Cinta Terhalang Dinding Pesantren

Cinta Terhalang Dinding Pesantren
Khitbah


__ADS_3

Gea melihat pantulan wajahnya dari cermin, Ia baru selesai di Rias wajahnya oleh seorang Perias yang di undang bunda untuk acara Khitbah nya saat ini. Rumahnya telah di Rias Sedemikian indahnya. padahal hanya acara Khitbah tapi kenapa semewah ini. pikir Gea.


Mungkin karna ia adalah anak satu-satunya jadi ayah menginginkan yang terbaik untuk anaknya saat ini.


"Sayang Ayok turun, para tamu sudah datang!" seru bunda di sertai ketukan di pintu.


Bunda masuk ke dalam setelah Gea mempersilahkannya, Bunda terdiam cukup lama memperhatikan setiap inci wajah cantik anak semata wayangnya ini.


"Masya Allah Anak bunda cantik sekali,"! bunda tak henti-hentinya memperhatikan Gea


Anak semata wayangnya. Balutan Kebaya yang bunda pesan beberpa Hari yang lalu sangat cocok sekali di tubuh Gea. Juga hibab yang senada dengan kebayanya menambah kesan Elegan bagi Gea.


Bunda memapah Gea untuk turun ke lantai bawah menemui keluarga dari pihak Raditya, Semua tamu undangan begitu terpesona akan kecantiakan Gea hari ini, Gea merasa begitu gerogi karna semua mata tertuju padanya.


**


Gea telah Resmi menjadi tunangannya Raditya, Cincin pertunangannya telah melingkar di jadi manis nya. Beberapa saat yang lalu Mama Adit telah memasangkan cincin di jari manis nya Gea. begitu pula dengan bunda nya Gea yang memasangkan cincin pada Adit. Karna Mereka tidak ingin saling menyentuh satu sama lain sebelum mereka sah nanti. begitulah janji mereka pada saat mereka ingin melangsungkan Khitbah.


Semua tamu saling mengucapkan selamat kepada Gea, Gea merasa Sedih karna temannya waktu di pesantren tidak ikut hadir.


"Happi Engagement sayang, !" Ucap bunda di sertai air mata yang ikut keluar itu.


Gea merasa matanya mulai panas sebisa mungkin ia menahannya tapi ia sungguh tak bisa sehingga saat bundanya memeluknya ia pun ikut menitikan air mata kebahagiaan.


Semua tamu sedang menikmati makanan yang telah di sajikan , Gea sedang melangsungkan potret Foto Pertunangannya dengan saling menjaga jarak satu sama lain. proses Foto tidak berlangsung lama karna Gea yang memintanya.


***


Gea merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah ia selesai membersihkan tubuh dan juga make up yang melekat di wajahnya.

__ADS_1


Semua badan nya terasa lelah . sehingga tak lama matanya ikut terpejam dan melangsungkan perjalanan ke alam mimpinya.


"Sayang, Makan dulu yuk" Bunda mengetuk pintu namun tak ada sautan dari dalam. Ternyata anaknya sedang tertidur dengan kaki yang masih menjuntai ke bawah.


Bunda membenarkan Tudur Gea. Dan menarik sebuah selimut untuk di balutkan ke tubuh putrinya. Tak lupa bunda memberikan Ciuman di pucuk kepala Gea.


**


Rumah sudah bersih dan Rapih seperti semula semua tamu juga sudah berpamitan pulang, sama seperti keluarga dari pihak Raditya.


Bunda menemui ayah di Ruang keluarga yang sedang duduk menikmati secangkir teh dan juga koran yang berada di pangkuannya.


Bunda mendudukan tubuhnya di samping ayah tanpa menyapa terlebih dahulu.


"Bunda gak istirahat" Ayah bertanya tanpa menoleh ke arah bunda, Ayah masih fokus pada koran yang sedang ayah baca.


Bunda terlihat kesal tak kala ayah mencuekan bunda dan fokus pada sebuah koran yang menurut bunda tak penting itu, Apakah koran sudah lebih penting dari kehadiran bunda? pikir bunda.


"Bunda mau kemana? katanya mau menemani ayah",?


Bunda hendak beranjak dari kursi, Namun bunda urungkan karna ayah bertanya. Sehingga bunda tak jadi pergi dari samping ayah..


" Apa penting nya bunda di sini, toh koran yang lebih penting dari bunda." Bunda mencibir sebal. ..


Ayah melipat koran yang sedang ayah baca, dan menaruh nya ke atas meja.


"Ternyata bunda masih manja yah," Ucap ayah sambil mengandeng tangan bunda.


"Mau kemana yah"? bunda bertanya karna ayah menggandeng tangan nya.

__ADS_1


"Istirahat yuk" ajak ayah sambil tersenyum manja.


Bunda tersenyum dan mengangguk, berlalu Menuju kamar bersama ayah.


**


Gea mengerjapkan matanya, Ia terbangun karna mendengar bunyi ponsel yang terus berdering. Gea mengambil Ponsel di atas nakas.


Senyum Gea mengembang tat kala yang menelpon adalah tunagan nya.


Gea langsung menggeser ikon nya dan mengangkat telepon tersebut.


Suara lelaki itu tedengar di telinga Gea, banyak bertanya karna Gea telat mengangkat telepon.


"Udah solat belum"? Adit bertanya


"Baru bangun akunya, semua badan ku pegel-pegel,"


Gea menggeliat merengangkan otot-otot tubuhnya. Padahal ia tidak bekerja sama sekali, tapi kenapa rasanya cape sekali.


"Cepet solat, Ini udah masuk waktu asyar loh" Adit memberitahu.


"Iya aku bangun kok, Yaudah aku solat dulu ya, Assalamualikum."


Gea mematiakn sambungan teleponnya setelah mendapat jawaban salam balik dari Adit, Sudah pukul 16.20 WIB. Ia baru terbangun, Untung saja Adit menelpon kalo tidak pasti ia kelewatan waktu asyar.


"Pasti ayah sama bunda tidur, makannya tidak bangunin aku" Gea berlalu menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


.

__ADS_1


__ADS_2