CINTA TAK TERSELAMATKAN

CINTA TAK TERSELAMATKAN
Bab 22 ITU DIA


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Alea sudah rapi, Alea mengenakan setelan celana bahan berwarna hitam dan untuk bagian atasnya Alea memakai blus berwarna kuning gading, meskipun penampilan Alea sangat sederhana akan tetapi karena kesederhanaannya justru penampilan Alea terlihat sangat cantik.


Hari ini Alea akan melakukan sesi wawancara dengan pihak HRD tempat Alea melamar pekerjaan. Tapi sebelum berangkat Alea terlebih dahulu mempersiapkan semua kebutuhan Aska putranya hal itu di karenakan Alea tidak ingin membuat bu Siti dan pak Eh kerepotan saat mengurus Aska. Alea mempersiapkan susu dan botol Aska karena Aska masih mengunakan dot untuk minum susu.


Sebelum berangkat Alea terlebih dahulu berpamitan kepada bu Siti dan pak Eh tak lupa Alea menitipkan pesan untuk Aska agar tidak nakal jika dirinya pergi. Alea berangkat dengan wajah berseri-seri ada doa dan harapan yang terpatri dalam hatinya, sepanjang perjalanan Alea tak henti-hentinya berdoa dalam hati meminta pada Tuhan agar di permudahkan segala urusannya hari ini. Alea berangkat menggunakan kendaraan umum, yaitu bus.


Kini Alea sedang berdiri di halaman sebuah gedung yang menjulang tinggi keatas, Alea menegakkan kepalanya supaya bisa melihat ujung dari bangun itu. Dari kejauhan Juju ternyata sudah menunggu kedatangan Alea, Juju ingin mengantarkan sendiri Alea bertemu dengan HRD.


"Alea...!" panggil Juju dari jarak yang tidak begitu jauh. Alea yang merasa bahwa dirinya di panggil langsung mencari sumber suara tersebut.


"Ju, ..."ucap Alea, dengan langkah besar Alea segera menghampiri Juju.


"Bagaimana, sudah siap?" tanya Juju.


"Sudah, aku sudah siap. Bagaimana penampilan ku?" ucap Alea. Alea ingin Juju menilai penampilannya saat ini.


"Cantik....."hanya satu kata itu yang diucapkan oleh Juju untuk memuji penampakan Alea.


"Ayo, aku antar keatas, HRD sudah menunggu," ajak Juju. Alea pun mengikuti langkah kaki Juju memasuki gedung tersebut.


Untuk mencapai lantai tempat HRD Juju dan Alea mengunakan lift, sampai di lantai yang di tuju Juju langsung mengantarkan Alea ke ruangan HRD.


Juju dan Alea berdiri fi depan pintu yang terpasang sebuah plang kecil bertuliskan HRD. Alea mengkoreksi sedikit penampakannya sebelum masuk ruangan HRD.


Tok


Tok


Juju mengetuk pintu HRD meminta ijin untuk masuk keruangan tersebut.


"Masuk...!" seru seseorang dari dalam ruang HRD.


Juju langsung membuka pintu ruangan tersebut setelah mendengar instruksi dari dalam.


"Permisi...." ucap Juju sopan sambil melangkah masuk kedalam ruangan.


"Oh Juju, ada apa?" ucap wanita cantik yang duduk di balik meja kerja. Wanita itu adalah kepala HRD.


"Ini bu, saya bawa teman saya. Katanya hari ini mau interview," terang Juju. Wanita itu pun langsung mengalihkan pandangannya kepada Alea. Wanita itu setengah mengerutkan alisnya setelah melihat Alea.


"Yang bener, wanita cantik ini mau jadi ob," ucap wanita itu dalam hatinya.


"Oh, silahkan duduk," wanita itu mempersilahkan Alea untuk duduk. Juju pun pamit untuk melanjutkan tugasnya sebagai OB.

__ADS_1


Alea duduk di hadapan wanita itu dengan perasaan deg-degan, Alea terus saja mengucapkan doa dalam hatinya. Wanita itu mengambil berkas lamaran Alea diberikan Juju. Wanita itu membaca sekilas tentang profil Alea, setelahnya wanita itu menatap wajah Alea.


"Yakin kamu mau kerja disini sebagai OB?"'


"Saya yakin bu, saya butuh pekerjaan ini,* jawab Alea jujur.


"Kamu itu cantik, apa nggak malu kerja sebagai OB?" tanya wanita itu sekali lagi.


"Yakin bu, saya nggak malu. Selama pekerjaan itu halal apapun akan saya kerjakan," jawab Alea tegas.


"Baiklah, kamu di terima bekerja disini. Dan mulai besok kamu sudah bisa mulai bekerja," terang wanita itu. Alea pun langsung tersenyum bahagia mendengar bahwa dirinya di terima bekerja.


"Makasih bu, saya janji akan bekerja dengan gita," ujar Alea.


"Tapi, ingat. Saat ini kamu akan di kontrak dulu selama enam bulan, jika kerjamu rajin maka akan ada pembaruan baru lagi," ujar wanita itu.


"Baik, bu terimakasih," ucap Alea.


Setelah selesai Alea langsung pulang ke rumah, dirinya sudah tidak sabar ingin menyampaikan berita bahagia ini. Sepanjang perjalanan pulang Alea selalu tersenyum,ada secercah harapan yang ada dalam hatinya. Setidaknya kehidupan mereka nanti akan lebih baik lagi.


Tiba di halaman rumah Alea melihat Aska putranya sedang bermain dengan pak Eh, Alea langsung menghampiri Aska dan memeluknya.


"Anak mama rewel nggak selama mama pergi," ucap Alea sambil mencium pipi gembul Aska.


"Aska nggak rewel, Aska anak baik," ucap pak Eh.


"Ibu lagi di belakang, entar lagi kesini," jawab pak Eh. Dan benar saja beberapa saat kemudian bu Siti muncul dari dalam rumah.


"Udah pulang, Alea," sapa bu Siti setelah melihat Alea.


" Udah bu, aku punya kabar baik. Mulai besok aku udah kerja," terang Alea. Pak Eh dan bu Siti langsung tersenyum bahagia mendapat kabar tersebut. Alea dan bu Siti saling berpelukan erat untuk melupakan kegembiraannya.


Dan keesokan harinya pagi-pagi Alea sudah bersiap untuk berangkat kerja, ini adalah hari pertamanya bekerja Alea tidak ingin terlambat. Alea menyiapkan semua kebutuhan Aska sebelum berangkat kerja, Alea juga berpamitan kepada pak Eh dan bu Siti sambil meminta doa supaya pekerjaan Alea berjalan lancar.


Seperti hari kemarin Alea mengunakan bus untuk berangkat kerja. Bus itu berhenti di halte bus yang jaraknya tidak begitu jauh dari gedung tempat Alea mulai bekerja. Alea segera melangkahkan kakinya menuju gedung tempat dirinya bekerja, setelah tiba Alea kembali menemui HRD untuk menerima seragam kerja sebagai OB, sebelumnya Alea menandatangani surat kontrak kerja. Alea juga di beritahukan area tempatinya bekerja dan apa saja yang dikerjakan oleh Alea.


Setelah mendapatkan instruksi Alea langsung bergegas menganti pakaiannya dengan seragam kerja. Selesai berganti pakaian Alea di bawah oleh wanita itu bertemu dengan kepala OB tak lain adalah Juju sendiri.


"Ju, aku serahkan Alea sama kamu, tolong ajarin," ucap wanita itu.


"Baik bu," jawab Juju. Setelahnya wanita itu meninggal Alea dsn Juju di pantry.


"Alea, tugas kita hanya bekerja di lantai ini, setiap lantai mempunyai OB nya masing-masing," terang Juju.

__ADS_1


"Baik, terimakasih ya Ju," balas Alea.


Juju memperhatikan jam yang menempel di pantry, setelahnya Juju langsung mengajari Alea untuk membuatkan minuman. Juju mulai menyeduh segelas kopi.


"Jam segini pak bos akan tiba di ruangannya, nanti pas dia masuk langsung antarakan kopi ini untuknya," ucap Juju. Alea memperhatikan apa saja yang bi lakukan oleh Juju.


"Baik...tapi nanti kamu temenin aku ya, aku belum tau di mana ruangannya," ucap Alea.


"Ok....." jawab singkat Juju.


Benar saja selang beberapa detik orang yang di bilang Juju pun memasuki ruangannya.


"Tuh, pak bos udah datang. Ayo antara kan kopinya," ajak Juju pada Alea. Alea langsung mengambil nampan dan memindahkan gelas yang sudah berisikan kopi panas buatan Juju.


Alea dan Juju langsung mengantarkan minuman tersebut. Alea dan Juju berdiri sebentar di depan pintu bertuliskan CEO. Jantung Alea berdetak kencang jujur Alea gugup.


Tok


Tok


"Permisi pak..." ucap Juju dari balik pintu.


"Masuk...." suara seorang pria yang di ketahui sebagai bos mempersilahkan untuk masuk.


"Uda, kamu masuk Alea," ucap Juju. Dengan rasa gugup di hatinya Alea memberanikan diri masuk kedalam ruangan bosnya.


"Permisi pak," ucap Alea hormat.


"Ehm..."jawab pria itu, kepalanya tertunduk karena sedang memeriksa lembaran kertas yang ada di depannya.


"Mau taru dimana pak kopinya?" tanya Alea.


"Di situ aja," jawab pria itu. Saat Alea meletakkan gelas berisi kopi pria itu merasa bahwa suara OB yang ada di hadapannya terasa asing. Pria itu mengangkat kepalanya menatap kearah Alea.


Betapa terkejutnya Alea saat melihat siapa yang sedang menatapnya.


Deg...Deg... Jantung Alea langsung bekerja dua kali lipat. Laki-laki yang ada di hadapannya ini adalah laki-laki yang tidak akan pernah di lupakan oleh Alea sampai kapanpun. Mata Alea terbuka lebar sangking terkejutnya. Sementara itu pria yang menatapnya menjadi heran, dia berfikir sejenak.


"Apakah OB ini mengenalnya?" tanya pria itu dalam hati.


"Ada apa?" ucap pria itu tiba-tiba. Alea langsung tersadar dari keterkejutannya.


"Tidak ada pak, ma...maaf," ucap Alea gugup.

__ADS_1


"Ada lagi yang bapak mau?" tanya Alea, Alea masih sempat bertanya meskipun hatinya saat ini sedang terjadi badai. Perasaan marah, sedih dan benci berkecamuk di dada Alea saat ini.


Bersambung


__ADS_2