Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Cinta Terhalang Dinding Pesantren
Ungkapan kebenaran


__ADS_3

Sudah hampir 1 minggu lamanya. Pak kyai dan juga bu hajjah menjenguk putrinya yang sakit. Selama itu pula yang mengajar mengaji para santriah di tugaskan pada kak kiki. Begitu pun bagi santri laki-laki kak Rois lah yang di tugaskan mengajar mengaji.


Hari-hari terasa tidak menyenangkan saat pak kyai dan bu hajjah tidak ada. Sepi.. Itulah yang selalu mereka rasakan..


Begitupun dengan Gea. Ia sangat tidak bersemangat menjalani setiap hari-harinya. Ia selalu memikirkan Adit. Tunangannya itu masih belum juga kembali. Sedang apa dan bagaimana kabarnya? Hanya itu yang selalu memenuhi pikiran Gea.


***


Para santriah sedang di tugaskan untuk bersih-bersih. Namun Tidak sesuai jadwal biasanya. Sekarang kak kiki yang mengatur semuanya.


Gea dan Sri di tugaskan untuk bersih-bersih di rumah pak kyai. Katanya Kerja Gea dan Sri sangat bisa di andalkan oleh kak kiki. Katanya!


Sedangkan Ides dan Mia di tugaskan untuk bersih-bersih Asrama.


Sebenarnya Gea enggan jika harus bersih-bersih di rumah pak kiyai. Enggan jika harus bertemu imam. Anak kecil itu masih saja berwajah tak ramah setiap kali bertemu Gea.


Sri mengajak Gea untuk segera ke rumah pak kyai. Ingin segera selesai dan segera rebahan katanya. Dengan Hati terpaksa Gea mengikuti langkah kaki Sri yang sudah berjalan mendahuluinya.


Rumah pak kyai tampak sepi.. Masih belum ada tanda-tanda imam pulang dari sekolah. Gea bernafas lega.. Ia bisa bekerja dengan tenang sekarang..


Dengan semangat Gea segera menyapu lantai. Sesudah itu di lanjut membersihkan debu-debu di sekitar barang-barang yang terpajang.. Sri bagian untuk mengepel lantai.. Ada satu barang yang membuat Gea berhenti bersih-bersih,yaitu sebuah Foto keluarga yang terpampang jelas di ruang Tamu. Foto keluarga pak kyai dan juga anak-anaknya. Namun mata Gea hanya fokus pada satu gambar seorang anak remaja sesusianya. Wajah cantik tinggi dan juga anggun.

__ADS_1


"Pasti ini anak pak kyai yang sedang sakit itu" Gea hanya bisa memperhatikan Foto itu tanpa berniat menyentuhnya. Karna jaraknya yang jauh dari jangkauannya.


Sri menghampiri Gea yang sedang memperhatikan Foto keluarga pak kyai."Kenapa Gea?"


Gea menoleh saat Suara Sri mengagetkannya." Emm.. Enggak, aku hanya penasaran dengan kakak itu" Tunjuk Gea dengan kemoceng yang di pegangnya.


"Dia putrinya pak kyai yang sedang sakit itu Gea. Usianya seumuran kita. Namanya kak Anin. Kak Anin itu mengajinya sudah jago loh. 1000 bet alfiah sudah bisa di hafal oleh kak Anin. Begitu pun dengan hadist-hadist dan sudah hafal al-qur'an 30 juz" Tutur Sri. Mereka masih memandang Foto keluarganya pak kyai.


Hati Gea merasa iri di buatnya. Iri karna Ia masih belum tau apa-apa dengan ilmu agama. Sedangkan kak Anin? Kenapa tidak dari dulu ia belajar Agamanya.? kenapa baru sekarang ia sadar kalo ilmu agama itu sangat penting? Gea sangat menyesal!!


"Sedang ngapain kak Gea di sini!!!" Suara teriakan anak kecil mengagetkan Gea dan juga Sri yang masih memandang foto keluarga pak kyai.


Gea Reflek menoleh ke arah sumber suara itu. Seorang anak kecil yang masih memakai baju SD itu menatap Gea dengan tajamnya.


Begitupun dengan Sri. Ia juga sama terkejutnya seperti Gea.


Iman melangkahkan kakinya dengan cepat. Menghampiri Gea dan Sri yang masih menatap imam bingung.


"Kak Gea pergi dari sini. Pergiiii!!" Teriak imam. Ia menarik paksa Gea supaya keluar dari rumahnya.


"Imam kenapa kamu kayak gitu sama kak Gea? Apa salah kak Gea imam?" Seru Sri. menatap Imam Intens.

__ADS_1


"Kak Gea ini jahat kak.. Sangat jahatt" Tunjuk imam . Suaranya imam pun menggema di ruangan itu.


"Apa salah kakak imam? Apa yang membuat kamu membenci kakak?" Suara Gea lemah. Ia menangis. Ia tak mengerti kenapa anak kecil ini begitu membencinya.


Imam melengos ia memperhatikan air mata yang sudah membasahi pipi Gea."Apa kakak tau? setiap malam Umi selalu menagis. Menangisi kakak perempuan ku yang penyakitnya kambuh lagi. Air mata kakak sekarang tidak sebanding dengan Rasa sakit umi selama ini kak"


Gea masih di buat bingung dengan perkataan imam. "Apa maksudnya imam?" Tanya Gea lemah.


Sri langsung menghentikan imam yang hendak melanjutkan kata-katanya lagi. Namun Gea segera mencegah niat Sri.


"Aku mohon Sri jangan ikut campur. Dan kamu imam ayo teruskan lagi cerita kamu"


Sri menggelangkan kepalanya lemah. Gelengan kepala Sri menandakan bahwa ia sangat memohon Agar imam tidak berbicara yang sebenarnya pada Gea.


"Ayok imam apa yang kamu ingin katakan?" Desak Gea.


"Kakak mohon.. jangan imam" Sri sudah tidak peduli lagi andaikan Gea sangat marah padanya. Lebik baik Gea marah padanya asalkan Gea tidak merasa sakit hati!


"Aku mohon Sri kamu jangan ikut campur!" Bentak Gea. Ia sudah sangat marah akan sikap Sri yang menutup-nutupi hal yang tidak ia ketahui.


Sri terjingkrak kaget akan bentakan Gea. Baru pertama kalinya Gea semarah ini. Apa yang harus ia lakukan?

__ADS_1


Imam pun di buat kaget dengan Gea yang terlihat marah. Ia masih memandang Gea seperti biasa. Benci dan juga tak ramah.


__ADS_2