Cinta Sejati Sampai Mati

Cinta Sejati Sampai Mati
Bab 33 Roh ke Enam


__ADS_3

"Aku bisa menemukan mayat itu" sahut Kirana kemudian Kirana bertanya kepada roh.


"Di mana mayat mu?" setelah diam sejenak Kirana berkata lagi.


"Besok pagi kita pergi ke hutan dan di hutan itu kita akan menemukan mayat Camelia, tapi mayat nya berada di bawah jurang jadi bawa beberapa peralatan untuk memudahkan pekerjaan kita" ucap Kirana kepada polisi itu.


"Baiklah untuk sementara malam ini kamu menginap di kantor polisi" ucap pak polisi kepada Wati dan dengan di temani Neyreen kemudian Wati di bawa ke kantor polisi.


"Ke esokan pagi nya mereka tiba di TKP dan sesuai arahan Kirana mayat Camelia pun di temukan dan misi pun selesai, tetesan roh dalam liontin pun juga bertambah lagi.


Beberapa hari kemudian ada kegiatan kampus di luar, Kirana dan 20 orang teman kampus nya pergi ke sebuah desa yang cukup ramai dengan kondisi ekonomi pedesaan yang bisa di sebut kurang maju, tetapi di desa itu ada di bangun sebuah rumah yang sangat mewah, mereka menyebut rumah itu milik juragan Kardun, ketika melewati rumah itu Kirana melihat seorang roh anak kecil yang duduk di depan rumah itu sambil melamun, tapi karna Kirana lelah dia pun mengabaikan roh itu dan terus berjalan mengikuti semua teman teman nya menuju ke penginapan.


Hari itu ketika Kirana dan 5 teman nya pergi ke pasar, roh dari rumah nya juragan Kardun mendekati Kirana dan berkata.


" Aku tahu, Kaka bisa melihat ku." ucap nya sambil memandangi wajah Kirana yang terlihat cuek kepada nya.


Setelah selesai berbelanja kemudian Kirana dan 5 teman nya kembali ke penginapan kemudian Kirana duduk bersama teman teman nya di luar karna lelah dan salah satu teman Kirana yang bernama Susi berkata.


"Kok aku merasa merinding ya...?"


"Mungkin karna di depan mu ada roh." sahut Kirana sambil tersenyum dan membuat semua teman nya menjerit terkejut.


"Aaaa.....!" sambil mereka berpelukan, kemudian dengan serius Kirana berkata kepada teman teman nya.

__ADS_1


"Ada roh yang membutuh kan pertolongan ku" kemudian Kirana melirik ke arah roh itu sambil mendengarkan cerita nya kemudian Kirana berkata kepada teman teman nya.


"Roh ini minta bantuan ku, dia meninggal karna menjadi tumbal untuk pesugihan si tuan tanah yang bernama juragan Kardun, tapi aku tidak faham cara menolong nya." ucap Kirana sambil berfikir, kemudian teman nya yang bernama Nindi berkata.


"Apakah kamu tahu di mana mayat nya?"


"Aku tahu." sahut Kirana.


"Maka kita bisa langsung melaporkan kepada polisi jika kita punya bukti!" ucap Paulina sambil melirik ke arah yang lain dan yang lain pun mengangguk.


Kirana pun melamun karna dia belum faham cara menjelaskan kepada polisi dan dia bingung dari mana harus memulai, lamunan Kirana pun hilang ketika teman nya yang bernama Siska, berkata.


"Aku yang akan ke kantor polisi" Mendengar itu Kirana hanya diam sambil melirik ke arah 2 teman nya yang berjalan pergi.


"Apakah kamu yakin ada makam di pekarangan rumah juragan Kardun?" tanya polisi yang bernama Anwar itu.


"Saya sangat yakin" sahut Kirana.


"Kalau begitu kita pergi sekarang ke tempat juragan Kardun dan kita berikan anak itu keadilan, tapi ingat! jika informasi mu salah, maka kamu yang mungkin akan berada di penjara!" ucap polisi itu lagi berusaha memperingatkan Kirana tentang bahaya pencemaran nama baik seseorang.


"Saya faham pa!" sahut Kirana kemudian mereka berdua pergi ke rumah juragan Kardun yang saat itu sedang sibuk memandikan burung Beo peliharaan nya, melihat kedatangan polisi ke rumah nya Kardun pun merasa heran dan bertanya.


"Apakah ada yang bisa saya bantu?"

__ADS_1


"Begini juragan, saya menerima laporan bahwa di pekarangan rumah juragan ada sebuah makam seorang anak dan...." belum selesai menjelaskan juragan Kardun langsung mengambil sapu lalu, memukul ke arah polisi dan juga Kirana sehingga membuat polisi yang tadi nya ramah berubah menjadi galak.


"Dengar juragan! saya juga tidak percaya dengan keterangan gadis ini, jadi untuk membuktikan nya saya minta Anda bekerja sama" ucap nya dengan tegas.


"Ini rumah saya dan saya tidak mengizinkan siapa pun mengganggu tempat tinggal saya!" sahut nya dengan nada yang tinggi.


"Jika juragan tidak mau bekerja sama maka jangan salah kan saya jika saya menggunakan kekerasan" sahut Pak polisi itu lagi.


"Bandot! usir mereka dari rumah ku" perintah juragan Kardun kepada anak buah nya yang sejak tadi berdiri di belakang nya, tanpa menunggu lagi, langsung saja pria yang di perintah kan menuruti ucapan tuan nya dan membuat polisi terpaksa mundur kemudian keluar dari daerah kekuasaan juragan Kardun itu, karna Bandot selain terlihat sangar dia juga bertubuh besar dan terlihat kuat.


Pak Anwar melihat ke arah Kirana kemudian berkata.


"Aku akan membawa beberapa anggota ku ke sini, tapi ingat lah! nama baik kami sedang di pertaruh kan di sini, jadi terakhir kali aku bertanya, apakah semua informasi mu benar atau hanya ilusi?" mendengar pertanyaan itu Kirana hanya mampu tersenyum tipis kemudian berjalan menjauhi tempat itu.


Sebenar nya polisi juga berharap juragan Kardun masuk penjara karna selama ini sangat banyak laporan datang ke kantor polisi yang di akibat kan kelakuan juragan Kardun ini, ada yang melapor bunga pinjaman yang tinggi, ada juga yang melapor tentang barang yang di sita sebagai jaminan hutang, tapi paling banyak masalah yang di buat juragan itu adalah ketika orang tua nya tidak mampu membayar hutang maka anak perempuan nya yang di jadikan istri oleh juragan itu yang sudah memiliki sangat banyak istri.


Setelah Kirana tiba di tempat teman teman nya dia pun bingung dan tidak tahu harus berbuat apa karna dia faham pasti sulit bagi siapa pun untuk percaya kepada nya, Kirana pun hanya diam dan tidak berbicara apa apa karna dia sedang berusaha memahami situasi nya.


2 Jam kemudian polisi Anwar datang lagi dengan membawa puluhan rekan nya kemudian berkata kepada Kirana.


"Ayo! kita selesai kan segera kasus ini" ucap polisi kepada Kirana kemudian Kirana pun mengangguk dan di ikuti beberapa teman nya mereka pun pergi ke rumah juragan Kardun.


Sampai nya di rumah itu ternyata juragan Kardun sudah menyiap kan puluhan preman di depan rumah nya sehingga kedatangan polisi juga langsung di usir lagi, tetapi pak Anwar sengaja melepaskan tembakan peringatan agar mereka semua mau bekerja sama.

__ADS_1


__ADS_2