Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Cinta Terhalang Dinding Pesantren
Ta'aruf


__ADS_3

Hari ini Gea sedang bersiap-siap membantu bundanya yang sedang menyiapkan jamuan untuk tamu yang katanya akan berkunjung ke Rumah. Ia tak banyak bertanya lagi siapa tamunya setelah bunda bilang ingin mengenalkan anak dari rekan bisnis ayah kepada Gea, Sebenarnya Gea sangat tak suka jika harus di kenalkan secara seperti ini. tapi apa daya karna ia juga tak ingin Ayah sedih karna ia menolak.


Semua hidangan telah siap Gea pun di suruh oleh Ayah untuk bersiap-siap dahulu, ia pun pergi ke kamar dan langsung menuju ke kamar mandi.


"Kakak sayang udah selesai belum" bunda mengetuk pintu sambil memanggil Gea.


"udah bun masuk aja" Gea menyauti dari dalam kamarnya.


Bunda pun memandangi anak semata wayang nya. ia sudah sangat dewasa sekali sekarang, sifat nya juga tak seperti dulu ia sangat penurut dan tak tomboy seperti dulu lagi. Mata bunda berkaca-kaca melihat Gea yang sangat anggun sekarang memakai baju syar'i dan juga kerudung yang senada dengan bajunya.


Bunda dan Gea turun ke lantai bawah untuk menemui tamu ayah, Gea hanya bisa melihat mereka dari belakang saja tamu yang berjumlah tiga orang itu, dan salah satunya seorang pemuda yang memaki kopiah dan baju kemeja putih. seperti ia mengenali sosok itu tapi siapa ia lupa.?


Gea hanya menundukan kepala saat ia di papah oleh bundanya sampai di samping Ayahnya, dan duduk berdekatan dengan Ayahnya. sungguh ia sangat malu sekali saat ini selama hampir dua tahun ini ia tak pernah berjumpa dengan seorang laki-laki lagi seperti sedekat ini, apalagi dalam keadaan yang serius.


Meskipun memang selalu berjumpa dengan santri di pesantren dulu tapi ia tak merasa segugup ini.


"Sayang kenalkan ini om Rehan sama tante Sisi dan itu anaknya Raditya," Perkataan sang ayah membuat Gea mengangkat kepalanya, kaget tentu saja,Raditya cowok itu ada di depan matanya. Bagaimana bisa?


Mata Gea dan Raditya saling memandang satu sama Lain ,cowok itu sudah banyak berubah apalagi sekarang wajahnya sudah sangat putih bersih, Gea sampai lupa bagaimana seorang Raditya dahulunya.

__ADS_1


Gea tak banyak berbicara begitupun Raditya, mereka ibarat seseorang yang baru pertama kalinya berjumpa, padahal mereka dulu adalah dua orang insan yang saling mencintai tapi entahlah untuk sekarang. Apakah hati Gea dan Raditya masih sama seperti beberapa tahun yang lalu.


"Gea cantik sekali yah, pantesan Adit ngotot banget dari dulu pengen taarufan dengan Gea. setelah Adit pergi ke pesanten dan tiba-tiba aja dia ngehubungi tante, pokonya Adit pengen banget ketemu sama orang tuanya Gea dan pengen segera perkenalan katanya"! ucap tante sisi di sela-sela obrolan mereka.


"dan ternyata kita saling kenal yah pak Ardian" ucap om rehan kemudian.


Ayah ardian hanya tersenyum dan menganggukan kepala "saya si terserah sama anak saya saja mau gimana,


kan dia yang mau perkenalan bukan kita"! Ayah Ardian pun di buat cekikian oleh perkataannya sendiri.


Mereka hanyut dalam obrolan yang semakin menambah suasana harmonis di antara mereka, ibarat seorang besan yang saja.


**


Adit banyak terdiam selama acara Ta'arufan tadi, Rasanya ia malu sekali, tidak seperti saat ia menembak Gea waktu itu untuk di jadikan pacarnya tapi malah menyakitinya, Adit sungguh takut jika Gea akan menolaknya, Ia takut harapannya untuk MengKhitbah Gea akan sia-sia.


Adit ingat waktu dimana Gea sakit ia malah meninggalkannya karna alasan yang sangat sulit waktu itu, Adit takut Gea tak terima jika ia meninggalkannya untuk pergi ke pesantren, Tapi ternyata ia malah satu pesantren yang sama dengan Gea. Ia sungguh menyesali keputusannya waktu itu. Andai ia bisa berkata baik-baik pada Gea waktu itu, Ah Rasanya semua hanya andai-andai belaka.


"kakak kamu gak mau kenal lebah dekat lagi sama Adit, kalo mau, bunda kasih waktu supaya Adit nya jangan pulang dulu"!?

__ADS_1


Gea berfikir keras, sebenarnya ia juga sangat penasaran sekali dengan perkataan Ibunya Adit tadi, Ia sungguh ingin menanyakannya pada Adit secara langsung. Gea menganggukan kepala kepada bundanya, dan bunda memberitahukan hal itu pada ayah.


**


Adit dan Gea duduk berdua di ruang tamu, ayah dan bunda memberi mereka waktu supaya bisa lebih mengenal satu sama lain, karna ayah tidak tau kalo ternyata Adit itu mantan kekasih Anaknya. Hanya bunda saja yang tau tapi mungkin bunda juga sudah lupa sama Adit.


Kesenyapan terjadi di antara mereka, malah semakin membuat keduanya canggung untuk memulai berbicara, jarak di antara mereka cukup berjauhan, mereka duduk di kursi yang berbeda. hal itu membuat Adit hanya bisa melirik Gea dan memperhatikannya secara diam-diam.


"Maaf Gea, maaf soal waktu itu, Aku Egois dan gak bisa ngertiin kamu, Waktu itu aku takut banget kalo kamu gak akan terima kalo aku sebenarnya di suruh mama sama papa pergi ke pesantren. Oleh sebab itu dengan cara nyuekin kamu dan mutusin hubungan kita kamu akan bisa terima semua itu, Tapi ternyata aku salah Gea, aku salah banget ngambil keputusan seperti itu. Selama hampir tiga tahun ini kamu masih saja menempati hati aku, Perasaan Aku masih sama seperti dulu." Seru Adit setelah lama ia bungkam dan memberaniakan berkata demikian.


Gea sama sekali tak merespon perkataan Adit, bahkan hanya untuk menjawab kata maaf dari Adit saja Gea tak bisa. Air mata Gea tiba-tiba meluncur begitu saja, Ia sangat benci keadaannya yang seperti ini selalu saja cengeng.


"Apa kamu tau Adit, Aku hampir gila ngelupain kamu waktu itu, aku lagi sayang-sayangnya sama kamu tapi kamunya malah ninggalin aku. Sampai-sampai aku pergi jauh dari sini supaya gak ketemu kamu lagi, tapi ternyata takdir berkata lain aku malah satu pesantren sama kamu"! Ucap Gea disela-sela tangisannya.


"Hati aku sakit Dit, kamu jahat waktu itu"! lanjut Gea kemudian.


"Maaf Gea, Aku takut kamu gak mau terima aku, kalo aku hanya sebagai seorang santri yang gak bisa bekerja, Aku takut untuk hal itu. Aku takut kalo kamu maunya aku jadi pengusaha sukses, tapi mama sama papa nyuruh aku masuk pesantren supaya bisa menjadi laki-laki baik untuk calon istrinya. Aku takut kamu gak akan bisa nerima Gea. Maaf"!!!


"Kamu salah Dit, justru dengan kita masuk pesantren kita tau seperti apa yang namanya rumah tangga, percuma Dit kalo seandainya kita pengusaha sukses tapi kita gak tau soal Agama, Kalo aja kamu bilang sama aku waktu itu Dit"! Seru Gea.

__ADS_1


Mereka Larut dalam obrolan yang menjadi kesalah pahaman diantara mereka, dan saling menyelesaikan masalah satu sama lain.


Semoga saja Takdir memang berpihak untuk menyatukan kita


__ADS_2