
Dunia seakan berhenti berputar saat ini. Di saat kak kiki berkata bahwa hari ulang tahun nya besok. Gea dan semua teman nya masih terdiam di saat mereka sudah berteriak pada kak Desi. Karna kata kak desi sekarang lah hari ulang tahun nya kak kiki. Niat nya ingin kasih kejutan malah mereka nya yang terkejut!!
"kak kiki serius besok ulang tahun nya?" Tanya Gea memastikan.
Kak kiki masih menangis, hingga membuat semua santriah bingung. kenapa juga kak kiki menangis apa karna mereka salah kasih kejutan?
"Kak?" tegur Gea karna kak kiki belum menjawab pertanyaan nya.
Lilin ulang tahun yang masih menyala terlihat sudah meleleh karna terlalu lama menyala. Semua nya diam saat ini. karna menunggu jawaban dari kak kiki.
"Sekarang ya kan ki hari ulang tahun mu?" Kak desi memastikan lagi.
"Ki jawab" Desak kak desi.
Kak kiki menatap mereka semua. kemudian ia berdiri dan meniup lilin yang berada di tangan kak desi.
"Surprise!! kalian semua kena prankkk!!!" Seru kak kiki sambil tertawa.
"Ihhhhh kak kiki... dasarr yaa!!" Ucap semua santriah. terutama Gea yang merasa lega luar biasa. Karna semua niat nya tidak sia-sia.
"Terima kasih semuanya.. kakak sayang kalian" Kak kiki memeluk mereka satu sama lain
"Makasih, kakak seneng banget"
"Sama-sama kak"
"Kamu ya ki, seneng banget ngerjain. aku sampe gak bisa nafas barusan" ucap kak desi sembari menangis palsu.
"Iya maaf des. aku kak cuma bercanda".
"Sekarang kita potong kue nya." Kata Gea. Mengalihkan perhatian
Semua santriah menikmati kue ulang tahun tersebut di lanjut dengan makan bakso yang telah di belikan Gea tadi.
***
Hari ini tepat tanggal ulang tahun nya kak kiki. Hari ini juga tepat hari jum'at. Biasa dilaksanakan rutinan(yaitu pengajian) rutinan yang selalu di laksanakan setelah selesai solat jum'at. Solat jum'at juga di laksanakan di mesjid pesantren. Para jamaah nya yaitu warga sekitar.
__ADS_1
Gea, mia, ides dan sri sedang membungkus semua belanjaan yang telah Gea beli bersama kak kiki. Rencana nya hadiah itu semua untuk kak kiki. Lantaran tiga teman Gea juga mengingin kan nya. jadi Gea dengan berat hati memberikan sebagian hadiah untuk kak kiki kepada mereka.
Hanya jadi dua bungkus kado yang lumayan besar. Tapi untungnya semua nya adalah hadiah yang kak kiki butuhkan.
"Gea mau kasih sekarang gak?" tanya Sri. Ia sedang membereskan bekas bungkus kado yang berserakan.
"Nanti aja ah, sepulang mengaji kan gak seru lagi seneng-senengnya kasih kejutan malah ke ganggu karna harus mengaji" Jawab Gea.
"iya juga sih, yaudah sekarang kita siap-siap dulu untuk mandi." usul Sri kemudian..
"Hayuu atuh" timpal mia dan Ides.
Mereka dengan cepat kilat membereskan semua peralatan yang berserakan. dan tak lupa mereka menyimpan baik-baik hadiah untuk kak Kiki nanti.
***
"Woyy nyanyi mulu. Kapan giliran kita" teriak Sri dari luar kamar mandi.
Ya, sepeti biasa jika para santriah mandi pasti mereka tidak lupa untuk mengeluarkan bakat terpendam mereka. Yaitu menyanyi dan sebagainya. Juga ada yang suka mukul-mukul gayung kaya drum band. Sehingga selalu menimbulkan keributan jadinya.
"Masih penuh! gimana dong? nanti terlambat untuk solat berjamaah nya.juga nanti ikut rutinan nya pasti terlambat juga".
"Kalo masalah rutinan mah kan nanti jam 2 di mulainya. yang jadi masalah itu solat berjamaah nya ipehhh!" Seru mia.
"Ya sama iyemm, kan abis solat itu kita harus siap-siap buat rutinan!" Ujar sri tak mau kalah.
"Hadeuhh!!" Gea berlalu pergi setelah ia melihat Sri dan Mia yang sudah beradu paham. Ia muak jika harus meladeni mereka jika sedang seprti ini.
"Gea tunggu!" Ides mengikuti langkah Gea yang mulai menjauh dari Sri dan Mia. Ides paham sekali jika Gea sangat tidak suka saat teman nya sedang berantem. Begitupun juga dengan dirinya yang selalu pusing dengan kelakuan dua teman nya itu.
Mia memutar bola matanya jengah. pasti saja selalu lama jika mereka saling mengemukakan pendapat. Ia baru sadar saat Gea dan Ides sudah pergi dari kamar mandi. Dan terlihat sudah berada di gundakan tangga atas sekarang.
"Ngomong mulu kapan mandinya? tuh liat Gea dan ides udah pergi!" Mia langsung berlari meninggalkan sri yang berdecak kesal disana.
bodo amat!
***
__ADS_1
Gea masih berjalan, ia pergi ke kamar terlebih dahulu untuk mengambil sesuatu. Tidak ada pilihan lain saat ini. Setelah ia mengambil apa yang di ingin kan nya ia langsung menghampiri Ides yang sedang menunggunya.
"Kita mau mandi di mana Gea?" Tanya Ides yang sudah di buat penasaran.
"Nanti juga kamu tau sendiri" Jawab Gea. Ia membuka gerbang kecil untuk keluar dari Asrama yang menghubungkan langsung ke warung Bi Asih tempat penjual bakso.
Ides semakin bingung sekarang. Kan tadi niatnya mau mandi kenapa malah ke warung Bi Asih? Apa Gea lapar? kan tadi mereka udah makan bakso yang di bawa Gea dari pasar?. Eh iya kan tadi Gea gak ikutan makan bakso. Ides masih saja berpikir kemana-mana saat ini. Namun ia hanya memperhatiakan Gea yang sudah mendudukan tubuhnya di kursi kayu di depan warung.
"Aduhh cape, kenapa ninggalin sih?" Mia dan Sri terlihat ngos-ngosan sekali. pasti mereka lari. Kasian!
"Gea ngapain ke warung? kan niatnya tadi mau mandi!" tanya Sri pada Ides.
Ides hanya menganggat bahunya acuh. Ia juga tidak tau!
mereka bertiga mengikuti Gea yang sudah mendudukan tubuhnya di kursi kayu.
"Gimana bi, bisa kan?" Gea sedang bercakap-cakap dengan Bi Asih. Ides, mia dan Sri hanya menyaksikan karna tak tau apa-apa.
"Boleh sih, tapi sedikit mahal ya neng kan ber'empat".
"Kalo masalah itu bibi gak usah khawatir. Bisa kan bi" bujuk Gea lagi.
"kalo begitu mah silahkan masuk atuh neng" Bi Asih langsung membukakan punti warung supaya Gea dan teman nya bisa masuk.
"Ayok " Ajak Gea pada tiga temannya. Ia berdiri dan masuk ke rumah Bi Asih. Gea memberikan uang yang ia bawa tadi. Bi Asih tersenyum senang karna Gea memberinya lebih dari tarif yang di berikan Bi Asih pada Gea tadi.
Bi Asih yang mata duitan!
Mereka mulai mengikuti Gea yang sudah masuk terlebih dahulu. Sekarang mereka paham jika Gea pastinya ingin ikut mandi di rumah Bi Asih Mereka tak habis pikir sama Gea, kok mau sih Gea numpang mandi di rumah Bi Asih yang agak suka meres kalo sama orang kaya. Pastinya karna tidak ada pilihan lain.
Mereka sangat terharu pada sosok Gea yang sangat baik hati itu. Gea yang selalu bisa membuat temannya nyaman. Gea yang selalu membuat temannya bahagia. Gea yang selalu dapat solusi dari semua masalah. Itulah Gea. mereka sangat betuntung punya teman seperti Gea. .
"Aku sayang sama Gea." Bisik sri dan mia.
"Aku juga" Timpal Ides.
Mereka sangat terharu!
__ADS_1