Cinta Sejati Sampai Mati

Cinta Sejati Sampai Mati
Bab 29 Roh ketiga


__ADS_3

Setelah kejadian itu Kirana pun semakin di Kagumi semua orang yang mengenal nya walau pun kadang dia berbicara sendirian tapi orang orang sudah terbiasa dengan kelakuan nya dan mereka sudah berhenti menjuluki "Kirana si anak aneh" tapi julukan berganti dengan "Kirana si anak ajaib".


Tapi Kirana tidak pernah lagi terlihat di kunjungi oleh Lica atau pun Rafael sehingga Erlin merasa sangat bersalah dan hari itu ketika Kirana sedang di kelas untuk memulai pelajaran, Erlin pun pergi ke makam Rafael dan Lica untuk memohon maaf.


"Rafael, Lica, tolong maaf kan aku karna ucapan ku sudah membuat kalian merasa tersinggung, tapi sungguh aku tidak berniat untuk memisahkan kalian, aku hanya khawatir dengan pendapat orang lain tentang Kirana" ucap Erlin sambil terus menangis karna dia merasa sangat sakit hati saat melihat Kirana menjadi pemurung lagi.


"Lica, Rafael, jika kalian mau silahkan ambil saja nyawa ku tapi aku mohon, jangan ambil senyuman dari wajah keponakan ku, aku mohon, tolong jangan ambil senyuman dari wajah polos bidadari kecil ku" ucap Erlin lagi dengan banyak nya air mata yang tidak mampu dia tahan karna dia menyesal sudah memarahi Lica hari itu.


Setelah merasa puas mengadu kemudian Erlin pun kembali ke sekolah Kirana yang saat itu sudah duduk di luar kelas nya untuk menunggu kedatangan Erlin dan terlihat Kirana sedang diam melamun, semakin sedih hati Erlin karna dia tahu bahwa percuma dia menangis di makam Rafael dan Lica karna mereka tetap tidak mau kembali.


Erlin mendekati Kirana kemudian dia memeluk Kirana dan tanpa Erlin sadari air mata nya menetes membasahi bahu Kirana sehingga membuat Kirana merasa heran lalu bertanya.


"Apakah Paman baik baik saja" mendengar pertanyaan itu Erlin hanya mampu


mengangguk tanpa bisa berkata apa apa lagi dia langsung menggendong Kirana kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Hari itu adalah ulang tahun nenek mereka, di dapur, Kirana melihat Vivian bersama Imah sedang membuat kue kemudian Kirana juga ikutan tapi naluri anak anak nya membuat nya jadi pengacau yang terjadi bukan nya membantu tapi malah merepotkan karna hampir seluruh tubuh nya di tutupi oleh warna putih tepung, begitu Erlin masuk ke dapur dia langsung terkejut ketika melihat keponakan nya seperti adonan roti, tetapi bermain tepung membuat Kirana sangat bahagia dan tertawa sehingga Erlin pria yang selalu serius dan juga sangat tegas itu juga tertarik untuk bermain tepung bersama Kirana dan habis sudah sejarah dapur yang bersih karna yang ada hanyalah sejarah dapur tepung karna di semua penjuru dapur di penuhi oleh tepung, setelah sekian lama Kirana hidup tanpa senyuman tapi hari ini adalah perbedaan yang sangat indah bagi Erlin karna tawa polos Kirana terlihat di wajah mungil nya yang menurut Erlin seperti bidadari itu.


Setelah puas bermain tepung, kemudian Vivian mengajak Kirana mandi dan Erlin memesan kue ulang tahun dari toko karna dia yakin perlu banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan di dapur itu, yang seperti baru saja turun salju.


Malam itu Kirana terlihat bahagia karna dia bisa memecahkan banyak balon ulang tahun dan sengaja ruangan itu di hiasi seperti ulang tahun anak kecil agar suasana nya lebih nyaman bagi Kirana karna Erlin akan berusaha melakukan apa pun juga agar keponakan nya bahagia dan ketika tengah malam tiba kemudian Kirana pun mengantuk dan memeluk Erlin lagi sambil berkata.


"Paman...aku mengantuk" Erlin pun menggendong keponakan nya lalu membawa nya ke kamar, setelah itu Erlin membaca kan buku dongeng untuk Kirana kemudian Kirana pun tertidur dan Erlin pun pergi ke kamar nya.


3 tahun kemudian yang kirana lalui tanpa kehadiran Rafael atau pun Lica dan sekarang Kirana berusia 10 tahun dan sudah mulai memahami misi nya, tapi tetap saja dia tidak pernah terlihat bahagia, dia juga lebih suka berteman dengan roh dan bukan dengan manusia, tetapi apa pun yang dilakukan Kirana meski berbicara sendiri atau pun tertawa sendiri, semua orang yang melihat nya sudah terbiasa apa lagi setelah ketenaran Kirana yang terjadi 3 tahun yang lalu membuat Kirana di kunjungi banyak orang yang tidak dia kenal yang mau menanyakan tentang keberadaan keluarga mereka yang tidak ada kabar berita nya.


Tapi Kirana tidak bisa mencari sesuatu yang jauh atau pun yang tidak dia kenali karna dia hanya bisa menolong jika kebetulan roh itu memang memerlukan pertolongan nya.


Erlin merasa selalu khawatir karna menurut Erlin mereka semua pengganggu jadi Erlin sering menasehati Kirana agar Kirana jangan terlqlu banyak berbicara dengan orang yang tidak di kenal.


Suatu hari setelah 3 tahun berlalu.

__ADS_1


Hari itu Kirana sedang konsentrasi belajar di kelas nya tetapi tiba tiba Kirana di datangi oleh seorang Roh yang berusia 10 tahun bernama Adam yang mengatakan kalau rumah yang sedang di bangun oleh seseorang berada di atas makam nya dan Roh minta tolong kepada Kirana untuk memindah kan makam nya ke tempat lain, Kirana marah marah saat sedang belajar tapi dia di ganggu oleh roh kemudian Kirana pun ngomel ngomel.


"Iya tunggu! pasti aku tolong, tetapi nanti, jangan sekarang!" ucap Kirana dengan kesal kemudian guru nya berkata.


"Kalau kamu mau pergi keluar pergilah, nanti kamu lanjutkan pelajaran setelah kamu selesai menolong orang" ucap guru nya sambil membantu Kirana membereskan buku nya lalu memasukan nya ke dalam tas Kirana.


"Iya Kirana, nanti aku kasih tau pelajaran kamu yang ketinggalan hari ini" ucap salah satu teman nya karna semua orang sudah tahu tentang itu.


"Sebenar nya hari ini sebuah rumah di bangun di atas makam seorang anak kecil, jadi aku harus segera mengatakan kepada pemilik rumah" sahut Kirana kemudian Kirana pun berjalan keluar dari kelas nya dan sudah ada Erlin yang sedang duduk di luar, melihat Kirana keluar sendirian dari kelas kemudian Erlin bertanya.


"Apa yang terjadi?"


"Ada roh yang meminta pertolongan kepada ku" sahut Kirana sambil berjalan dengan malas menuju mobil Erlin kemudian mereka pun pergi sesuai arahan roh itu dan mereka tiba di sebuah bangunan rumah yang baru selesai menyusun Batako, kemudian Kirana menemui salah seorang pekerja dan bertanya.


"Paman' siapa pemilik rumah ini?"

__ADS_1


"Pak Daus de' tuh orang nya" sahut pekerja itu, kemudian Kirana pun datang kepada pria yang di maksut lalu berkata.


"Paman, saya ingin berbicara" ucap Kirana kepada orang itu kemudian orang itu dengan rasa bingung berjalan menghampiri Kirana.


__ADS_2