
"Paman, saya ingin mengatakan bahwa rumah yang sedang Paman bangun berada di atas sebuah makam" ucap Kirana kepada pemilik bangunan, kemudian pak Daus bertanya.
"Apakah ada hantu nya"
"Iya Paman" mendengar ada hantu kemudian Daus berfikir dia akan membatalkan membangun rumah pribadi tapi mengganti nya dengan rumah kontrakan dan dia berencana akan mengontrakkan rumah itu dengan uang yang di bayar di muka sehingga jika penghuni nya kabur sebelum kontrak nya habis maka dia pasti akan untung dan begitulah yang sedang di fikirkan daus sehingga dia berkata kepada Kirana.
"Ini bangunan milik ku, tanah ini juga milik ku, jadi jangan ikut campur" bentak nya sambil mendorong Kirana sampai Kirana terjatuh, membuat Erlin langsung emosi kemudian terjadi perkelahian, beberapa orang berusaha melerai kemudian mereka memanggil pak RT untuk menyelesaikan nya karna tentu saja Erlin yang kaya tidak akan mau meminta maaf ketika dia tidak bersalah dan sebalik nya karna merasa di serang, si daus pun juga tidak mau mengalah dan berusaha memojokkan Erlin karna Daus hanya ingin Kirana dan Erlin pergi agar pembangunan rumah nya tidak tertunda dan berjalan sesuai rencana nya.
Kehadiran pak RT membuat Daus semakin jengkel apalagi saat pak RT memulai pertanyaan nya.
"Tolong bapa bapa' jelaskan apa masalah nya yang menyebabkan perkelahian ini" ucap pak RT, kemudian Erlin menjelaskan maksut kedatangan nya tapi langsung di bantah oleh Daus dengan alasan.
"Mereka pasti berbohong dan saya yakin hal seperti itu tidak ada, di zaman seperti ini mana ada hantu!" ucap nya, kemudian pak RT melihat ke wajah Kirana sedikit lebih lama kemudian.
"Perasaan bapa pernah melihat kamu" ucap nya sambil mengingat ingat.
"Nama saya adalah Kirana Paman" sahut Kirana dengan sopan.
"Oooo...iya, kamu Kirana yang dulu pernah terkenal beberapa tahun yang lalu sebagai pemburu hantu" ucap pak RT bersemangat, kemudian semua orang yang ada di tempat itu langsung melihat juga ke arah Kirana bahkan ada yang berkata.
__ADS_1
"Pantesan perasaan pernah lihat tapi lupa dimana..." ucap seorang pria yang bernama pak Danang.
"Begini pa' Daus! saya sepenuh nya percaya kepada Kirana, jadi biarkan dia menolong mayat itu" ucap pak RT, mendengar keputusan itu Daus pun tidak bisa lagi berkata apa apa selain menuruti perintah dan setelah tanah yang di maksut Kirana di gali mereka menemukan tulang belulang dan Adam pun bercerita.
Adam adalah anak yang pernah bermain di tempat itu dulu, 15 tahun yang lalu dia sendirian ke tempat itu untuk mengejar layang layang, kemudian secara tidak di duga tiba tiba tanah di tempat itu mengalami longsor dan Adam terkubur tanpa ada yang tahu, sekarang ayah dan ibu nya sudah meninggal dan Adam tidak punya siapa siapa lagi jadi pak RT memutuskan.
"Kita akan makam kan mayat ini di lokasi pemakaman umum, nanti kami yang akan mengurus nya" ucap pak RT, kemudian roh mengangguk kemudian Kirana pun berkata.
"Ya pak RT, sekarang kami serahkan semua nya kepada pak RT dan kami akan pulang sekarang" ucap Kirana.
"Tunggu dulu!" sahut pak RT sehingga membuat Kirana bingung dengan alasan mengapa dia harus menunggu.
'Mengapa?" tanya Kirana heran.
Hari itu Kirana dan Erlin datang ke panti asuhan kasih bunda untuk mengunjungi ibu Diah yang sedang sakit dan ibu Diah pun banyak bercerita tentang Lica kepada Kirana, membuat Kirana merasa terharu dengan kehidupan masa lalu ibu nya yang sangat menyedihkan itu, semakin kuat tekat Kirana untuk bisa memanggil ibu nya kembali agar di kehidupan ke dua ibu nya bisa lebih baik.
*****
Waktu pun berlalu lagi dan tahun pun terus berganti sekarang usia Kirana sudah 20 tahun, Kirana sekarang sudah kuliah dan mengambil jurusan hukum, tetapi sangat sulit mengumpul kan roh yang membutuh kan pertolongan nya sehingga membuat Kirana hampir putus asa.
__ADS_1
Suatu hari di kampus, datang lah sepasang suami istri yang sedang mencari anak nya karna sudah 1 Minggu tidak ada kabar nya.
Tania, begitulah nama nya usia nya 21 tahun dan mengambil jurusan yang berbeda dengan Kirana.
Tidak ada yang tahu di mana Tania dan tidak ada yang ingat kapan terakhir mereka bertemu Tania, kemudian dosen mengajak ayah dan ibu nya Tania untuk menemui Kirana, karna siapa tahu Kirana bisa membantu dan saat itu adalah waktu yang tepat karna Kirana sudah selesai mengerjakan tugas sekolah nya jadi mereka bertiga langsung masuk untuk menemui Kirana, sebelum mereka mulai berbicara Kirana langsung bilang.
"Diam!" semua orang saling memandang dan tidak faham mengapa mereka di suruh diam, Kirana juga hanya pokus pada sesuatu sambil mengangguk kemudian Kirana berkata.
"Tania di bunuh!" ucapan Kirana langsung membuat kaget semua orang mengingat tujuan mereka memang bermaksud mencari kabar tentang Tania, tapi tidak di sangka ternyata yang mereka cari sudah meninggal.
"Tania di bunuh oleh pria bernama Thomas dan pria itu adalah seorang tukang parkir di sebuah tempat hiburan" ucap Kirana sambil membereskan buku nya kemudian dia pun berjalan keluar kemudian duduk di bangku di depan kampus yaitu tempat yang jauh dari orang banyak karna dia mau menceritakan kejadian nya dengan detail, ayah dan ibu Tania mengikuti nya di tambah lagi dua dosen yang juga ingin tahu cerita nya dan Kirana pun mulai bercerita.
"Tania dan Thomas sudah lama berpacaran yaitu dua tahun..." mendengar cerita itu langsung ibu nya Tania berteriak kepada Kirana dengan berkata.
"Mengapa kamu baru mengatakan nya sekarang!"
"Saya juga baru tahu hari ini!" sahut Kirana kesal.
"Tapi kamu bilang anak ku pacaran sudah 2 tahun!" ucap ibu itu lagi sambil nyolot sehingga membuat Kirana merasa tambah kesal kemudian dia langsung berdiri dan berniat untuk pergi meninggalkan mereka, tapi dosen nya yang bernama ibu Irma faham situasi nya kemudian berkata.
__ADS_1
"Ibu' Kirana sekarang sedang berkomunikasi dengan hantu dan dia baru tahu juga kisah nya, jadi biarkan Kirana selesai menjelaskan agar dia bisa membantu ibu menemukan mayat anak ibu" bujuk ibu Irma berusaha menjelaskan.
"Anak ku bukan hantu! kenapa kalian memfitnah anak ku!" sahut nya lagi.