Cinta Sejati Sampai Mati

Cinta Sejati Sampai Mati
Bab 23 Rafael Menjemput Lica.


__ADS_3

"Kaka' kalau nanti Rafael bertemu dengan ku di sana, apakah menurut kaka' Rafael masih ingat kepada ku?" tanya Lica dengan mata berkaca kaca.


"Dia pasti mengingat mu! jadi sekarang kamu pergi tidur dan berhenti memikirkan Rafael karna sudah larut malam dan aku juga sudah mengantuk" sahut Erlin sambil menguap.


Kemudian Lica pun berbaring lalu Erlin membantu nya memasang selimut ke tubuh Lica kemudian.


"Selamat malam, aku juga akan tidur di kamar ku" ucap Erlin, Lica pun mengangguk kemudian Erlin berjalan menuju pintu dan di situ sudah ada Rafael yang menggelengkan kepala nya seolah melarang Erlin pergi dari kamar Lica, Erlin pun kembali duduk di ranjang Lica dengan bingung Lica bertanya.


"Kaka tidak jadi pergi?" sambil Lica melihat ke arah Erlin.


"Aku akan pergi ketika kamu sudah tidur" sahut Erlin sambil melihat ke arah Rafael berdiri, Lica pun menggeser tubuh nya ke tengah ranjang agar tempat duduk Erlin lebih luas kemudian Erlin berbaring di samping Lica tapi tanpa sadar dia dan Lica juga tertidur.


Pagi hari ketika Lica bangun Lica kaget karna dia melihat Erlin tidur di samping nya kemudian Lica memanggil nya.


"Kaka!" Erlin tidak merespon panggilan Lica kemudian Lica menyelimuti tubuh Erlin dan Erlin langsung menarik tubuh Lica ke dalam pelukan nya tanpa membuka mata nya.


"Kaka!" ucap Lica kaget berusaha melepaskan pelukan Erlin yang cukup kuat kemudian dengan pelan Erlin berkata.


"Diam lah sebentar saja" Lica pun diam sambil memandangi wajah Erlin yang sedang memejamkan mata nya.


Di dapur Ibu dan Imah sedang sibuk berunding kemudian datang lah Erlin, di susul Lica di belakang kemudian sambil duduk di bangku Erlin bertanya kepada ibu.

__ADS_1


"Kelihatan nya ibu sangat sibuk, ada apa bu!"


"Erlin! besok adalah acara 7 bulanan nya Lica dan ibu berencana mengundang beberapa orang di panti asuhan dan juga teman teman Lica, kamu juga undang saja orang orang yang kamu kenal untuk memeriahkan acara ini siapa tahu istri para pegawai mu juga mau ikut mendoakan Lica dan bayi nya" ucap ibu dengan bahagia sambil memegang perut Lica.


"Sudah 7 bulan ya...? sebentar lagi keponakan ku lahir" ucap Erlin dengan wajah bersemangat sambil menyentuh perut Lica juga, kemudian mencium nya, Lica pun merasa terharu karna Erlin menunjukan rasa sayang kepada calon bayi nya.


Semua orang pun sarapan, ibu dan Imah sedikit berunding sambil makan, Lica dan Erlin mengabaikan nya juga tidak memberikan pendapat apa pun.


"Tadi pagi ibu mencari mu untuk menanyakan siapa saja yang mau kamu undang tapi kamu tidak ada di kamar, kamu di mana?" tanya ibu nya kepada Erlin.


"Mungkin aku masih tidur" sahut Erlin santai.


"Kamu tidak di kamar mu! memang nya kamu tidur di mana?" tanya ibu penasaran.


Di hari acara 7 bulanan Lica di kantor Erlin, Andi dan Reta berkunjung kemudian Andi bertanya kepada Erlin.


"Apa kabar Erlin"


"Baik" sahut Erlin dengan ramah.


"Bagaimana kalau hari ini kita makan siang bersama! kita pergi bertiga saja?" tanya Andi.

__ADS_1


"Hari ini ada acara 7 bulanan Lica di rumah jadi aku juga akan pulang sebentar lagi" sahut Erlin sehingga membuat Reta tidak bisa menahan kemarahan.


"Apa istimewa nya Lica? dia tidak kaya dan juga tidak cantik! lalu kenapa kamu mengabaikan aku yang lebih cantik dari Lica!" tanya Reta dengan sangat marah.


"Lica mungkin tidak secantik diri mu! tapi Lica memiliki sifat seribu kali lebih baik dari mu" sahut Erlin dengan tegas.


Andi melihat kekesalan Erlin dan Reta kemudian dia berusaha menenangkan situasi dengan berkata.


"Sudah lah,bagaimana kalau kita pergi bersama ke acara nya Lica?" tanya Andi.


"Ok" sahut Erlin, sampai nya di rumah acara pun di mulai dan acara berjalan dengan lancar sampai akhir nya Lica berjalan ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya yang basah karna selesai mandi dan Lica pergi bersama ibu ke kamar nya tapi tidak ada yang menyadari Reta mengikuti mereka juga dengan membawa pisau di tangan nya yang dia dapat kan dari dapur lalu dia masuk ke kamar Lica sambil berteriak.


"Kamu harus mati" ibu dan Lica terkejut karna di tangan Reta memegang pisau kemudian Reta berusaha menyerang Lica tapi Lica berhasil menangkap tangan Reta yang sedang memegang pisau, Reta berusaha keras mau menusukan pisau itu ke tubuh Lica kemudian ibu berteriak.


"Tolooooonggg....!" sambil ibu menarik tangan Reta dan Pisau yang di bawa Reta berhasil di rebut Lica tapi berusaha lagi di rebut Reta dan secara tidak sengaja menusuk ke jantung Reta membuat Lica terkejut karna secara tidak langsung Lica yang membunuh Reta.


Teriakan ibu membuat semua orang kaget dan langsung datang ke dalam kamar, mereka semua kaget melihat Reta mati dan Lica menjerit kesakitan juga sambil memegang perut nya, Anggel pun segera menelpon ambulans, Erlin mendekati Lica, dan Andi menangis sambil memeluk tubuh Reta yang sudah mati, kemudian Erlin mengangkat tubuh Lica keluar rumah, ibu mau mengikuti Erlin tapi tangan ibu di pegang oleh Andi dengan erat karna Andi mau meminta penjelasan ibu nya Erlin tentang kejadian itu.


"Ambulans dalam perjalanan" ucap Anggel, 5 menit kemudian ambulans pun datang kemudian Erlin masuk dalam ambulans dan pergi ke rumah sakit dan di rumah sakit dokter berhasil mengeluarkan bayi Lica tapi Lica mengalami koma Erlin pun menggendong bayi perempuan Lica untuk bertemu Lica kemudian Erlin meletakan bayi perempuan Lica di samping Lica dan di saat yang sama Erlin juga melihat Rafael berada di samping Lica sambil berkata.


"Lica! ikutlah dengan ku sayang! aku menjemput mu" ucap Rafael dan mendengar itu Erlin langsung menangis sambil berkata.

__ADS_1


"Rafael tolong, jangan lakukan ini! jangan bawa Lica pergi, aku janji aku akan menjaga Lica lebih baik lagi! kasihan bayi mu siapa yang akan membesar kan nya jika kamu membawa Lica" ucap Erlin sambil memohon dan dia tidak bisa menahan diri nya untuk tidak menangis karna dia tidak siap kehilangan Lica, tapi Rafael mengabaikan permintaan Erlin dan Rafael mengulurkan tangan nya kemudian berkata lagi.


"Ayo sayang sudah waktunya" Erlin juga melihat roh Lica bangkit dari tubuh nya lalu memegang tangan Rafael, kejadian itu membuat Erlin semakin histeris tapi Lica seperti tuli dan buta dia mengabaikan teriakan Erlin dan roh mereka berdua terbang menembus atap rumah sakit, Lica pun mati.


__ADS_2