
Tak ada makanan yang tersisa, meskipun itu hanya satu butir nasi, alas semua santriah makan sangat bersih sekali dari makanan. Entah makan nya yang enak atau memang mereka nya yang lapar. Atau Mungkin dua-duanya ! .
"Makasih Gea" Ucapan terima kasih yang begitu beruntun dari semua teman di Asramanya.
"Sama-sama. !" Gea menjawab satu persatu ucapan terima kasih itu.
Gea dan Tiga teman sekamarnya ,pergi meninggalkan dapur menuju ke kamar. Setelah dapur kembali bersih seperti sedia kala. begitu pun dengan semua perabotannya.
"Uhhh kenyang bangett" Ucap Sri . Ia merebahkan tubuhnya dan mengelus perutnya yang sedikit buncit akibat kekenyangan makan.
"Sama, aku juga kenyang banget!" Timpal Mia dan Ides. mereka ikut merebahkan tubuhnya di samping Sri yang tanpa memakai alas.
"Alhamdulilah kalo kalian kenyang mah. Aku seneng dengernya." Tutur Gea.
"Iya Gea , makasih yah. Kita seneng banget, perut kenyang, dapet makanan ringan. Hati pun jadi senang!!" kata Sri di iringi dengan sedikit cekikikan.
"Iya Gea makasih yah" Idea dan Mia pun ikut berterima kasih.
"Iya sama." !
Gea ikut merebahkan tubuhnya di samping temannya. Mereka ber-empat memandang langit langit kamarnya.
Gea teringat sesuatu. Tadi saat semua temannya sedang makan, kak kiki berbicara namun Gea tidak mengerti, karna kak kiki berbicara bahasa sunda. Gea hanya diam disaat semua teman nya berucap "Allohu Akbar." Karna ia memang tidak mengerti apa yang di ucapkan kak kiki tadi.
__ADS_1
"Tong era jadi santri, sanajan dahar jeng teuri, dina baki bari kawas meuri. Padahal mah pejuang ilahi." !!
Kata-Kata itu masih ter-ngiang jelas di pendengaran Gea saat ini.
"Hey, tadi waktu makan kak kiki ngomong apa sih? aku gak ngerti serius!" Tanya Gea ia sedikit memiringkan tubuhnya ke arah teman-temannya.
"Ya kamu mana mungkin ngerti atuh. Itu kan bahasa sunda" Kata Ides yang kebetulan di samping Gea.
"Memang apa sih Artinya?" Gea bangun. dan mendudukan tubuhnya, ia begitu penasaran. Tatapan dan pendengarannya begitu ia siapkan untuk menunggu penjelasan teman nya.
Ides ikut bangun dan saling berhadapan dengan Gea. Sedangkan Mia dan Sri mereka langsung teler akibat kekenyangan makan.
"Artinya Gini. Dengerin ya" Ucap Ides.
"Jangan Malu Jadi Santri, Meskipun Makan Dengan Ikan Teuri. Di Alas Baki . Seperti Kaya Bebek. Padahal Pejuang Di Jalan Alloh" Tutur Ides dengan sedikit kesusahan menjelaskannya..Karna ia juga tidak terlalu tau bahasa sunda.
Gea manggut-manggut saat Ides selesai menjelaskan. "Ouh gituh!"
"Iyah begituh. Aku ngantuk banget nih. Aku juga mau tidur ya Gea." Ujar Ides, ia kembali merebahkan tubuhnya di samping teman nya .
"Yaudah kalo mau tidur. Aku mau keluar dulu." Gea keluar dan tak lupa menutup rapat pintu kamar nya.
Tak ada santri yang terlihat keluar kamar. Mungkin mereka juga sama kekenyangan kaya temannya. Gea memutuskan untuk ke Roftoop pesantren yang harus menaiki tangga terlebih dahulu.
__ADS_1
Namun sayangnya Roftoop juga sepi. Hanya ada jemuran para santriah saja disana. Gea melihat sekeliling Roftoop, Hanya ada dirinya saja disana.. Gea merasa bosan dan hendak pergi lagi ke kamarnya. Namun pada saat Gea hendak pergi, Gea sayup-sayup mendengar suara seseorang yang sedang mengobrol. Gea pikir hanya salah dengar, namun suara itu kembali terdengar. dan Gea rasa ,Gea mengenal suara itu, seperti suara kak kiki.
Suara itu semakin jelas di pendengarannya saat Gea menuju ke arah sumber suara tersebut. Benar saja ada kak kiki disana, sedang menerima panggilan telepon yang mungkin dari ibunya.
"Ibu tidak perlu khawatir sama kiki. disini kiki baik-baik aja bu. Suka makan enak juga bu, tadi aja kiki baru makan nasi liwet sama ayam panggang. juga sate loh bu."
"Dari teman kiki, namanya Gea. Dia itu orang nya baik, cantik dan ramah juga orang nya. Nanti kapan-kapan kiki kenalin ya sama ibu, kalo ibu kesini."
"Kiki masih punya uang kok bu, ibu gak perlu mikirin uang untuk kiki ya. Asal ibu cepat sembuh aja kiki udah bahagia. Ibu jangan banyak pikiran ya bu. kiki gak mau ibu sakit lagi"
Gea hanya diam di tempatnya saat ini. Tak terasa air mata sudah membanjiri pipinya. "Kak kiki" Lirih Gea.
Kak kiki tidak menyadari akan kehadiran Gea saat ini. Karna Gea bersembunyi di antara jemuran para santriah. Awalnya Gea tidak berniat menguping, hanya saja ia begitu terharu karna cerita kak kiki pada ibunya.
Gea berlalu dari Roftoop, takut kak kiki menyadari akan kehadirannya saat ini. Air mata masih setia menetes membasahi pipi Gea saat ini. Ia pergi ke madrasah yang kebetulan sepi karna pada Santriah sedang tidur karna kekenyangan makan tadi.
Gea menumpahkan air mata yang sedari tadi ia bendung. "Kak kiki" Gea masih saja menyebut nama kak kiki di setiap isakan tangisnya. Gea tau betul kalo kak kiki tidak pernah bercerita akan masalah hidup nya saat ini pada orang lain. Karna Kak kiki orang yang tangguh!
"Aku tau kakak udah gak punya uang saat ini, aku tau itu kak" Ucap Gea di sela Tangisnya. Ya, karna Gea tau dari temannya yang memegang uang bulanan. Katanya kak kiki belum membayar uang bulanan selama 2 bulan lamanya. Gea tak sengaja mengetahuinya karna waktu itu Gea hendak membayar dan terlihat satu nama yang masih belum membayar. Yaitu kak kiki.
Gea juga tau kalo kak kiki tidak pulang pada saat libur imtihan. Karna waktu itu Gea sempat bertanya pada kak kiki. Mungkin karna kak kiki tidak punya uang, Makannya kak kiki tidak pulang waktu itu.
.
__ADS_1