
Setelah kejadian di aula dimana Adit dan Ghea bertemu untuk kedua kalinya setelah mereka berpisah, Ghea mendapatkan sebuah surat yang di bawa oleh kak kiki. Sungguh di luar dugaan Ghea ternyata surat tersebut tak lain dari Adit mantan kekasihnya.
Ghea pikir surat tersebut dari orang tuanya karna sudah seminggu Ghea tak bertukar sapa dengan ayah bundanya. surat sederhana yang tertulis di kertas putih tanpa pembungkus yang bagus,bahkan tak layak di anggap sebagai surat untuk seseorang.
Perlahan Ghea membuka surat tersebut dan di halaman pertama sebuah salam sebagai pembuka.
Assalamualaikum ukhty..
Semoga Alloh senantiasa melindungi dimanapun ukhty berada,
Afwan Ukhty untuk luka yang mungkin masih membekas di hati ukhty, Afwan untuk semua kesalahan yang akhi berikan
Ternyata alloh mempunyai rencana yang tak disangka untuk kembali mempertemukan kita kembali. semoga alloh memberikan kabar baik nantinya. Aamiin
*Ghea* Radytia
"Adit kenapa kamu selalu seperti ini datang memberi luka bahkan yang lalu pun belum bisa aku sembuhkan"Gumam Ghea dengan lelehan air mata yang terus membasahi pipinya.
Maaf Adit, Tapi keputusanku sudah bulat untuk menutup hati bagi siapapun termasuk dirimu"Lanjut Ghea kemudian.
Langit pun ternyata Menggambarkan seperti apa hati Ghea saat ini, disaat ia bertemu adit pertama kalinya persaannya nya tidak seperti dulu terhadapnya, jujur Adit sungguh jahat meninggalkan Ghea disaat paling rapuh. Bahkan untuk sekedar menopang tubuh pun rasanya Ghea tidak sanggup.
"Kak Ghea di tunggu kak kiki di Mushola"Teriakan dari lantai bawah terdengar begitu nyaring, karna sekarang Ghea sedang berada di Rooftop pesantren untuk membaca pesan dari Adit.
"Iya sebentar, Saya turun" teriak Ghea kemudian
Ghea pun berlali menuruni setiap anak tangga untuk mencapai lantai bawah, ternyata Ghea terlalu lama di Rooftop karna sekarang Tadarus Al-qur'an sedang di mulai.
__ADS_1
"Assalamualikum"ucap Ghea saat ia telah sampai di Mushola.
"Waalaikum salam,Silahkan duduk " jawab kak kiki
Tadarus al-qur'an pun berlangsung selama 1 jam, Mereka menghapal masing-masing juz karna lomba membaca al-qur'an pun sebentar lagi akan di laksanakan.
Setelah Tadarus selesai mereka melaksanakan Solat isya berjamaah dan di lanjut mengaji Kitab sampai jam 11 malam.
***
Treng...treng.. trengg..
03:00
Semua santri dan santriah seperti biasa di wajibkan melaksanakan solat Tahajud, kemudian berdzikir dan juga berdoa.
Adzan pun telah berkumandang Semua santriah melaksanakan solat subuh berjamaah, kemudian di lanjut dengan wirid dan mengaji sampai jam 6 pagi.
Setelah selesai mengaji seperti biasa Para santri dan santriah akan melaksanakan Patrol yaitu bersih bersih, seperti mengepel, nyapu dan lain sebagainya. semua santri dan santriah telah mendapatkan jadwal masing-masing karna seperti biasa setiap hari jadwal patrol selalu berbeda-beda.
"Huufff cape bangett,"! keluh Ghea karna ia sekarang mendapatkan jadwal menyapu halaman pesantren putri, halaman luas dan begitu kotor karna helaian daun yang sudah mengering banyak yang berguguran.
"Cape yah"kata seseorang yang mulai duduk di sebelah Ghea.
Reflek Ghea membuka mata nya yang terpejam"Ehh Indri, hooh cape banget padahal lima orang kita Patrol hari ini.
"Beli minum yuk haus, sekalian kita buang sampah nya" ajak indri
__ADS_1
"Yuk, sekalian aku traktik kamu dan teman-teman yang lainnya." kata Ghea
Ciloa mana tempat pembuangan sampah, lumayan jauh dari asrma putra dan putri sekitar setengah kilo meter dari pesantren. 2 karung sampah yang Ghea dan teman- teman nya bawa untuk dibuang.
Ternyata di tempat sampah itu ada tiga orang santri putra yang sedang membuang sampah, sama hal nya dengan Ghea dan teman-teman nya ingin lakukan. Ghea dan teman-temannya sesegera mungkin membalikan badan dan berjalan dengan tergesa-gesa tatkala para santri telah selesai membuang sampah.
"Ukhty kami sudah selesai,kalian tidak usah kabur" seru santri putra
Ghea dan teman-teman nya pun reflek berhenti dan membalikan badan, ternyata para santri putra sedang menatap aneh kepada Ghea dan teman-temannya.
"Kenapa sih para santriah putri suka kabur kalo liat kita, padahal kita bukan hantu"! seru salah dari santri putra.
"Afwan bukan seperti itu, karna peraturan di pesantren ini tidak boleh saling berhubungan semama lawan jenis yang bukan mahromnya karna takut menimbulkan fitnah."! kata Indri
"Maaf akhy kami hendak membuang sampah"! sambung Ghea sebelum santri putra membalas perkata Indri.
Setelah santri putra pergi
Ghea dan teman santriah lainnya pun buru-buru membuang sampah dan cepat-cepat meninggalkan ciloa takut para santri putra ada yang hendak membuang sampah lagi .
Seperti yang Ghea katakan pada temannya tadi Ghea mentraktir mereka jajan bakso hal kecil seperti itu pun mampu membuat para teman Ghea bahagia.
Mereka pun kembali ke asrama setelah selesai menghabiskan bakso yang di traktir Ghea
.
.
__ADS_1