Cinta Sejati Sampai Mati

Cinta Sejati Sampai Mati
Bab 24 Yatim piatu.


__ADS_3

Lica aku mohon jangan pergi! kasihan bayi mu" ucap Erlin sambil berteriak dan menangis tapi Lica dan Rafael mengabaikan nya, justru sebalik nya, Lica mengikuti Rafael terbang ke atas tanpa melihat ke arah bayi nya dengan panik Erlin segera memanggil dokter lalu dokter yang memeriksa Lica berkata.


"Maaf! pasien sudah meninggal" Erlin tidak mampu menahan tangisan nya di saat yang sama ibu pun masuk dan bertanya.


"Erlin apa yang terjadi na!" tidak ada jawaban dari Erlin yang ada hanya tangisan nya saja yang terdengar.


Ibu memeluk mayat Lica sambil menangis.


"Lica maaf kan ibu na' ibu baru bisa datang karna tadi pak Andi menahan ibu untuk pergi, dia meminta penjelasan ibu tentang kejadian tadi" ucap ibu nya dalam tangisan nya, kemudian Neyreen dan Anggel juga datang, Anggel menggendong bayi Lica yang menangis dan berusaha menenangkan nya, bayi Lica pun diam dalam pelukan hangat Anggel.


Kemudian Lica di makam kan di samping makam Rafael, setelah pemakaman selesai Erlin, ibu nya dan Neyreen pulang ke rumah.


Di rumah ibu Diah dan Anggel sudah menunggu kedatangan mereka semua dengan bayi Lica di pangkuan nya Anggel, lalu Erlin mengambil bayi perempuan yang sedang tidur itu dan menggendong nya kemudian mencium nya sambil berkata.


"Sayang! kamu jangan khawatir karna Paman akan menjaga mu, Paman akan memanggil mu, Kirana" ucap Erlin dengan meneteskan air mata nya karna dia sangat iba melihat nasib keponakan nya yang baru berusia 2 hari tapi sudah menjadi yatim piatu.


"Erlin! kalau kamu tidak keberatan ibu bersedia merawat Kirana" ucap ibu Diah.


"Aku juga bersedia merawat Kirana dan aku akan berhenti bekerja" sahut Anggel.

__ADS_1


"Aku yang akan berhenti bekerja" sahut Erlin.


"Apa!" ibu Diah, ibu nya, Anggel dan Neyreen berkata di saat yang bersamaan karna terkejut dengan keputusan Erlin.


"Neyreen, kamu gantikan aku mengurus semua pekerjaan ku dan aku akan sepenuh nya mengurus Kirana, ucap Erlin dengan tegas sambil mencium Kirana beberapa kali kemudian Erlin membawa Kirana ke kamar nya, ibu Diah mengikuti Erlin di belakang dengan membawa botol susu, di kamar Erlin ibu Diah menyerahkan botol susu kepada Erlin sambil mengajari Erlin cara membuat susu dan cara merawat bayi, Erlin pun menyimak nya dan setelah Erlin faham ibu Diah pun meninggal kan Erlin, kemudian semua orang pulang ke rumah masing masing.


Meski ada imah dan Vivian di rumah itu tapi Erlin yang paling banyak mengurus Kirana, Erlin hanya menggunakan Vivian untuk mengganti popok Kirana saja dan imah bertugas mencuci pakaian Kirana tapi yang lebih banyak menggendong dan menidurkan Kirana hanyalah Erlin kalau Kirana menangis Erlin pun juga jadi sedih karna melihat nasib Kirana yang sudah kehilangan ke dua orang tua nya.


Seiring berjalan nya waktu Kirana pun berusia 7 tahun, kehidupan sulit di jalani kirana dan selalu di olok olok teman teman nya karna tidak punya ayah dan ibu bahkan hampir membuat mental nya drop sehingga Kirana tumbuh sebagai anak yang sangat pendiam dan selalu murung, tapi Erlin selalu berusaha menjadi ayah sekaligus ibu, dia selalu berusaha memberikan kasih sayang dan perhatian yang besar kepada Kirana , membuat Kirana tenang jika sudah memeluk Erlin dan badai di hati Kirana juga bisa reda,


Besok adalah hari ulang tahun ke 7 Kirana,semua orang sibuk di meja makan untuk merencanakan pesta ulang tahun Kirana besok tapi Kirana menginginkan hal lain dan bukan pesta.


"Apakah kamu berani sayang?" tanya Erlin meyakinkan Kirana, Kirana pun mengangguk.


"Baik lah, sayang! nanti setelah ini kita ke mall untuk membeli hiasan kamar mu, sekalian untuk pesta ulang tahun mu besok" sahut Erlin.


"Paman! tahun ini aku tidak mau ulang tahun ku di raya kan, aku hanya minta di ajak ke makam ayah dan bunda ku saja" pinta Kirana kepada Erlin.


Erlin pun bingung karna selama ini dia tidak tega menunjukan makam ke dua orang tua Kirana karna dia takut Kirana belum siap menerima kenyataan bahwa ayah dan ibu nya benar benar sudah meninggal, Erlin memandangi ibu nya.

__ADS_1


"Paman selama ini aku hanya bisa memeluk foto ayah dan ibu ku saja ketika aku mau tidur, tapi hari ini aku ingin melihat makam ke dua orang tua ku, tolong Paman!" pinta Kirana memohon.


"Erlin! mungkin sudah waktu nya kita tunjukan kepada Kirana makam ke dua orang tua nya siapa tahu Lica dan Rafael juga merindukan kehadiran Putri mereka" ucap ibu.


"Baik lah bidadari kecil ku,besok kita pergi ke makam ke dua orang tua mu, karna hari ini kita harus mendekorasi kamar baru mu" sahut Erlin sambil memeluk malaikat kecil nya itu.


Setelah sarapan Erlin pergi ke mall bersama Kirana dan imah, kemudian Kirana memilih banyak boneka untuk menghiasi kamar baru nya itu dan seharian semua orang sibuk memasang stiker di kamar dan mengatur ulang kamar seperti kamar anak kecil, dan mulai malam itu Kirana mulai tidur di dalam kamar baru nya.


Ke esokan pagi nya Kirana dan Erlin pergi mengunjungi makam ke dua orang tua nya, melihat makam ke dua orang tua nya membuat Kirana menetes kan air mata nya di atas batu nisan ayah dan ibu nya lalu keajaiban pun terjadi roh Rafael dan roh Lica keluar dari makam itu, bisa di lihat oleh Kirana, Kirana pun memanggil.


"Ayah! ibu!" ucap Kirana menyebut ayah dan ibu nya dengan pandangan mata nya ke atas batu nisan ke dua orang tua nya tapi Erlin tidak bisa melihat nya lalu Erlin bertanya kepada Kirana.


"Sayang! apakah kamu bisa melihat ayah dan ibu mu?"


"Ya, Paman! ayah dan ibu ada di depan ku,ayah dan ibu tersenyum kepada kita" sahut Kirana dengan bahagia kemudian Erlin memeluk nya dengan terharu, Erlin tidak tahu apakah dia harus bahagia atau sedih dengan kehadiran roh Lica dan Rafael di depan Kirana, tapi sepenuh nya Erlin percaya yang di katakan Kirana meski dia tidak bisa melihat mereka.


"Apakah ayah dan ibu mu berbicara sesuatu?" tanya Erlin sambil melepas kan pelukan nya, Kirana pun menggeleng kan kepala nya kemudian Erlin berkata.


"Ayo sayang! kita pulang sekarang, kamu pasti lapar kan" kemudian mereka pun berjalan menuju mobil, Erlin menggendong Kirana dan Kirana menoleh ke belakang sambil berkata.

__ADS_1


"Ayah dan ibu mau ikut pulang juga?" kemudian Kirana tertawa senang dan Erlin pun merasa mulai tidak nyaman dengan kehadiran Lica dan Rafael, karna jika Kirana berbicara sendiri pasti semua orang akan heran nanti.


__ADS_2