Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Cinta Terhalang Dinding Pesantren
Terakhir kali


__ADS_3

Sudah hampir satu minggu lamanya lomba talaran di gelar, dan tinggal beberapa hari lagi mereka semua berada di puncak akhir yaitu ke acara Imtihan. semua santri dan santriah menggiatkan diri masing-masing dalam segi talaran supaya mendapatkan hasil yang memuaskan.


Hari ini acara talaran masih di mulai mungkin memerlukan waktu dua hari lagi untuk bisa menyelesaikan semua perlombaan ini, seperti biasa para santriah putri sudah berada di Aula tempat mereka melaksanakan talaran tepatnya di Asrama laki-laki.


Semua santriah berjumlah 150 orang kebanyakan santri laki-laki, kalo santriah perempuan hanya setengah persen dari santri laki-laki, karna setiap acara Akhir taun di mulai selalu saja ada yang keluar dari pesantren dan ada pula yang masuk sebagai santriah baru. Kebanyakan santriah putri yang keluar, ada yang menikah karna di jodohkan atau karna ingin pindah pesantren.


Sama halnya seperti taun ini ada tiga orang santriah yang akan keluar dari pesantren dan semua nya akan menikah. Tetangga sebelah Asrama Ghea yaitu kak fitri kak nita dan kak sofi, mereka semua dari kelasan alfiah satu kamar sama kak Roisah kakak-kakak senior yang banyak membimbing para santriah baru.


Tinggal kelasan Alfiah yang belum selesai dalam talaran, tapi semua santri maupun santriah harus hadir di Aula karna tidak boleh melewatkan kakak-kakak senior mereka tampil.


Akhirnya bisa bernafas lega untuk santri dan santriah yang sudah menyelesaikan talaran mereka, tinggal menunggu hasil siapa yang menjadi juara umum di setiap kelasan mereka. Hasil akan di umumkan di depan semua orang tua para santri yaitu di puncak acara Imtihan.


***


Semua santri dan santriah sedang dalam keadaan super sibuk karna mereka sedang mempersiapkan acara nanti malam yaitu Imtihan. semua nya sudah mempunyai tugas masing-masing, ada yang di tugaskan untuk membantu memasak ada yang menyambut para tamu undangan dan ada juga yang membereskan semua perlengkapan nanti malam.


Para orang tua santri sudah mulai berdatangan mereka di suruh beristirahat di tempat yang sudah di siapkan. Para santriah yang melihat orang tuanya sudah datang mereka langsung berlari dan menyambut mereka dengan baik. Tapi bagi yang orang tuanya belum datang mereka terus menunggu Seperti hal nya Ghea ia sangat menantikan kehadiran orang tuanya ia terus saja memfokuskan matanya untuk melihat para tamu yang berdatangan. ya karna Ghea di tugaskan oleh kak kiki untuk menyambut para tamu undangan.


"Ayah sama bunda mana yah" Ujar Ghea karna sedari tadi ia tak mendapati akan kehadiran orang tuanya.

__ADS_1


Kehadiran orang tua Ghea belum juga terlihat, Ghea hanya bisa menghembuskan nafas nya kasar. padahal ia sudah sangat rindu sekali pada orang tuanya, bagaimana tidak selama satu tahun ia berada di pesantren, ia hanya bisa berjumpa tiga kali dengan orang tuanya selebihnya hanya lewat panggilan suara saja.


"Ghea"? Panggilan seseorang membuatnya menoleh ternyata dia Sri.


"Kepana Sri"? saut Ghea kemudian


"Ibu aku sudah datang, aku mau kenalin dia ke kamu,"Ajak nya.


"Oh gtuh ayok sri, kalo orang tua Mia sama Ides udah datang belum?" Tanya Ghea pada sri saat mereka menuju tempat peristirahatan para tamu


"Belum, mungkin masih di perjalanan. kalo ayah ibumu Ghea?" tanya sri setelahnya


"Belum" Jawab Gea sendu.


***


Adzan Asar sudah berkumandang, Para santriah sedang melaksanakan solat berjamaah, tapi bagi mereka yang sedang sibuk tidak ikut solat berjamaah. bisa menyusul setelah urusannya selesai.


Setelah solat mereka berpencar melaksanakan tugas mereka yang belum selesai, sama halnya dengan Ghea ia menyambut para tamu yang semakin lama semakin banyak sampai-sampai Ghea kewalahan mengatur tempat untuk mereka beristirahat.

__ADS_1


16.23


Gea melirik jam di pergelangan tangannya


tapi ayah dan bundanya belum juga datang , membuat Gea semakin resah dan tak karuan. tetapi Gea hanya berfikir positif mungkin kejebak macet. Apalagi jarak jakarta ke pesantren nya sekarang bukan lah dekat.


"Gea di parkiran bawah ada orang tua kamu," ucap salah satu santriah.


Tak berpikir panjang Gea langsung berlari menuju parkiran yang letaknya dengan Asrama santri laki-laki. Gea sampai ngosngosan karna begitu tak sabarnya melihat ayah dan bundanya. dan sampai di parkiran senyum nya merekah melihat ayah bundanya telah sampai dalam keadaan selamat.


"Ayah,bunda" Gea memeluk erat kedua orang tuanya karna begitu bahagianya dia, Ayah dan bundanya membalas pelukan Gea yang sama eratnya.


Gea pun membawa bundanya menuju Asrama putri dan Ayah nya menuju peristirahatan Asrama putra.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2