Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Cinta Terhalang Dinding Pesantren
Surat


__ADS_3

Gea sedang mengistirahatkan tubuhnya yang sedikit kaku. Ia sedang malas hari ini. Malas sekali. Bahkan mandi pun rasanya malas. Entah lah ia juga tidak tau, kenapa ia jadi seperti ini.


Mungkin kah karna efek semalam. Setelah Gea dan semua santriah memberi hadiah kecil-kecilan pada kak kiki. Mereka melanjutkan dengan masak nasi liwet lagi. Sepeti biasa Gea yang mentraktir semua makanan pendamping nasi liwet nya. Acara memasak nasi liwet selesai pada pukul 1 dini hari. Sehingga membuat Gea masih mengantuk karna harus bangun masih subuh. Dan di lanjutkan dengan kegiatan mengaji dan bersih-bersih. Sungguh sangat menguras tenaga sekali.


Gea masih ingat kejadian semalam. Saat semua santriah sedang asyik bercanda ria tiba-tiba lampu padam. Dan ada sebuah bayangan yang melintas sehingga membuat semua santriah menjerit takut. Namun ternyata itu ulah nya anak salah satu pak kyai yang masih berusia 12 tahun..Ia memang sedikit bandel dan suka mengusik para santriah. Dan katanya anak pak kyai itu menyukai kak kiki. Lucu sekali!! Anak sekecil itu sudah tau cinta. Dan pastinya itu hanya cinta monyet!!


Gea Senyum-senyum sendiri saat ingat kejadian semalam. Anak pak kyai itu di bawa oleh kak ides untuk di tanya langsung. Kenapa selalu mengganggu para santriah. Dan jawabannya karna ia suka kak kiki. Hahaha. Aneh!!


"Gea, yakin gak mau mandi?" Mia kembali bertanya pasalnya Gea masik asyik tidur-tiduran. Karna biasanya Gea yang paling semangat kalo masalah mandi.


"Gak Mia, aku malas banget!! seriuss!!" Jawab Gea. Ia kembali memejamkan matanya.


"Yaudah kalo gituh, aku mau nyusul ides dan sri aja."


"Iya sana!"


Mia memanyunkan bibir nya kesal. Tak biasanya Gea bersikap seperti ini. Apakah ada sesuatu yang Gea sembunyikan?.


Gea kembali membuka matanya setelah dirasa Mia sudah tidak ada. Gea menduduka tubuhnya. Ia masih merasa badan nya sakit. Mungkin karna kurang tidur. Jam sudah menunjukan pukul 1o.30 siang. Sebentar lagi adzan dzuhur dan ia belum mandi. Masa mau ngaji gak mandi? malu dong? pikirnya.


"Ya allah kenapa aku malas banget sih!" Gea memaksakan tubuhnya untuk bangun. Namun tetap saja ia enggan untuk berdiri. Padahal semua teman nya juga tidur sudah jam 1 malam. Terus kenapa ia sendirian yang malas.

__ADS_1


"Audzu billahiminas syaitonirozim.. Ya allah kuat kan lah aku dalam menghadapi godaan syaiton yang membuat ku malas ini." Ucap Gea. Ia memaksakan berdiri dan merapiakan baju gamis nya yang sedikit tersingkap. Namun Gea merasa agak aneh pada bagian belakan bajunya. Seperti agak basah-basah gitu. Gea melihat pada pada alas yang ia tiduri tadi. Dan ada bercak darah di situ. Ia haid.


"Pantesan badan aku sakit semua. Terus malasnya minta ampun" Desah Gea. Ia mengelap bercak darah yang berada di alas menggunakan tisu basah yang barusan ia ambil dari lemari exel nya.


Gea mengambil sebuah sarung untuk menutupi bercak darah yang berada di bokongnya. Ia juga mengambil baju ganti. Karna mau tidak mau Gea harus mandi. Masa iya nanti mengaji badan nya bau amis!


"Oh iya aku lupa sesuatu." Gea kembali lagi ke kamar nya untuk mengambil sesuatu yang terlupakan. Namun saat ia membuka lemari exel nya barang tersebut tidak ada.


"Yah roti jepang nya gak ada" Ujar Gea. Ia bingung karna gak mungkin jika harus ke warung sekarang untuk membeli roti jepang tersebut.


Namun di saat Gea sedang kebingungan, teman-teman nya sudah kembali dari ritual mandi mereka." Cari apa sih?" Tanya ides.


"Alhamdulilah kalian udah kembali, punya roti jepang gak?" Tanya Gea pada tiga teman nya.


"Apaan sih roti jepang? serius aku gak ngerti" Timpal sri.


"Kamu itu telmi banget sih,roti jepang itu pembalutt iyemm!!" seru Ides yang meresa sedikit geram.


Sri hanya menggut-manggut saja" Mia nya mana?" Tanya Gea. Ia sudah merasa tidak nyaman sekarang.


"Lagi jemur baju di atas. Ambil aja, ada di lemari exel nya kok." Saran Sri.

__ADS_1


Gea membuka lemari exel nya Mia. Terpaksa. Karna ia sudah sangat ingin pergi ke kamar mandi sekarang. Apalagi saat darah haid yang terus keluar.


Dan benar kata Ides. Mia mempunyai stok pembalut yang cukup banyak. Sehingga Gea mengambil satu buah pembalut punya Mia. Namun saat Gea hendak menutup lemari exel nya Mia. Gea tak sengaja melihat sebuah pucuk surat yang menbuat Gea sedikit penasaran di buatnya.


"Surat apa ini ya?" Unjuk Gea pada Sri dan ides. Surat yang sangat cantik dengan lambang hati di tengahnya.


"Itu apa sih Gea? Ides beranjak dari duduk nya. Dan menghampiri Gea yang sedang memegang sebuah pucuk surat.


"Ehh, kalian jangan di buka" Cegah sri langsung merebut surat tersebut.


Kening Gea berkerut dalam, tak biasanya sri menutupi sesuatu darinya. Hingga membuat Gea merasa sangat penasaran.


"Apaan sih kok gak boleh?" Seru Ides. Ia kembali merampas surat tersebut dari sri.


"Jangan di buka dulu soalnya aku juga mau lihat" Ujar sri dengan senyum jenaka nya.


"Dasaarrr!" Seru Gea dan Ides.


Mereka bertiga membuka surat tersebut dengan amat penasaran. Apakah surat itu dari pacar nya mia? Ataw kah dari siapa?.


Namun saat mereka telah berhasil membuka pengrapet surat tersebut. Mereka di kejutkan dengan kehadiran Mia. Yang membuat Sangat terkejuttt!!!

__ADS_1


"Kalian lagi ngapain sih?" Tanya Mia yang sudah berdiri di ambang pintu.


Mereka lupa sesuatu. Pintunya tidak di kunci!! Tamat lah riwayat mereka!


__ADS_2