Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Cinta Terhalang Dinding Pesantren
Hadiah Untuk Kak Kiki


__ADS_3

Hari ini Gea berencana untuk memberi kejutan pada kiki. Ya, tepat pada hari ini. Hari ulang tahun kak kiki yang ke 20 tahun.


Gea sudah punya Rencana dengan teman-temannya. Begitu pun dengan teman se-Asramanya.


Hari ini mereka punya niat tidak akan ada yang memberi selamat ulang tahun pada kak kiki. Hari ini juga Gea berniat mengajak kak kiki ke swalayan, Untuk berbelanja. Gea hanya bilang ingin berbelanja untuk dirinya dan ingin di temani oleh kak kiki.


"Gea Ayok, Bu hajah udah ngijinin kita" Gea mendongkakan kepalanya saat kak kiki baru saja pamit pada bu hajah untuk pergi ke swalayan bersama dengan dirinya.


"Alhamduliah" Ucap Gea. Gea bersyukur banget karna sudah dapat ijin dari bu hajah. Sehingga rencananya untuk membahagiakan kak kiki akan terlaksanakan.


Gea berdiri dari duduknya. dan berjalan mengikuti kak kiki untuk pergi ke tempat angkot yang akan membawa mereka ke swalayan.


Mereka melewati pesawahan untuk sampai di jalan raya tempat angkot melintas. Gea baru pertama kali melihat pesawahan. Ia begitu antusias sekali saat melihat hamparan sawah yang begitu luas.


"Kak aku seneng banget bisa liat sawah" Ujar Gea. Ia diam sejenak sembari memperhatiakan hamparan sawah itu.


"Yaudah, diem dulu kalo kamu suka." Tutur kak kiki. Sambil ikut berdiri di samping Gea.


Gea teringat sesuatu, "Niat nya kan aku pengen ngajak jalan-jalan kak kiki. Kok malah aku yang kesenengan liat sawah." gumam Gea.


"Ah enggak kak. Ayo lanjut nanti kesiangan sampai di swalayan nya." Tolak Gea sembari merangkul tangan kak kiki.


Kak kiki hanya tersenyum dan melanjutkan kembali perjalanan nya.


***


Mereka baru saja sampai di swalayan yang lumayan jauh dari pesantren. Swalayan yang begitu ramai dengan pengunjung. Jujur Gea baru pertama kalinya ke swalayan karna biasanya Gea suka pergi ke mall atau ke supermarket, Jika ingin membeli sesuatu. Di Karnakan di sini tidak ada supermarket atau mall jadi Gea terpaksa ke swalayan, Untuk membahagiakan kak kiki.


"Mau belanja apa Gea"Tanya kak kiki yang melihat Gea sedikit kebinngungan.


Gea bingung harus membeli apa. Karna niatnya Gea ingin membelikan kak kiki sesuatu. bukan dirinya yang akan berbelanja.


"Lihat-lihat dulu ajah deh kak" Jawab Gea. Jujur Gea bingung saat ini. dan memilih berjalan jalan terlebih dahulu untuk melihat lihat.


Gea teringat sesuatu saat ia melihat tempat penjual pakaian. Kak kiki udah gak punya mukena yang bagus untuk di pakai solat.


"Ke sana dulu yu kak" Tunjuk Gea ke tempat penjual pakaian dan alat solat.


"Ayok!"


Gea ingin memilih mukena yang bagus untuk kak kiki. Namun ia bingung kak kiki suka yang mana.


"Bagusan yang mana kak?" Gea memperlihatkan tiga buah kantung mukena pada kak kiki.


"Loh kok malah nanya kakak sih, kan itu buat kamu!"

__ADS_1


Gea bingung harus menjawab apa saat ini. Ia hanya menggaruk kepalnya yang tak gatal. Sulit juga ya mau kasih surprise.


"Aku bingung kak. Menurut kakak bagusan yang mana?" Desak Gea.


"Yang ini kalo menurut kakak!"


Mukena dengan warna hijau botol yang di pilih kak kiki.


"Ba, bungkus yang ini"! Gea memberikan mukena warna hijau botol tersebut pada pedagangnya.


Mereka menghabiskan waktu berdua di di Pasar Swalayan. Gea dan kak kiki berbelanja cukup banyak hari ini. Bukan untuk Gea pastinya. Tapi untuk kak kiki selaku Roisah tercinta.


Gea membeli semua barang yang punya kak kiki udah gak layak. Mulai dari sendal, baju, kerudung, mukena, dan yang lainnya.


Gea juga tak lupa membelikan teman-temannya hadiah. Karna mereka sekarang sedang mempersiapkan surprise untuk kak kiki di Asrama sana. Sebagai tanda terima kasih sudah mau bekerja sama dengan dirinya.


***


Gea dan kak kiki mampir di salah satu penjual bakso. Karna asyik berbelanja mereka sampai lupa makan. Perut sudah mulai keroncongan sehingga mereka makan dengan lahap saat ini.


"Mau nambah gak kak?" Tanya Gea karna mangkuk kak kiki sudah habis baksonya.


"Masih laper sih, tapi malu ah!" ujar kak kiki.


Gea berdiri untuk memesan bakso lagi. Tak lupa juga Gea memesan bakso untuk di bawa pulang.


"Di bungkus juga ya mang, 40 bungkus."


"Siap neng!"


Gea dan kak kiki melahap lagi bakso yang ke dua kalinya. Lapar nya banget!


**


Gea menyewa angkot untuk membawanya sampai ke pesantren. Karna belanjaan yang begitu banyak hari ini. Angkot berhenti tepat di parkiran pesantren, Gea membayar angkot tersebut dan menurunkan semua belanjaan nya. Ides dan Sri membantu Gea dan kak kiki untuk membawa belanjaan ke Asrama. Setelah Gea pamit kepada kak kiki untuk memanggil mereka, supaya bisa membantunya.


Gea membisikan seseuatu di telinga Ides karna takut terdengar oleh kak kiki. "Gimana, sudah siap belum?"


"Alhamdulilah sudah Gea. Semuanya sudah siap, teman-teman juga sedang menunggu pastinya."


"Alhamdulilah kalo begitu".


Asrama terlihat sepi pada saat mereka sampai di atas. Tak ada santriah satu pun yang terlihat keluar dari Asrama masing-masing. Kak kiki tentunya heran karna tidak biasanya semua orang tidak apa.


Kak kiki mendudukan Tubuhnya di teras depan madrasah.

__ADS_1


"Kok sepi ya? semua orang kemana?" Tanya kak kiki yang sembari menurunkan belanjaan dan di simpan di teras dekat ia duduk.


Ides dan Sri hanya diam, begitu pun dengan Gea. Mereka takut salah berbicara.


"Kak ikut aku yuk?" Gea beranjak berdiri dan mengajak kak kiki.


"Ayok kak!" Ides dan Sri ikut menimpali.


"Kemana?" Kak kiki mengernyit bingung kepada mereka saat ini.


"Sebentar kok kak, yu?" Gea segera mengambil tangan kak kiki supaya ikut berdiri.


Kak kiki mengikuti Gea, Ides dan juga Sri. Tanpa bertanya lagi setelahnya.


"Buka pintunya kak!" Perintah Gea.


"Hah?" Kak kiki kebingungan, dan tampak bengong.


"Ayok kak buka!" Desak Gea.


Kak kiki memutar knop pintu. Namun madrasah terlihat Gelap karna lampu mati dan jendela tertutup oleh tirai.


Tak ada cahaya yang dapat menerangi madrasah, dan setelah Ides berjalan ke arah saklar lampu. Semua dapat terlihat.


"Barakallahu Fi umrik kak kiki. Selamat ulang tahun !! Selamat menua."! Seru semua orang di sana.


Kak kiki hanya diam tanpa berkata sepatah kata pun. Ia menutup mulutnya karna mungkin merasa kaget.


"Makasih semuanya atas kejutannya !" Kak kiki menangis, semua santriah mendekat ke arah teh kiki. Tak lupa dengan kue ulang tahun yang mereka bawa.


"Kak tiup lilin nya dong" Perintah kak Desi selaku teman ,sekaligus anggota pengurus.


Kue yang cantik, juga tak lupa dengan lilin angka 2 dan juga nol di atas kue tersebut.


Kak kiki Hanya diam. Namun masih setia menangis. Kak kiki berbicara di sela tangisnya. Dan kata yang membuat semuanya terkejut Adalah.


"Makasih surprise nya. Tapi Aku ultah nya BESOK!!"


"HAAAHHHHH" Semuanya Gagal total.


"Kak Desiiiiiiiiiii" Teriak semua santriah kepada kak Desi sekaligus teman se Asramanya kak kiki.


Ya, karna kata kak desi lah bahwa ulang tahun kak kiki hari ini.


Dunia seakan berhenti berputarr!!! Hadeuhh🤦‍♀️🤦‍♀️

__ADS_1


__ADS_2