Cinta Sejati Sampai Mati

Cinta Sejati Sampai Mati
Bab 6 Ternyata pria idaman


__ADS_3

Erlin selesai sarapan dan dia berjalan keluar untuk berangkat kerja, sementara Rafael memang tidak bekerja jadi dia masih dengan santai duduk di meja makan dan dari luar bel berbunyi, Erlin kebetulan sudah berada di balik pintu jadi begitu bel berbunyi Erlin langsung membuka pintu dan dia melihat sepasang suami istri.


"Maaf pa'seperti nya kami salah alamat,ada yang ngerjain kami kata nya kami di suruh datang kemari" ucap Iyem dengan wajah merah karna malu.


Erlin langsung faham bahwa mereka adalah orang yang baru saja di cerita kan oleh adik nya tadi.


"Pasti kamu Udin? dan kamu Iyem kan?" tanya Erlin sambil menunjuk ke arah Udin dan istri nya lalu dengan bingung Udin pun mengangguk kemudian Erlin berkata lagi.


"Masuk lah karna Rafael sudah menunggu mu"


Kemudian suami istri itu masuk sambil melongo memandangi ke segenap penjuru rumah keluarga Romanov yang bagai kan istana itu dan Rafael datang dari dapur sambil berkata.


"Udin!! apakah kamu kesulitan menemukan rumah ku?" tanya Rafael, masih dalam keadaan bingung Udin mengangguk lalu bertanya.


"Kamu di sini ngapain? kamu sopir atau security?" tanya Udin dan pertanyaan itu membuat semua orang tertawa kemudian ibu mempersilah kan ke dua tamu nya duduk dan memulai bercerita.


"Rafael ini adalah adik nya Erlin dan Erlin adalah CEO di perusahaan keluarga Romanov dan tadi Rafael meminta Erlin untuk mempekerjakan kamu di perusahaan juga jika kamu mau" ibu nya menjelas kan.


"Wah mau banget mas, kebetulan saya lagi nyari kerjaan dan saya kesulitan menemukan pekerjaan karna reputasi saya jelek mas" jawab Udin dengan bersemangat.


"Kamu nanti datang saja ke kantor dan cari pria bernama Neyreen Bulidah dan saya akan cerita kan tentang kamu kepada nya maka kamu akan masuk di perusahaan saya tanpa syarat"


Kemudian Udin dan Iyem pun saling memandang dengan bahagia dan Erlin menyerah kan amplop berisi uang 50 juta kepada Udin sambil berkata.


"Ini uang untuk menggantikan biaya rumah sakit anak itu" Kemudian Erlin berdiri dan berkata.

__ADS_1


"Aku akan pergi sekarang karna aku ada rapat 1 jam lagi dan datang lah nanti ke kantor,tanya kan kepada Rafael alamat kantor kami"


"Wooa lah pak,kalau alamat perusahaan keluarga Romanov tanya sama anak saya yang berusia 5 tahun juga pasti udah tau" sahut istri nya Udin dan mereka semua tertawa kemudian Erlin pergi.


Setelah itu Rafael mengajak Udin dan istri nya ke rumah sakit, sampai nya di luar Rafael terkejut ada mobil angkutan kota warna hijau di depan rumah nya.


"Apakah kalian datang tadi naik mobil ini?" tanya Rafael sambil menunjuk mobil itu kemudian Udin dan istri nya mengangguk dengan senyuman lebar.


Kemudian mereka semua naik mobil itu untuk datang ke rumah sakit dan setiba nya di rumah sakit, mereka ke kamar Dina dan di kamar itu sudah ada ibu Diah yaitu ibu pengurus panti asuhan kasih bunda, ibu Diah melihat ke arah mereka bertiga lalu bertanya.


"Pasti kalian adalah orang yang di cerita kan si Dina yang kata nya seperti malaikat?" Rafael dan Udin tersenyum lalu Udin bilang.


"Aaah ibu bisa aja!!"


"Saya tahu tadi pagi karna Dina pamit pergi beli buku kemaren dan dia tidak pulang kemudian semalaman saya dan para pengurus panti asuhan mencari nya, kami pun sampai di tempat kejadian dan dengan bekal Poto Dina kami menemukan Dina di sini" kata ibu Diah menjelas kan kemudian Dina berkata.


"Waah... Sayang banget...kamu terlambat datang karna sekarang aku sudah mencintai wanita lain" sahut Rafael dengan senyuman manis kepada Dina kemudian Dina berkata lagi.


"Kenal kan aku kepada wanita itu dan aku mau katakan kepada nya kalau kakak adalah pria terbaik di dunia" Rafael pun tersenyum.


"Nanti setelah kamu sembuh kita akan bertemu dengan nya,tapi dia wanita yang mudah marah bahkan sekarang saja wanita itu sedang tidak mau berbicara dengan ku" sahut Rafael sambil curhat.


"Sebaik nya kakak menikah saja dengan kakak peri ku karna kakak peri kami wanita yang sangaaaat baik nanti aku kenal kan ya ka'" Rafarl mengangguk, Kemudian ibu Diah berkata kepada Rafael, Udin dan istri nya.


"Lain kali datang lah berkunjung ke tempat kami di panti asuhan yang bernama Kasih Bunda kalian pasti akan merasa terhibur di sana" ucap ibu Diah,kemudian Rafarl ingat nama panti asuhan itu adalah tempat Lica juga di besar kan sehingga Rafael mulai bersemangat untuk lebih akrab dengan mereka lalu menawarkan diri.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita sekarang ke panti asuhan itu karna aku mau berkunjung sekarang dan biar kan Udin bersama istri nya di sini menjaga Dina" Pinta Rafael, ibu Diah pun setuju dan Rafael berkata kepada Udin.


"Pinjem mobil nya ya mas udin!!" Udin pun menyerah kan kunci mobil kepada Rafael kemudian Rafael bersama ibu Diah mengunjungi panti.


Sampai nya di panti, Rafael cepat akrab dengan anak anak panti dan ibu Diah menceritakan tentang Rafael kepada semua anak anak yang ada di panti, kemudian anak anak panti memanggil nya malaikat penolong Dina.


Setelah sore Rafael pun pulang ke rumah dan dia lupa mengantar kan mobil kepada Udin,Sampai di rumah Rafael langsung masuk ke kamar dan langsung tidur.


Ke esokan pagi nya ketika Rafael berada di luar rumah dia bingung ketika melihat mobil angkutan kota ada di depan rumah nya di waktu yang sama Erlin keluar dari rumah dan sambil menunjuk mobil hijau itu Rafael bertanya kepada Erlin.


"Kaka apakah aku yang membawa mobil itu semalam?"


"Entah lah" sahut Erlin bingung.


"Kakak apakah Udin sudah bekerja hari ini?" tanya Rafael.


Erlin berpikir sejenak kemudian berkata.


"Seperti nya iya"


"Kakak tolong beli mobil ini dari Udin" pinta Rafael dan tanpa banyak bertanya Erlin berkata.


"Ok!!"


Kemudian Erlin pergi bekerja dan Rafael juga pergi dengan mobil hijau nya ke sebuah mini market untuk membeli beberapa cemilan dan mengantar kan nya ke panti kemudian bermain bersama anak anak panti lagi sampai sore.

__ADS_1


Di restoran, Lica selalu melihat ke arah pohon Ketapang setiap hari karna selama beberapa hari dia tidak melihat Rafael dia mulai khawatir dan juga rindu.


__ADS_2