
"Tidak ada" sahut Kirana, sambil terus memandangi foto ayah dan ibu nya.
"Kemana?" tanya Erlin lagi, karna dia penasaran dan juga khawatir kalau ucapan nya semalam, sudah menyebab kan Lica tersinggung dan pergi.
"Mungkin sibuk!" sahut Kirana sambil berbaring kemudian memejamkan mata nya sambil memeluk Poto ayah dan ibu nya.
"Sibuk? apakah hantu bisa sibuk?" Erlin bergumam karna dia penasaran, Erlin juga khawatir ucapan nya kepada Lica membuat Lica pergi dan meninggalkan anak nya lagi karna sekarang Kirana terlihat murung lagi.
Suatu hari.
Erlin menerima undangan untuk peresmian pembukaan hotel teman nya yang bernama Aliyando, Salah satu hotel milik Aliyando juga di bangun bersama dengan salah satu restoran nya Erlin.
Hotel itu sempat di tunda pembangunan nya selama 1 tahun karna ada masalah keuangan dan di acara pembukaan hotel itu Kirana juga pergi bersama Erlin, tapi di tengah meriah nya pesta ketika semua orang sedang menikmati makanan tiba tiba Kirana berkata kepada Aliando.
"Paman' aku ingin bertanya apa yang Paman pilih ketika Paman harus memilih, apakah lebih penting uang atau kabar tentang ayah Paman?" pertanyaan itu membuat Aliyando bingung kemudian dia berkata.
"Aku akan memilih ayah ku" sahut nya.
"Dan apa yang akan terjadi jika hotel ini nanti tidak ada yang berani berkunjung ketika mereka takut dengan sejarah hotel ini?" tanya Kirana lagi.
"Bidadari kecil ku, sebenar nya ada apa sayang?" tanya Erlin dengan bingung.
"Ada hantu di hotel ini Paman" sahut Kirana, membuat Neyreen, Anggel, Aliyando dan Erlin terkejut kemudian Aliyando berkata.
"Hentikan musik nya" teriak nya, kemudian musik pun di hentikan dan Aliyando mulai bertanya.
__ADS_1
"Katakan di mana dan berapa banyak hantu itu?" tanya nya gugup.
"Hanya satu Paman" sahut Kirana sambil melihat lagi ke tempat roh itu berada dan karna itu adalah pembukaan sebuah hotel berbintang maka acara itu pun kembali di liput oleh saluran berita bahkan secara langsung dan dengan ragu Kirana berkata kepada Erlin sambil memeluk Erlin.
"Paman..." ucap nya gugup.
"Jangan khawatir sayang, bantu lah roh itu" ucap Erlin sambil memeluk keponakan nya, kemudian Kirana melepaskan pelukan nya dan melihat lagi ke arah hantu itu kemudian Kirana bertanya.
"Nama Paman siapa?"
kemudian.
"Paman Arfan Mahesa?" ucap Kirana, yang membuat Aliyando terkejut karna Arfan Mahesa adalah nama ayah nya.
"Maksut mu Arfan Mahesa, apakah ayah ku? " tanya Aliyando tegang, kemudian Kirana melihat ke arah roh lalu berkata.
"Tidak mungkin!" sahut menantu nya, kemudian Kirana menoleh lagi ke arah roh itu.
"Tapi ayah ku malam itu melakukan panggilan vidio call yang mengatakan mendadak dia harus pergi ke Amerika untuk istirahat dari pekerjaan dan menenangkan diri di sana, bahkan paspor nya juga sudah tidak ada" sahut Aliyando yang sangat meragukan keterangan Kirana kemudian Kirana pun terkejut karna roh berteriak.
"Tangkap Rangga!" ucap Kirana menirukan suara teriakan roh itu karna Rangga berusaha kabur kemudian di tangkap oleh beberapa orang dan Aliyando memulai pertanyaan.
"Di mana ayah ku?" teriak Aliyando.
"Di luar negri, bu- bukan kah seperti itu yang di katakan kepada mu ha- hari itu" sahut nya gugup.
__ADS_1
"Jawab yang jujur" bentak Aliyando lagi.
"Ta- tapi mengapa ka- kamu percaya omongan seorang anak kecil? dia hanya sedang berbohong, bu- bukan kah ma- malam itu ayah mu langsung yang mengatakan nya kepada mu dan berkata mendadak harus pergi ke Amerika" sahut nya lagi, kemudian Kirana menoleh lagi ke arah roh itu karna dia tidak faham apa yang harus dia katakan lagi.
"Paman yang sudah membunuh nya" ucap Kirana yakin.
"Berbohong! mana bukti nya aku!" bentak nya lagi, sehingga membuat Kirana jadi ketakutan kemudian memeluk Erlin.
"Kirana katakan dengan jelas sayang" bujuk Erlin.
"Aku minta cat warna hitam" sahut Kirana pelan, tidak lama kemudian cat hitam datang dan Kirana berkata.
"Paman, pindahkan sofa ini" ucap Kirana, kemudian semua orang memindahkan sofa yang mewah itu ke pojok lain dan Kirana mulai menggambar dengan arahan dari roh dan di lantai itu jadilah gambar tubuh manusia kemudian Kirana berkata.
"Mayat itu berada di dalam sini" ucap Kirana sambil menunjuk di tempat yang tadi dia gambar.
Dengan ragu mereka kemudian menelpon polisi dan juga ahli yang bisa membongkar lantai keramik itu, dan setelah beberapa jam lantai mulai terbuka sedikit dan di temukan jari kaki di dalam pecahan keramik itu, semua orang pun mulai percaya pada yang di katakan Kirana dan mencoba membongkar keramik itu lebih hati hati agar tidak menghancurkan mayat yang ada di dalam nya.
Saking lama nya pembongkaran itu selesai, Kirana sampai tertidur dalam dekapan Erlin kemudian Rangga menjelas kan.
"Malam itu setelah berbicara dengan mu, kemudian aku dan ayah mu mengunjungi tempat ini dan ayah mu mengatakan kalau dia akan menyerahkan jabatan nya kepada anak nya Aliyando dan aku pun mau anak ku menjadi orang penting juga di tempat ini karna aku juga sudah ikut membangun tempat ini walau pun cuma 30%, tapi ayah mu menolak mempekerjakan anak ku dan langsung merobek surat perjanjian kami, sehingga membuat ku saat itu secara tidak sadar memukul kepala nya dengan palu" ucap nya sambil menangis dengan rasa yang di penuhi banyak penyesalan, Aliyando pun bermaksud mau menghajar Rangga tapi banyak orang yang berusaha menangkap tubuh Aliyando agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat fatal bagi Rangga mengingat usia Rangga juga sudah tua yaitu 55 tahun, terkena sentil sedikit saja bisa jadi dia sekarat.
Kemudian polisi membawa Rangga ke kantor polisi, mayat Arfan juga di bawa ke rumah sakit, Aliyando mengucapkan terima kasih nya kepada Erlin karna berkat bantuan Kirana dia bisa menemukan orang tua nya meski pun hanya mayat nya saja, Erlin mengangguk kemudian berjalan pulang sambil membawa Kirana yang tertidur dalam pelukan nya.
Sampai nya di mobil kemudian Erlin meletakan Kirana di bangku dan sekilas Erlin melihat ada dua tetes roh yang sudah mengisi liontin nya, kemudian mereka pun pulang, setiba nya di rumah Erlin mengantar kan Kirana ke kamar nya kemudian Erlin pun juga pergi ke kamar nya lalu tidur.
__ADS_1
Pagi itu berita utama di televisi adalah tentang penemuan mayat itu di hotel, tapi beruntung penemuan itu tidak membuat para tamu ketakutan tetapi bahkan banyak yang penasaran dengan hotel itu dan hotel itu di juluki hotel uji nyali dengan tema mayat di lantai dan bagi yang memiliki nyali tinggi mereka merasa tertarik untuk datang dan melihat langsung ke TKP, dan atas usul para tamu lobang mayat itu tidak di tutup tetapi di biarkan saja sebagai salah satu tempat bersejarah di hotel itu, bahkan ratusan tamu sudah antri di daftar tunggu karna ingin merasakan langsung sensasi menginap di hotel itu.