Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Cinta Terhalang Dinding Pesantren
Kecewa


__ADS_3

Sri,Mia dan Ides masih asyik jajan. Karna Gea menyuruh mereka untuk mengahabiskan kembaliannya itu.


"Neng Gea nya udah pergi tuh" Ucap Bi asih. Menghentikan mereka yang masih Asyik jajan sambil tertawa itu.


Mereka menoleh ke arah bi Asih. Dan benar saja Gea tidak ada di sana."Gea nya kemana bi? Kok pulang duluan sih" Tanya Sri bingung.


Ides dan Mia menghampiri bi Asih yang masih duduk di kursi.


"Tadi neng Gea pamit gitu aja. Pas bibi bilang kalo Adit di ajak sama pak kyai untuk menjenguk anaknya yang lagi sakit di luar kota."


"Apaaaa!!!" Teriak mereka serempak..


"Bibibiii Comellll.. Dasarr ya.. Pantesan Gea pamit gitu aja.. pasti dia marahh" Mereka bertiga memarahi bi Asih.


Bi Asib kebingungan dengan marahnya mereka.."Memang nya kenapa neng?" Tanya bi Asih dengan polos.


"Tau ah!" Mereka bertiga langsung berlari untuk menyusul Gea. Mereka sangat sangat takut saat Gea sudah tau kalo Adit di ajak sama pak kyai. Dan hal yang paling mereka takutkan adalah.. Mereka buru-buru menepis pikiran itu. Jika mereka dan semua santriah menutup rapat soal itu pasti Gea tidak akan tau!!


Mereka berjalan dengan tergesa-gesa. Mereka hanya ingin segera bertemu Gea dan meluruskan masalah ini. Asrama tempat tujuan pertama untuk mencari Gea. Namun sayang nya Gea tidak Ada. Mereka langsung berpencar untuk mencari Gea.


Panik,Takut, Hal itu yang terus saja memenuhi pikiran Sri Mia dan Ides..


"Pasti Gea sangat kecewa"Lirih Sri. Ia masih kesana kemari untuk mencari keberadaan Gea.


***

__ADS_1


Gea masih setia dengan duduknya saat ini. Perkataan bi Asih membuatnya merasa sangat kecewa. Kecewa karna Adit tidak membertitahunya. Wajar bukan jika ia cemburu atau sebagainya? Karna Adit sudah menjadi tunangannya sekarang. Dan Gea sudah menjadi separuh tanggung jawab Adit juga.


Gea melihat cincin yang melingkar di jari manisnya. Ia masih ingat saat mamanya Adit memasangkan cincin itu di jarinya. Dan berjanji untuk selalu jujur dan setia pada Adit. Kenangan itu terus saja memenuhi pikiran Gea saat ini.


Ia tidak marah, hanya saja kecewa pada Adit. Toh Adit juga pergi bersama pak kyai dan bu hajjah untuk menjenguk putrinya. Yang membuat dia kecewa teman dan juga Adit tidak memberi tahu akan kepergiannya. Tak biasanya juga Adit di ajak sama pak kyai.


"Gea teman kamu nyariin" Seseorang menepuk bahu Gea yang sedari tadi melamun.


"Eh kak desi. Biarin aja kak aku masih kesal pada mereka." Gea cemberut dan membuat kak desi tersenyum di buatnya.


"Ada masalah apa sih?" Kak desi bertanya penasaran. Karna tak biasanya Gea dan temannya berantem seperti saat ini.


"Ahh tidak kak.. Hanya sekedar bercanda" Gea merasa kikuk terhadap kak desi. Ia berusaha menyembunyikan masalahnya dari kak desi.


"Ouh kalo begitu boleh dong kakak beritahu teman kamu kalo kamu disini" Pancing kak desi.


"Ya sudah.. Kakak temanin kamu ya Gea." Gea mengangguk setuju. Tak masalah dengan kehadiran kak desi.


***


Mia Sri dan Ides. Masih mencari keberadaan Gea. Semua tempat sudah mereka kunjungi namun Gea tidak ada.. Hanya ada satu tempat lagi yaitu Roftoop yang belum mereka kunjungi.


Dengan langkah pasti ketiga teman Gea mencarinya di Roftoop. Semua hanya jemuran tak ada tanda Gea disana.. Namun ada satu tempat rahasia yang belum mereka kunjungi yaitu Kurcaci tempat kecil dan sempit, namun sangat di sukai oleh para santriah untuk sekedar melepas kesedihan mereka.


Mereka langsung melangkahkan kakinya ke sana. Dengan sangat penuh harap ada Gea disana. Mereka dapat bernafas lega saat perempuan cantik yang baik hati itu tengah berdiri memunggungi mereka. Dengan seoarang kakak pengurus di sampingnya.. Terlihat sekali bahwa Gea sedang tidak baik-baik saja.. Suara yang jelas sangat berbeda terdengar begitu sedih..

__ADS_1


Sri dengan pelan menghampiri Gea. Dengan hati yang sudah siap meskipun Gea tidak suka.. Namun Ia harus tetap menjelaskannya. Lebih cepat lebih baik!


"Gea?" Suara terendah Sri memanggil Gea.


Gea merasa terkejut saat kehadiran Sri di belakangnya. Begitupun dengan Mia dan Ides yang masih menunduk di belakang Sri.


"Aku gak papa kok" Gea berucap pelan. Memalingkan wajahnya supaya tidak terlihat oleh teman-teman nya.


"Kami minta maaf" Sri langsung memeluk Gea dari belakang di ikuti dengan Mia dan Ides. .


"Aku gak bisa nafas.. Kalian yang benar saja ini kurcaciii." Gea berusaha melepaskan pelukan dari temannya itu. Yang membuat dirinya sesak.


"Gak akan di lepasin sampai kamu mau maafin kami" Kekeh mereka. Semakin mempererat pelukannya.


"Dasar anak kecil. Aku udah maafin kalian.. Serius! Ayo lepasin, aku nya pengap" bujuk Gea mengiba.


Mereka melepaskan pelukannya dan mengajak paksa Gea ke kamar mereka untuk menjelaskan semuanya. Gea langsung pamit pada kak desi begitu saja..


Sesampai di kamar di masih diam. Ia enggan untuk bertanya terlebih dahulu pada tiga temannya.


Sri yang memulai cerita. Ia menjelaskan dengan detail pada Gea. Alasan mereka tidak memberitahu pada Gea..


"Aku udah marah aja. kalian baru jujur.. Kalo seandainya aku gak tau dari bi Asih kalian mana mungkin kasih tau aku" Rajuk Gea. Ia sangat kesal .


"Maaf!" Mereka hanya menunduk. Mereka ngaku mereka salah.. Karna bagaimana pun juga Gea sudah menjadi tunangan Adit. Tapi bagaimana Mereka menjelaskan hal yang lainnya pada Gea? Tentang sesuatu yang akan membut hati Gea sangat terluka.. Mereka tidak akan siap akan Itu!

__ADS_1


Bukan Hanya sekedar kecewa dan marah.. Pasti lebih dari itu!!


__ADS_2