetir mobil, Antoni pun menabrak sebuah pohon tapi beruntung mereka berdua baik baik saja dan kejadian itu menyadarkan Kirana dari lamunan nya.


"Baru kali ini aku melihat roh seperti itu." ucap Kirana sambil memandang ke arah Antoni dengan tatapan wajah ketakutan.


"Dia adalah guru kami yang bernama ibu Clara" sahut Antoni masih dalam keadaan panik juga.


"Lalu apa yang terjadi sehingga dia menjadi roh yang di penuhi kemarahan seperti itu?" tanya Kirana heran.


"Pemburu hantu itu kamu dan bukan aku" sahut Antoni gugup.


"Samuel, mereka menyebut nya Sam,"


"Ok! kita pergi ke rumah Sam!" ucap Kirana, kemudian mereka pun pergi ke rumah Sam dan dari luar sudah terdengar jelas teriakan Sam yang berkata.


"Maaf....., Ampun....!" hanya itu yang terdengar berulang kali, Antoni pun mengetuk rumah Bibi nya dan setelah menunggu beberapa detik pintu pun terbuka dan Ibu nya Sam tersenyum melihat kedatangan Antoni.


"Max, tumben sampai ke sini, masuk lah!"


"Max?" tanya Kirana heran karna dia baru mendengar nama itu.


"Ooohh... maaf! mungkin kamu tahu nya Max ini adalah Antoni, tapi sebenar nya Antoni adalah nama Kakak laki laki nya Max" Bibi Anna menjelaskan.

__ADS_1


"Tapi mengapa begitu...?" tanya Kirana heran.


"Karna Antoni adalah anak yang sempurna bagi orang tua nya sehingga mereka ingin Max bisa seperti Antoni" Kirana menggaruk kepala nya kemudian Antoni alias Max berkata.


"Bibi Anna, kenal kan ini Kirana" Bibi Anna pun menyalami Kirana sambil berkata.


"Anna"


"Kirana"


"Bibi' tadi kami dari kampus nya Sam, kampus itu kosong dan kami penasaran dengan yang tadi kami lihat yaitu tentang hantu yang tinggal di tempat itu yang sangat mirip dengan wajah ibu Clara" tanya Max penasaran.


"Detail nya juga aku tidak tahu Max, yang aku tahu hanyalah 2 dari 10 orang teman nya Sam meninggal dunia dan yang 8 nya lagi sama seperti Sam yaitu sering berteriak seperti itu, dan kampus itu memang sengaja di tutup setelah kejadian pohon tumbang yang sudah menewaskan Wahyu dan teman nya" sambil mereka melihat ke arah suara teriakan Sam, yang datang dari sebuah kamar.


"Bagaimana menurut mu Kirana?" tanya Max.


"Aku tidak bisa memikirkan apa pun." sahut Kirana.


"Bibi Anna, Kirana ini adalah pemburu roh dan juga hantu!" ucap Sam kepada Bibi nya, Bibi nya pun tersenyum penuh harapan ketika mendengar nya.


"Kalau begitu tolong lah Sam" pinta nya.


"Tapi aku masih belum faham apa yang sebenar nya telah terjadi" ucap Kirana sambil memegang liontin nya.


"Apakah sebaik nya kita coba berbicara dengan Roh Ibu Clara?" tanya Max.


"Jujur, aku merasa takut melihat wajah nya karna sebelum nya aku tidak pernah melihat ada roh yang seseram itu" sahut Kirana sambil tangan kanan nya mengusap leher nya karna dia merasa merinding lagi ketika mengingat hantu itu.


"Iya, aku juga masih ingat dengan jelas penampilan Ibu Clara, dan aku merasa dia seperti iblis yang sedang merasuki Ibu Clara!" ucap Max ragu.


"Apakah Sam bisa di ajak bicara?" tanya Kirana sambil melirik ke arah bibi Anna.

__ADS_1


"Seperti nya tidak bisa, tapi mari kita coba." ucap Bibi Anna sambil berdiri lalu berjalan, kemudian di ikuti oleh Max dan Kirana dari belakang, tapi baru saja pintu di buka langsung terdengar suara Sam.


"Pergi....!" teriak Sam dan setelah 3 bulan berlalu itu pertama kali nya Sam berkata selain maaf dan ampun.


__ADS_2