
Gea meminta maaf pada Mia. Ia sangat merasa bersalah. Begitupun dengan Sri dan Ides. Mereka juga sama-sama meminta maaf
"Sejak kapan kamu punya pacar? setau aku kamu itu enggak punya pacar deh!" Ujar Sri. Dia memperhatiakan Mia yang masih menagis sedih.
Mia masih diam, sorot matanya terlihat sendu. Seperti menaggung kesedihan yang sangat mendalam.
"Aku ituh udah punya pacar hampir 3 tahun lamanya. Tapi semenjak aku berangkat mengaji dia gak pernah kasih aku kabar. Dan waktu kemarin pulang ke rumah, aku denger dari mama aku kalo dia itu berangkat kerja merantau ke luar kota. Aku kaget baget dengernya. pantesan dia udah gak pernah kasih aku kabar." Tutur Mia. Ia masih menangis
"Mungkin dianya bingung mau tanya kabar kamu sama siapa. Positif thinking aja Mia." Ujar Gea. Dia berusaha membuat Mia lebih baik.
"Aku hanya takut kalo dia kenapa-kenapa. Kalo seandainya dia selingkuh aku rela jika itu membuat dia bahagia karna kesepiannya selama ini."
"Terus kenapa kamu gak lepasin dia? terus juga kenapa kamu malah pergi ke pesantren sedangkan kamu tersiksa dengan perpisahan kamu dan dia?" Sri Ikut bersuara dia sangat ingin tau seperti apa rasa cinta Mia terhadap pacarnya itu.
"Ini keinginan aku. Soalnya waktu itu dia bilang pengen serius sama aku. Aku milih pergi ke pesantren karna aku ingin menjadi istri yang solehah buat dia. Aku ingin berbakti sama dia sebagai suami aku. Tapi sayang dia gak dukung aku rupanya." Mia menghembuskan nafas nya kasar. Kisah cinya yang berujung LDR itu memang tidak akan pernah Setia. Itu sangat mustahil.
"Pilihan kamu itu tepat Mia. Aku aja yang seorang mantan pembalap aja insyap sekarang. Dan sekarang aku tau bahwa hukum agama itu sangat penting untuk masa depan kita. Kan jika di akhirat nanti yang di bawa itu amal kita bukan harta kita." Seru Gea. Ia merasa bangga pada Mia.
"Aku juga Setuju tuh" Timpal Sri dan Ides.
"Jika dia jodohmu, pasti dia sangat beruntung bisa memiliki kamu Mia. Dan jika dia memang meninggalkanmu karna dia gak bisa LDR sama kamu karna kamu memilih ke pesantren. Aku pastiin dia akan sangat menyesal." Ucap Sri menggebu-gebu.
Mia tersenyum haru, semua temannya sangat sayang padanya. "Aku beruntung punya teman seperti kalian" Mia memeluk tiga temannya itu. Dan di balas pula oleh mereka.
***
Semua santriah sedang menghafal talaran masing-masing. Kak kiki memberi mereka tugas untuk menyetor hasil talaran mereka. Semua santriah mengeluh. Sangat-sangat mengeluh. Karna tidak biasanya kak kiki seperti ini.
"Aku pusing banget nih" Rutuk Gea. Ia masih belum bisa menghafal seperti yang kak kiki perintahkan.
__ADS_1
"Dua lembar kitab, yang benar aja kak kiki"Desah Gea. Ia memperhatikan semua temannya yang dengan serius menghafal kitab jurumiah nya.
Gea melanjutkan lagi talarannya. Ia masih sangat pusing dengan hafalannya.
"Di tes nya nanti pas udah selesai mengaji waktu asar." Ucap kak kiki tiba-tiba. Membuat semua santriah tersenyum senang.
"Alhamdulilah"Ucap mereka serempak.
Kak kiki membubarkan semua santriah supaya bisa menghafal dengan tenang di tempat yang mereka suka.
Gea dan tiga temannya menuju Roftoop untuk di jadikan tempat menghafal. Karna dengan indah dan luasnya pemandangan dapat menyejukan pikiran mereka.
"Kalian tau gak kalo anaknya bu hajjah yang di pesantren di kota itu sedang sakit. Katanya penyakitnya kambuh lagi" Ujar Mia tiba-tiba..Tentunya membuat Gea Sri dan Ides menghentikan hafalan mereka.
Gea mengerutkan keninggnya"Siapa yang sakit? Emangnya bu hajjah punya anak yang sedang mesantren gituh?" Tanya Gea penasaran.
"Ada lah. Cewe, mesantren nya di luar kota jauh disana" tutur Mia.
"Huss.. Gak boleh ngomong kaya gitu dia kan anaknya pak kiyai." Gea menasehati
Sri dan Mia pun ikut menasehati Ides. Membuat Ides semakin kesal di buatnya."Awas aja kalo imam sampai menyembunyiin sandal aku lagi"
"Kalo itu mah sukuriinn" Seru Sri sambil tertawa.
Ides semakin di buat kesal. Lantaran sandal dia lah yang pastinya menjadi sasaran imam untuk di sembunyikannya.
"Udah ah, ayo lanjutin lagi talarannya" Ujar Gea.
Mereka melanjutkan lagi talarannya. Jika mereka ketahuan mengobrol pastinya kak kiki akan ngomel-ngomel. Menyebalkan.
__ADS_1
***
Suara adzan asar telah berkumandang. Kakak pengurus menyuruh semua santriah segera mengambil air wudhu karna bu hajjah tidak ada jadi kak kiki yang akan menjadi iman nya.
Solat asar telah selesai di laksanakan. Kak kiki dan pengurus lainnya sedang mengetes hafalan semua santriah. Mulai dari kelasan ibtida, jurumiah, dan alfiah.
Gea di buat tak karuan. Ia begitu gugup tidak seperti biasanya. Gea berusaha menenangkan hatinya. Tapi Gea di buat heran dengan tatapan imam anak nya pak kyai yang terus saja memandang ke arahnya. Pandangan sinis yang baru pertama kali Gea melihatnya.. Membuat hatinya semakin tak karuan. Gea tersenyum ke arah imam . Namun anak itu malah memandang Gea semakin tak suka..
"Kenapa dengan dia?" gumam Gea. Ia memalingkan tatapan nya dari imam. Anak kecil yang sudah kelas 6 SD itu beranjak dari duduk nya di sebelah kak kiki menuju luar madrasah.
Gea merasa lega karna imam menuju ke luar madrasah. Sehingga membuatnya agak baikan.
***
"Makan yups laper nih?" Usul sri. Mereka baru saja selesai talarannya.
"Ayo.. Aku juga lapar" Mia Gea dan Ides menyetujuinya.
Semua santriah berhamburan keluar dari madrasah. Ada yang langsung jajan ada juga yang makan atau tiduran. Karna setelah selesai mengaji asar mereka tinggal bersantai-santai sesuka hati mereka.
Gea dan temannya hendak pergi ke dapur untuk mengambil jatah makan sore mereka. Namun Gea di buat heran lantaran sandal nya tidak ada di tempatnya.
"Sandal aku mana ya?" Gea kesana kemari mencari sendalnya. Namun tidak ada.
Ides langsung panik dan mencari sandalnya"Untung punya aku ada." Ides mengusap dadanya. Karna tadinya ia akan marah jika sandal nya hilang lagi.
"Masa sih gak ada" Ides ikutan mencari sandal Gea namun memang tidak ada.
"Gak papa deh nanti ajah nyarinya. Kita makan aja dulu" Ujar Gea. Ia tidak mau merepotakan temannya karna ikut mencari sandalnya.
__ADS_1
Mereka mengiyakan dan langsung pergi ke dapur untuk mengambil jatah makan sore mereka.
"Apa imam yah yang mengambil sandal aku? Tapi masa sih aku kan gak pernah sekalipun jailin atau punya masalah sama dia" Gea buru-buru menepis pikiran buruknya itu.