Cinta Sejati Sampai Mati

Cinta Sejati Sampai Mati
Bab 42 Mengalahkan Roh Merah.


__ADS_3

Melihat begitu banyak nya may*at yang bergelimpangan membuat Kirana langsung terdiam dan tidak lagi bisa berkata apa-apa, dia hanya memandangi saja ke 8 mayat di depan nya yang diiringi oleh tangisan orang tua mereka.


"Sekarang semua orang sudah mati, jadi kami harus bagaimana?" mereka saling memandang dan masih dalam suasana kebingungan dengan semua hal yang baru saja mereka lihat, tiba tiba mereka di kejutkan oleh kehadiran roh Wahyu dan Arya yang berusaha menahan roh merah yang berniat mau mencelakakan semua orang, kemudian Roh Wahyu berteriak.


"Kalian semua keluar! lalu tutup gerbangnya agar roh jahat ini tidak bisa keluar!" tanpa menunggu detik mereka semua bergegas keluar dari gerbang dan mereka pun bergegas menutup pintu gerbang itu.


Terjadi perkelahian antar Roh, tapi yang kalah adalah Roh Wahyu dan Arya yang lenyap menjadi cahaya kemudian masuk kedalam liontin Kirana, tapi beruntung karna pintu pagar di tutup sehingga roh itu seolah terperangkap di dalam dan tidak bisa keluar, kemudian roh merah mulai memakan salah satu dari murid yang tadi dia habisi, sehingga pemandangan itu terlalu mengerikan untuk dilihat oleh orang tua nya dan membuat ibu nya pingsan.


Kirana kehabisan akal dan tidak mampu berbuat apapun karna dia tahu roh merah bukan tandingan nya.


Ada beberapa ibu yang berniat membuka pagar untuk mengambil may*at anak nya tetapi di tahan oleh beberapa orang yang lain karna mereka tahu jika gerbang di buka maka roh merah bisa keluar dan mencelakakan semua orang.


Kirana tiba-tiba pingsan dan dalam alam bawah sadar nya dia menemukan cara untuk mengalahkan roh merah itu, ketika Kirana siuman dia langsung berkata.


"Max! Carikan air putih untuk ku!" pinta Kirana kepada Max sambil Kirana memegang kepala nya yang masih terasa sedikit pusing.


"Ini!" sambil Max menyerahkan sebotol air kepada Kirana kemudian Kirana mencari sesuatu kesekeliling nya dengan bingung kemudian Max bertanya.

__ADS_1


"Apa yang kamu butuh kan?"


"Sesuatu yang bisa membuat darah ku keluar!" sahut Kirana sambil melihat ke beberapa tempat, kemudian Max menggeledah laci nya dan menemukan sebuah silet, kemudian Max bertanya.


"Apakah ini bisa di gunakan?" mendengar itu Kirana kemudian melihat kearah Max lalu mengambil silet itu kemudian dengan takut Kirana mengiri*s pergelangan tangan nya dan dar*ah segar pun mengalir masuk kedalam botol yang berisi air, Kirana berteriak kesakitan lalu dia menjilat tangan nya yang terluka dengan lidah nya dan luka nya pun langsung sembuh, setelah itu Kirana menggerakkan botol ditangan nya agar darah nya dan air itu bisa tercampur, setelah itu Kirana menyiramkan air itu membentuk hurup u dari pintu pagar kanan kepintu pagar kiri setelah itu Kirana memberikan botol air itu kepada Max lalu dia pun dengan penuh keyakinan membuka pagar itu dan masuk kedalam untuk berhadapan langsung dengan roh merah.


Melihat pintu pagar sudah terbuka roh merah berusaha terbang menuju keluar pagar tapi seolah dihalangi cermin tubuh roh merah tidak bisa melewati pagar yang sudah dibuat oleh Kirana, kemudian terjadi perkelahian antara Roh merah dengan Kirana tetapi setiap kali Kirana terluka dengan cepat luka nya juga sembuh bahkan sebelum Kirana sempat merasakan rasa sakit nya.


Perkelahian terjadi selama 30 menit kemudian Kirana berhasil melumpuhkan roh itu dan menekannya ke pagar kemudian Kirana berteriak.


"Max! siram tubuh nya dengan air itu!" mendengar perintah itu dengan cepat Max menyiram tubuh roh merah dengan Air dara*h Kirana, kemudian yang terjadi tubuh roh merah mengeluarkan api dan dia terbakar dengan cepat menjadi abu.


"Bagaimana kalau dimasukan kedalam kotak bekal? karna hanya itu saja yang ada di mobil ku." sahut Max.


"Ambilkan!" perintah Kirana kemudian Max pun segera mengambilkan nya lalu menyerahkan nya kepada Kirana dan Kirana pun memunguti semua abu itu kemudian menutup nya, lalu dia menyegel abu itu dengan darah nya yang keluar karna dia menggigit jari tengah nya.


Setelah selesai menyegel nya kemudian Kirana meminta seseorang menggali tanah agar dia bisa mengubur kotak itu dan setelah mengubur nya kemudian Kirana menyegel nya lagi dengan darah nya lalu Kirana berpesan kepada semua orang.

__ADS_1


"Nanti kalian semen saja tempat ini dan usahakan agar kotak berisi roh itu jangan sampai keluar dari tanah ini, atau dia akan membunuh kalian semua bahkan juga membunuh orang lain yang tidak bersalah."


"Tapi bagaimana jika suatu hari nanti ada yang membuka kotak nya secara tidak sengaja?" tanya seorang ibu-ibu.


"Karna itulah kalian harus berusaha agar kotak ini tidak terbuka." sahut Kirana sambil dengan sempoyongan berjalan menuju ke mobil Max, Max yang perhatian pun segera memapah Kirana lalu mereka pun kembali ke kota.


Pagi itu seorang teman Kirana yang bernama Anita tidak masuk ke kampus dan menurut gosip yang tersebar ibunya menghilang tanpa kabar sehingga seluruh keluarga pun sibuk mencari nya, tapi bagi Kirana itu bukan lah hal yang penting untuk difikirkan karna dia juga merasa sangat lelah setelah mengalami kejadian waktu itu dengan roh merah, sehingga dia lebih tertarik untuk mengabaikan hal yang menurut nya tidak penting.


Hari itu setelah 1 bulan Anita, tidak mengikuti pelajaran, semua orang sepakat untuk pergi mengunjungi rumah Anita dan Kirana juga pergi bersama Max.


Setiba nya di rumah itu kedatangan Kirana disambut oleh roh dari Ibunya Anita yang bernama Susan, tidak ada yang tahu tentang kematian Susan karna tidak ada yang mengabarkan kepada pihak keluarga, ketika semua orang duduk didepan rumah untuk menikmati minuman Kirana tiba-tiba berkata kepada Roh.


"Bu' Susan? Anda sudah meninggal? jadi sebenar nya apa yang telah terjadi?" mendengar pertanyaan itu Anita langsung menjerit histeris sambil menangis.


"Bohong! aku tidak percaya ibuku sudah meninggal!" ucap Anita dengan kesal sambil menampar pipi kanan Kirana, melihat hal itu Max juga maju untuk membela Kirana.


"Kamu itu sangat bod*oh! tidak ada alasan untuk kamu tidak percaya pada perkataan Kirana karna kita semua tahu siapa Kirana!" ucap Max kesal.

__ADS_1


"Ya' Anita! kita semua tahu tentang kelebihan nya Kirana jadi menurut ku kita minta bantuan nya saja untuk menemukan ibumu" sahut teman nya yang bernama Gisel, Anita hanya menangis saja dan tidak bisa lagi berkata apa-apa kemudian Bibi nya Anita mendekati Kirana lalu duduk disamping Kirana.


"Tolong ceritakan kepada kami apa sebenar nya yang telah terjadi?" tanya Bibi nya Anita yang bernama Sarah.


__ADS_2