Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Cinta Terhalang Dinding Pesantren
Syair santri salafie


__ADS_3

"Kalian lagi ngapain sih?" Tanya Mia, ia sudah berdiri di ambang pintu.


Gea Ides dan Sri sangat sangat terkejut akan kehadiran Mia secara tiba-tiba.


Gea langsung menyembunyikan surat tersebut di belakang bajunya. Ides langsung merapat ke arah Gea, Ia berusaha menghalangi agar Mia tidak mengetahui surat yang mereka sedang sembunyikan itu.


"Eh Mia kirain siapa, ini aku minta pembalut kamu. Soalnya stok punya aku udah abis." Ujar Gea kikuk. Ia merasa bersalah.


"Ouh pembalut, iya ambil aja. Stok aku banyak kok" Mia mendudukan tubuhnya dan berselonjor di teras.


Sri ikutan mendudukan tubuhnya. Ia dengan cepat mengambil surat yang sedang Gea sembunyikan itu.


"Katanya mau mandi, udah buruan sana. Bau anyir nih." Suruh Sri. Ia mengedipkan sebelah matanya pada Gea.


"Iya... Ini juga mau kok" Ucap Gea. Ia sedikit kesal di buatnya.


Gea dengan buru-buru menuruni setiap anak tangga untuk sampai di kamar mandi. Darah haid yang terus keluar membuat Gea semakin tak nyaman di buatnya.


Gea langsung menerobos masuk, dan membuat semua santriah memekik kaget lantaran Gea tidak ijin terlebih dahulu. Semua kamar mandi sudah terisi. Gea di buat kesal jadinya.


"Teteh-teteh cepetan dong, aku udah gak tahan nih" Rengek Gea. Ia memelas.


"Emang nya mau ngapain Gea?" Tanya Kak Desi . Ia sedang mencuci pakaian di luar kamar mandi.


"Aku nya haid kak. Nih udah tembus. Gak nyaman banget" Gea menunjukan bercak darah di belakang bajunya yang tertutupi sarung.


"Abis inih giliran kakak. Kamu duluan aja."


Gea sangat berterima kasih pada kak desi . Kakak pengurus yang satu ini sangat baik sama seperti kak kiki.


***


Mia teringat sesuatu. Ia langsung berdiri dan memeriksa lemari exel nya. Ia mengecek setiap sudut lemarinya. Namun barang itu tidak ada.


Ah dia ingat satu hal, tadi pada saat ia masuk kamar semua teman nya seperti terkejut karna kehadirannya. Pasti mereka yang mengambil sebuah pucuk suratnya.


"Kalian ya yang ngambil surat aku? Balikin ihh!" Pinta Mia . Ia menatap intens kedua temannya itu.

__ADS_1


"Inih?" Sri menunjukan sebuah surat dari saku jaketnya.


Ides di buat melongo akan kelakuan Sri itu" Kok di tinjukin sih kan lagi kita sembunyiin" Protes Ides . Merasa tak terima.


"Balikin Sri.. siniin!" Mia hendak mengambil surat tersebut. Namun sri dengan cepat menyimpan surat itu kedalam jaketnya lagi.


"Nanti tunggu Gea dulu, pasti sekarang dia mandinya gak bersih." Ucap Sri dengan santainya. Ia kembali menyisir rambutnya yang tadi tertunda.


"Kalian gak akan ngerti apa artinya.. Aku pastiin itu... Cepetan balikin." Rengek Mia.


"Nanti tunggu Gea dulu." kekeh Sri.


Mia cemberut kesal, temannya ini memang sangat keras kepala."Kalo kalian minta baik-baik aku akan kasih dengan senang hati kok. Ayo balikin ih. Kata aku juga kalian gak akan ngerti apa artinya."


Sri dan Ides saling pandang" Bodo amatt" Ucap mereka serempak. Membuat Mia makin kesal.


***


Gea berlari dengan tergopoh-gopoh ia takut terlewatkan dengan isi surat yang ia ambil tadi.


"Awas aja kalo aku sampai gak di kasih tau" Rutuk Gea. Ia semakin mempercepat laju jalannya.


"Tuh Gea nya. Ayo buka suratnya!" Ides langsung buka suara.


Sri memanggil Gea supaya mendekat. Mia hanya diam dan tidak ikutan dengan apa yang mereka lakukan. Pasti sebentar lagi mereka akan menganggilnya. Liat saja!!


Sri membuka lipatan kertas itu. Namun mereka di buat bingung dengan isi surat nya.


"Syair santri salafi" Ucap mereka bertiga.


Tentunya membuat Mia tersenyum puas." Dasar keras kepala" Cibir Mia.


Sri langsung memberikan surat itu pada Mia. Memaksanya untuk membaca isinya.


Mau tidak mau Mia membacakan surat itu. Dengan desakan paksa dari teman-teman nya.


***

__ADS_1


Aduh ema aduh bapa


Batin abdi ker nalangsa


Sering **** ka anjeuna


Rinduna kabina-bina


Iraha abdi patepang


Jeng anu di pikasayang


Anu sok ka bayang-bayang


Tiap wengi tiap siang


Rindu meni te katahan


Hoyong pendak jeng pujaan


Cipanon sing ngareclakan


Duh gusti abdi tulungan


Mia berhenti membacakan syairnya. Ia sudah tidak kuat untuk menahan lebih lama lagi air matanya itu.. Ia menangis.. Menumpahkan kesedihannya di depan Teman-teman nya itu.


Tentunya membuat Gea Sri dan Ides sama-sama menangis. Mereka ikut merasakan apa yang Mia rasakan. Meskipun belum tau Artinya apa. Tapi dengan cara Mia menghayati Syairnya. Sudah pasti ada kesedihan mendalam di sana.


Gea merasa menyesal telah memaksa Mia untuk membacakan syairnya. Ia jadi ikutan menangis, Ia juga sedih melihat Mia menangis seperti ini.


Mia sudah tenang. Ia memandang semua teman-teman nya."Aku benci kalian! liat aku jadi nangis" Ucap nya dengan mengelap air matanya.


"Maaf kami gak tau." Seru meraka. Sangat merasa bersalah.


Gea mulai bertanya apa maksud dari syair itu. Mia menceritakan semuanya. Dengan kisah cintanya pada seseorang yang sekarang entah dimana. LDR membuat Mia merasakan sakit karna pacarnya itu tidak pernah sekali pun mengirim kabar padanya.


"Sakit banget!!" Ucap Mia pada teman nya.

__ADS_1


Membuat mereka memeluk erat Mia yang sedang merana itu.


__ADS_2