
Setiba nya di sebuah restoran Andi dan Reta makan, saat makan Reta berkata kepada ayah nya.
"Ayah! aku suka Erlin, aku ingin menjadi istri nya juga" pinta Reta sambil merengek manja.
"Erlin kebetulan belum menikah, nanti ayah akan tanya kan kepada nya" sahut Andi dan membuat Reta jadi bersemangat.
Sambil makan Andi memandangi wajah Reta yang terlihat bahagia dan Andi ingatan nya kembali ke masa lalu ketika waktu itu Reta berusia 10 tahun dan merengek minta di belikan boneka kepada ibu nya tapi ibu nya membeli boneka yang salah dan warna baju nya tidak seperti yang di inginkan oleh Reta kemudian Reta mengambil pisau di dapur dan membunuh ibu nya dan setelah itu Reta di nyatakan mengalami gangguan jiwa dan di rawat di rumah sakit jiwa selama 10 tahun dan lamunan Andi pun lenyap ketika Reta mengatakan.
"Ayah! jika aku tidak bisa menikah dengan Erlin maka tidak ada siapa pun yang akan menikahi Erlin dan aku akan membunuh siapa pun yang mendekati Erlin" ucap Reta dengan senyuman menyeramkan seperti seorang pembunuh berdarah dingin yang tanpa rasa iba.
Andi sebenar nya juga khawatir tapi dia tahu kalau kemauan Reta di turuti maka semua nya akan baik baik saja.
*****
Pagi itu ibu dan Lica bertemu di dapur, ibu berkata.
"Lica! hari ini kamu jangan masuk kerja ya? bantu ibu dan Imah membuat kejutan pesta ulang tahun Erlin" Lica pun mengangguk, di saat yang sama Erlin datang, kemudian ibu mengubah topik pembicaraan.
"Lica! wajah mu terlihat pucat,apakah kamu baik baik saja?" tanya ibu.
Erlin melihat ke wajah Lica dan berkata.
__ADS_1
"Sebaik nya kamu hari ini tidak masuk ke kantor dan juga perut mu sudah besar menurut ku sebaik nya kamu berhenti saja bekerja karna tujuan mu bekerja kan hanya untuk membersihkan nama Rafael dan sekarang kamu sudah berhasil melakukan nya jadi menurut ku sebaik nya kamu istirahat saja" sambil Erlin mengikat rambut Lica kemudian Lica pun melirik ibu mertua nya.
"Apa yang di katakan Erlin itu menurut ibu sangat benar, kalau kamu mau bekerja lagi nanti saja setelah kamu melahirkan" ucap ibu yang mendukung ucapan Erlin.
Lica pun meneruskan makan nya dan dia tidak bicara apa pun, setelah selesai sarapan Erlin pun pergi sendirian.
Setelah Erlin pergi Lica, Imah, ibu dan perawat pribadi Lica Vivian, mereka berempat mendekorasi ruang tamu seperti yang berulang tahun adalah seorang yang sangat istimewa.
Setelah malam tiba Erlin pun datang dan ketika dia masuk ke rumah dia pun langsung masuk karna pintu tidak terkunci dan dia kaget bukan karna dekorasi nya atau pun Pesta kejutan untuk nya tapi karna Erlin melihat Lica membawa 5 botol minuman ringan yang menurut Erlin itu berat dan berbahaya bagi Lica repleks Erlin pun berteriak.
"Lica! apa yang kamu lakukan!" teriakan Erlin mengagetkan Lica sehingga membuat botol di tangan nya pun terjatuh dan pecah, karna Lica gugup Lica pun langsung memunguti pecahan botol kaca itu dan beling nya melukai tangan Lica tapi Ketika semua orang mau mendekati Lica Erlin membentak mereka.
"Jangan mendekat" pecahan beling dimana mana dan Erlin tidak mau ada yang terluka tapi teriakan Erlin membuat semua orang salah faham dan berfikir Erlin sedang marah sehingga semua orang kemudian duduk diam di sofa, Erlin juga ikut duduk di sofa seolah mau menenangkan diri nya kemudian dia melihat tangan Lica yang berdarah, Erlin pun segera mengambil kotak p3k lalu meletakan nya di atas meja kemudian bertanya kepada ibu nya.
"Imah! bersihkan pecahan kaca itu" setelah menerima perintah imah pun mulai membersihkan dan di bantu Vivian kemudian ibu menjawab pertanyaan Erlin.
"Erlin! apakah kamu lupa kalau malam ini adalah malam ulang tahun mu?"
Erlin melihat ke wajah Lica dengan bingung,sambil menyiram Betadine di tangan Lica, Lica pun memejamkan mata nya untuk menahan perih di tangan nya yang di siram Erlin dengan Betadine.
"Sebenar nya aku tidak ada niat lagi untuk memarahi mu tapi aku hanya minta kamu jangan melakukan pekerjaan apa pun, di rumah ini ada banyak orang dan kamu tidak harus ikut melakukan pekerjaan mereka kan?" ucap Erlin sambil membalut luka di tangan Lica.
__ADS_1
"Tapi terima kasih sudah mau membantu menyiap kan pesta untuk ku" ucap Erlin lagi sambil mengusap kepala Lica dan tersenyum yang mampu mereda kan badai di dalam hati Lica.
Malam itu Erlin mengadakan sayembara untuk Imah dan Vivian yaitu siapa yang bisa makan kue terbanyak akan mendapat kan hadiah uang 2 juta dari Erlin, lomba pun di mulai, mereka berdua pun bersaing dan Lica yang kelelahan tertidur di sofa setelah memberikan hadiah kepada imah kemudian ibu berkata.
"Erlin! adik mu tertidur, antar kan dia ke kamar nya" perintah ibu setelah bicara begitu ibu juga berjalan menuju kamar nya.
Kemudian Erlin mengangkat tubuh Lica dan Imah membantu membuka kan pintu kamar Lica kemudian Imah pun pergi membereskan meja, Erlin meletakan Lica yang tidur di atas ranjang dan setelah menutup tubuh Lica dengan selimut Erlin pun pergi ke kamar nya.
Hari itu Erlin pagi pagi sudah berangkat kerja tapi Lica bangun kesiangan
Suatu hari Andi dan Reta mengundang Erlin untuk makan siang bersama dan Erlin datang bersama Lica sehingga membuat Reta sangat kesal.
"Apa kabar" tanya Andi kepada Erlin.
"Baik" sahut Erlin kemudian Erlin langsung menarik bangku untuk Lica dan membantu nya duduk setelah itu Erlin juga duduk di bangku di samping Lica.
Kemudian Erlin mengambil buku menu lalu bertanya kepada Lica.
"Lica kamu mau makan apa?" kemudian Lica memilih dan yang lain nya juga memilih menu, selama menunggu hidangan yang di pesan datang, Andi dan Erlin berbicara tentang bisnis tapi mata Reta tidak berkedip memandangi ketampanan Erlin dan ketika hidangan di depan mereka, saat makan Andi bertanya.
"Erlin! apakah kamu punya rencana untuk menikah?"
__ADS_1
Lica tersedak saat mendengar pertanyaan itu karna dia tahu Erlin tidak punya kekasih jadi bagaimana Kaka nya akan menikah.
Dengan cepat Erlin mengambil kan air putih di meja lalu memberikan minum kepada Lica kemudian mengambil kan tisu dan membersihkan kan wajah Lica, Reta memandangi nya dengan di penuhi rasa iri dan cemburu membakar hati nya.