Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Cinta Terhalang Dinding Pesantren
Ungkapan kebenaran 2(Aku membencinya)


__ADS_3

"Aku mohon Sri kamu jangan ikut campur"Bentak Gea. Ia sudah sangat marah akan sikap Sri yang menutup-nutupi hal yang tidak ia ketahui.


Sri terjingkrak kaget akan bentakan Gea. Baru pertama kalinya Gea semarah ini. Apa yang harus ia lakukan?.


Imam pun dibuat kaget dengan Gea yang terlihat semarah ini. Ia masih memandang Gea seperti biasa. Benci dan juga tak ramah.


Sri menghela nafas panjang." Please Gea ini rumah pak kyai tak baik jika kita bicara di sini. Lebih baik sekarang kita ke Asrama supaya tidak ada orang lain yang mengetahuinya." Tutur Sri. Ia bisa mengontrol emosinya sekarang. Yang tadi ikut tersulut pula oleh keadaan.


Gea berfikir sejenak. Ia baru saja kehilangan kesabarannya. Sampai-sampai ia lupa sekarang ia ada di mana.


"Astagfirulloh hal Adzim" Gea mengusap dadanya. Rasanya masih sangat sesak saat ia se-emosi Tadi.


Pasti setan akan sangat menyuakai hal seperti ini. Gea masih terus beristigfar dalam hatinya. Memohon ampun dan perlindungan pada Allah.


Gea langsung mengajak Imam ke Asramanya. Ia sudah sangat siap dengan semua hal yang akan imam katakan padanya. Sri dan imam mengikuti langkah kaki Gea yang sudah berjalan mendahului mereka.


Sri mencekal lengan Imam secara paksa. Anak kecil itu menatap tajam ke arah Sri. Karna langkah kakinya berhenti dengan tiba-tiba" Meskipun kak Sri menghalangi aku dengan sejuta cara. Seperti apapun itu. Aku akan tetap memberi tahu kak Gea semuanya." Imam menghempaskan tangan Sri yang masih mencekal pergelangan tangannya dengan kasar.


Padahal ia belum berbicara apapun pada imam. Bahkan satu huruf pun belum keluar dari mulut Sri. Kenapa imam langsung berkata seperti itu padanya?


Aneh!


Tak ada pilihan lain lagi sekarang Sri buru-buru mencari keberadaan kak Kiki. Hanya kak Kiki yang bisa membantunya saat ini. Dengan langkah panjang Sri kesana kemari bertanya pada semua santriah yang sedang berpatrol itu(Bersih-bersih).


"Kak Desi kak Kiki dimana?" Tanya Sri dengan nafas yang terengah-engah.


"Di Asrama Dek.La-" Belum sempat kak Desi melanjutkan kata-katanya. Sri sudah melesat dengan cepatnya dari hadapan kak Desi. Kak Desi hanya menggelengkan kepalanya bingung. Ia melanjutkan lagi mengelap kaca yang tadi sempat tertunda.


***


"Kak kiki tolong" Sri dengan keras membuka pintu kamar kak kiki.

__ADS_1


Membuat semua kakak pengurus yang sedang bersih-bersih di Asrama itu menjerit kaget.


"Kamu ngagetin aja Sri !" Kesal kak Rida salah satu anggota pengurus.


"Mana kak kiki" Nafas Sri masih terengah.


Kak kiki langsung menghampiri Sri yang kala itu masih berdiri di ambang pintu."Ada apa dek?" Kak kiki menghampiri Sri.


Sri langsung menarik tangan kak kiki begitu saja. Jika Sri menjelaskannya sekarang takut nantinya perang Dunia keburu terjadi.


Kak kiki mengoceh selama perjalanan. Namun Sri tidak menghiraukannya. "Dek kakak lagi bersih-bersih. Kenapa sih dek"


"Ini lebih penting kak!." hanya kalimat itu yang mampu Sri ucapkan supaya kak kiki bisa mengerti keadaan darurat yang sedang di alami nya.


Sri berhenti berlari setelah sampai di depan pintu Asrama. Dengan buru-buru Sri membuka knop pintu dan langsung membawa Kak Kiki masuk ke dalamnya. Di sana sudah ada imam,Gea, Mia dan juga Ides.


Kak kiki semakin bingung di buatnya. Sri langsung membisikan sesuatu di telinga kak Kiki. Yang membuat bola mata kak kiki membulat dengan sempurna.


Hal yang paling di takutkan kak kiki selama ini akan terjadi pula. Harus dengan cara seperti apa kak kiki mencegahnya. Apalagi dengan imam. Anak kecil itu terlihat sangat tak suka akan kehadiran kak kiki disana.


Kak Kiki lansung menutup pintu Asrama. Ia berusaha tenang menghadapi permasalahan ini. Karna dengan sikap tenang insya Allah semuanya akan baik-baik saja.


Mia dan Ides bingung. Mereka hanya diam tanpa mampu berkata apapun karna semejak kehadiran Gea dan imam ke Asrama. Hanya terjadi keheningan di sana.


"Siapa yang akan memulai pembicaraannya" Suara Gea memecah keheningan yang sempat terjadi.


Mia dan Ides menghampiri Sri yang kala itu masih berdiri di samping kak Kiki.Mia bertanya pada Sri dengan sangat pelan. Supaya tidak ada yang tau pembicaraannya. Mia di buat kaget dengan ungkapan Sri. Seperti halnya Kak Kiki bola mata Mia pun membulat dengan sempurna.


***


Mereka duduk di teras dengan alas sebuah samak plastik. Setelah tadi sempat terjadi keheningan. Kak Kiki menyuruh semuanya supaya duduk dan tidak ada yang boleh membantah perintahnya.

__ADS_1


Kak Kiki hanya diam setelah ia mempersilahkan supaya Gea bertanya apa yang ingin ia tanyakan pada imam.


Anak kecil itu masih saja berwajah sama. Wajah yang selalu bersikap musuh terhadap Gea. Sampai membuat Kak Kiki bingung di buatnya.


"Apa yang membuat kamu membenci kakak imam? Ceritakan semuanya pada kakak!" Suruh Gea dengan hati yang sudah siap.


Sri Mia dan Ides tidak lagi mampu menghalangi ataupun menutupinya lagi dari Gea. Seperti apapun mereka menyembunyikannya pasti akan ketahuan juga. Ya, seperti saat ini contohnya.


Imam menarik nafas panjang."Apa kakak tau kalo kak Adit itu pernah menjadi pacarnya kakak aku yang sedang sakit sekarang?"


Deg!


"Pacar?sejak kapan?"Gea sungguh terkejut mendengarnya. Ia merasa tidak ada udara yang mampu mengisi paru-parunya itu.


Sesak!


Sri,Mia dan Ides hanya mampu terdiam. Mereka tak sanggup berkata apa-apa lagi.


Imam tersenyum miring."Kenapa kak, kaget?Anak kecil itu melayangkan tatapan tajam pada Gea." Apa kakak tau dengan tunangannya kakak dan kak Adit membuat kak Anin sakit lagi" Suara imam menggema. Kali ini imam sudah tak mampu bersabar lagi. Saat dirinya mengingat kakak perempuannya yang sekarang tengah berbaring sakit.


"Imam kakak mohon kamu jangan seperti ini. Jaga sikap kamu imam!" Kak kiki merasa geram karna Imam membentak Gea dari cara berbicaranya.


Nafas Imam memburu masih dalam keadaan sangat Emosi.


Gea menangis menumpahkan semua rasa sakitnya lewat Air matanya. Sri Mia dan Ides langsung mendekati Gea. Berusaha membuat Gea merasa baikan.


"Sejak kapan mereka punya hubungan?" Suara Gea sangat lemah. Bahkan seperti sebuah bisikan. Teman Gea ikut menangis. Mereka bisa merasakan hati Gea sesakit apa.


"Kakak bodoh atau apa? Mana mungkin kakak tidak tau jika semejak kak Adit masuk ke pesantren ini kak Adit sudah berpacaran sama kak Anin. Tapi semenjak acara Imtihan itu kak Adit bilang sama kak Anin kalo dia sudah bertunangan sama kakak. Hal itu yang membuat kak Anin sakit lagi kak. Setiap malam Umi menangis. Menangisi kakak ku disana. Ini semua gara-gara kakak yang merebut kak Adit dari kakak Anin." Seru Imam. Anak kecil itu menangis. Suara nya hampir hilang bersama derai air mata yang ikut membasahi pipinya.


Hancurr.. Hanya satu kata yang bisa mewakili perasaannya Gea saat ini. Ia hancur se-hancur hancurnya.

__ADS_1


Kak kiki diam. Ia pula ikut menangis.Karna memang semenjak Adit masuk pesantren kak Kiki tahu jika Kak Anin sudah menyukai Adit. Karna Adit selalu di suruh pak kyai untuk bekerja di rumahnya. Seperti menyambut tamu atau sebagainya. Itulah pertemuan pertama Adit dan juga Anin. Kak Kiki pun di buat kaget saat Gea bilang sudah bertunangan dengan Gea. Namun kak Kiki tidak mampu untuk bilang yang sebenarnya pada Gea.


Adit kenapa dia bisa membohongi Gea. Sungguh ia sangat membencinya. Sebenci bencinya!!!


__ADS_2