
Seorang gadis yang tengah senyum-seyum sendiri di kamarnya terlihat begitu bahagia, wajahnya tak sirna dari senyuman. Handpone yang sudah lama tak ia gunakan sekarang ia pakai untuk saling menukar suara dengan seorang laki-laki di seberang sana. Ia lupa akan waktu sampai-sampai rasanya dunia hanya milik mereka berdua.
Gadis itu adalah Gea, ia berguling kesana kemari layaknya seorang anak kecil yang mendapatkan barangnya yang sudah lama telah hilang, ia begitu bahagia sekali bahkan kasur yang ia tempati begitu berantakan akibat ulahnya.
"Kamu udah makan belum, sekarang lagi apa"? Tanya seseorang di balik teleponnya.
"Udah, lagi tiduran aja,! jawab Gea
" Kalo kamu lagi ngapain"! lanjut Gea kemudian
"Aku lagi mikirin kamu, susah banget kalo gak sehari aja lupain kamu, rasanya pengen cepet-cepet deh nikahin kamu"! seru seseorang itu.
Rasanya pipi Gea memanas, begitupun hatinya. Pasti sekarang pipinya sudah merah. untung hanya dia seorang di kamar itu, jika ada bundanya pasti ia malu banget.
Gea masih saja tersenyum, sampai panggilan itu mereka akhiri. Ia bahagia sekali karna seorang Raditya bisa Seperti dulu lagi. Seperti dulu yang bisa membuatnya jatuh hati dan sampai tak bisa melupakannya. dan semoga saja keputusannya untuk menerima Radit kembali adalah hal yang benar. Semoga saja alloh menghendakinya ke jalan yang lebih serius.
Hubungan Gea dan Adit membaik setelah taarufan waktu itu, mereka menyelesaikan masalah yang membuat mereka salah paham. dan ternyata Alloh memang mentakdirkan mereka kembali bersama. Dan sebenarnya kita memang tidak tau seperti apa skenario Alloh itu.
*kalo saja waktu itu cinta aku tidak terhalang dinding pesantren, aku pengen banget meluk kamu dan minta maaf sama kamu. Aku pengen banget Gea, rasanya aku hampir gila saat itu . saat pertama kali aku bertemu kamu di pesantren. kalo bisa aku pengen banget hancurin dinding itu .**
"Dasar Adit,"! Gea tersenyum sendiri saat ucapan Adit tempo hari kembali teringat di memory nya. Adit yang seperti dulu telah kembali, ia bahagia karna itu.
__ADS_1
***
"bunda masih lama gak"? Gea bertanya pada bundanya karna ia merasa sangat lelah karna setadi tadi bundanya terus saja berkeliling di minimarket, Troli sudah penuh dengan belanjaan. tapi masih belum selesai juga bundanya belanja.
"Bentar lagi kak, kita belum beli sayuran sama bumbu dapur" Bunda ikut mendorong Troli yang Gea pegang, dan membawa Troli tersebut ke tempat sayuran dan bumbu.
Hari ini bunda belanja banyak sekali karna rencananya Besok lusa Gea akan di Khitbah oleh Adit, bundanya sangat antusias sekali, padahal Gea yang akan Di Khitbah tapi malah bundanya yang Ribet.
Setelah di Rasa belanjaan yang akan di beli sudah semua Gea dan bunda membawa Troli bersama ke mesin kasir, Trolinya penuh sekali dengan belanjaan. Entahlah kenapa banyak sekali yang bunda beli. Gea merasa bingung sendiri.
**
Mobil yang di tumpangi bunda dan Gea berhenti di salah satu Lestoran, karna Gea merasa lapar dan meminta bundanya supaya mampir ke lestoran terlebih dahulu.
Gea makan dengan lahap sekali, Setelah pesanan nya sampai beberapa menit yang lalu, Bunda tak henti-hentinya memandangi anak semata wayangnya, Ia banyak berubah sekarang bunda bersyukur banget, Meskipun pesantren yang Gea tempati tak modern dan tak semewah pesantren lainnya tapi nyatanya Gea tak mengeluh malah ia bisa menjadi anak yang mandiri. Bukannya bunda tak sayang, tapi karna sayangnya bunda harus dengan cara seperti itu bunda membuktikannya.
"Bun Gea ke toilet duluh yah sebentar"! Gea mengambil beberapa lembar tisu dan mengelap mulutnya, kemudian beranjak dan meninggalkan meja setelah bundanya menanggukan kepala. Gea telah selesai makan lebih dulu, sedangkan bunda masih belum selesai.
Saat Gea hendak ke toilet ia melihat Tiga orang perempuan sedang menikmati makan nya, Gea rasa mengenal mereka tapi ia lupa, dan setelah di ingat-ingat mereka adalah Salsa dan temannya. ya dia yang pernah nantangin Gea waktu itu, Tanding balapan sebelum kejadian naas menimpa Gea.
Gea Berjalan melewati mereka tanpa menyapa ataw sebagainya, karna Gea rasa itu tidak penting. Tujuannya saat ini adalah Toilet ia sudah tak tahan ingin buang air kecil.
__ADS_1
**
Kucuran air dari keran membasahi tangan Gea, ia membasuh tangannya dan memperhatikan pantulan wajahnya di cermin . Gea kembali mengingat salsa dan teman-temannya kenapa sial sekali ia harus berjumpa mereka di sini.
Gea mengambil beberpa lembar tisu dan mengeringkan tangannya, dan berjalan berbalik hendak meninggalkan toilet namun sayang ia malah menabrak seseorang.
"Aww," ringis Gea. ia duduk tersungkur karna terlalu keras bertabrakan.
"kalo jalan pake mata apa, Liat nih jidat sama pinggul gue sakit", marah seseorang yang tak lain adalah salsa dan temannya, salsa di bantu berdiri oleh temannya dan ikut memaki Gea.
Gea Berdiri dan mengibaskan bajunya karna sedikit berdebu kemudian memandang salsa dan temannya. "Maaf aku gak sengaja, tadi buru-buru sekali"
"Ge-gea, lo gea Alesa kan"? mereka bertiga bertanya serempak, mereka kaget pada sosok Gea yang sekarang. ia berubah dan kenapa Gea sekarang memakai baju syar'i dan kerudung, mereka hampir tak mengenali Gea. selama hampir dua tahun Gea menghilang sekarang Gea seperti ini.
Gea hanya menganggukan kepala dan kemudian berlalu setelah mengucapkan maaf sekali lagi, meninggalkan mereka bertiga yang masih melongo tak percaya pada seorang Ratu Balap yang berubah secara Drastis itu. sungguh Ajaib sekali.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukunganya ya! soalnya aku baru pertama kali nulis novel. jangan lupa like sama vote nya ya, jika kalian suka🤗🤗🤗