
Mereka masih sama-sama menangis. Menangisi hal yang berhubungan dengan perasaan. Kak kiki, Imam, Sri, Mia, Ides. Mereka juga menangis. Apalagi Gea. Ia sangat terpukul mendengar kenyataan pahit ini.
Gea berusaha membuat hati nya kuat. Ia juga ingin membenarkan masalah ini. Menyatakan pada imam jika dirinya bukan lah pelakor antara Adit dan juga Anin.
"Apa kamu tau Imam jika kakak itu pernah berpacaran sama kak Adit. Jauh sebelum kak Adit masuk pesantren ini" Gea berbicara dengan masih sesegukan. Ini sangat menyakitkan!
Imam mengangkat kepalanya yang masih menunduk. Menangis!.
"Apaa!!" Pekikan semua orang.
Semua orang kaget dengan penututan Gea barusan.
"Omong kosong!" Imam menyangkal ucapan Gea."Kakak bicara kayak gitu pasti karna gak mau ngaku kan?" Imam menyolot.
Gea tersenyum getir. Anak kecil ini sungguh membuatnya murka!
"Kamu mau tau cerita kakak ini? Cerita yang akan membuatmu berhenti menyalahkan kakak. Apa kamu mau mendengarkannya?" Bentak Gea.. Ia sudah tak tahan jika harus menahan amarahnya lagi. Anak kecil ini sungguh membuat darah nya naik!.
__ADS_1
Imam terdiam. Sepertinya ia juga sangat penasaran. Begitupun dengan Teman Gea dan juga Kak kiki.
Karna selama ini Gea tidak pernah sekalipun menceritakan masa lalunya bersama teman-teman nya itu. Karna Gea pikir masa lalu itu untuk di tinggalkan bukan untuk di kenang. Namun keadaan sekarang sungguh mendesak. Mau tidak mau Gea harus menceritakan semuanya. Teman Gea hanya tau kalo ia mantan pembalap bukan seorang matan nya Raditya.
"Dengerin ucapan aku baik-baik Imam. Supaya kami sadar siapa yang salah disini. Dan satu lagi aku benar-benar tidak tau kalo Adit pernah berpacaran sama kakak kamu. Karna semua teman aku menutupinya." Gea mengubah nama panggilan pada Imam. Ia sangat malas jika harus menyebut dirinya kakak lagi. Karna Imam tidak menghormatinya sebagai kakak.
Sri Mia dan Ides hanya menunduk. Mereka memang salah selama ini. Menutupi hal seperti ini pada Gea. Apalagi mereka sudah sepakat bersama para santriah lainnya kalo Gea tidak boleh mengetahui tentang hubungan Adit dan juga Anin. Mereka memang salah!
"Aku dan Adit pernah berpacaran selama 2 tahun lamanya. Selama itu buhungan kami baik-baik saja. Kami satu sekolah, oleh sebab itu membuat hubungan kami semakin lengket saja. Setiap hari bertemu dan kencan bersama. Namun saat itu Adit tiba-tiba menghilang tidak ada kabar selama 2 minggu lamanya. Dan pada saat Aku ikut balapan pun Adit tidak ada. Dia Tidak mendukung ku seperti biasanya. Juga pada waktu aku terkena kecelakaan yang mengakibatkan kakiku patah. Adit tidak menjenguk sama sekali. Dia hilang!. Hanya bunda dan Ayah yang menemani sampai aku sehat. Setelah aku pulang dari rumah sakit Adit tiba-tiba menghubungi dan ingin bertemu di taman. Aku menyetujui nya sekaligus ingin bertanya banyak hal. Namun sayang Adit memutuskan hubungan di saat aku lagi membutuhkannya. Dia-" Gea sudah tidak sanggup untuk terus bersikap tegar. Menahan Air matanya yang siap untuk meluncur.
Semua yang mendengar cerita Gea sangat kaget. Apalagi Imam. Anak kecil itu hanya diam dan sesekali menatap Gea. Tatapan yang tiba-tiba berubah menjadi rasa bersalah.
"Aku sampai hampir gila saat itu. Dimana Adit sangat membuat aku kecewa. Adit...Dia pergi saat aku butuh.. Dia pergi saat aku lagi sayang banget.." Hiks.. Hikss... Hikss..
Gea menangis hebat. Ia sangat rapuh di saat harus mengingat lagi kenangan beberapa tahun lamanya itu.
"Apa kamu tau Imam? dengan aku yang pergi kesini itu supaya bisa melupakannya.. Supaya aku tidak terus terpukul akan kepergiannya. Menuruti kemauan bunda karna aku melanggar larangannya waktu itu. Aku sendirian yang menanggung semua rasa sakit tanpa mampu memberitahu bunda dan ayah. Karna mereka tidak mengetahui hubungan ku dengan Adit. Tapi sayang aku bertemu dia lagi sini. Dan seperti inilah jadinya aku menjadi tunangannya waktu sesusai imtihan. Orang tuanya Adit datang ke rumahku . Dan katanya Adit ingin meng khitbah aku."
__ADS_1
Semuanya masih sama. Dia selalu saja berengsek!
***
Gea masih menangis. setelah Ia dengan susahnya berbicara kebenarannya tadi.
Imam pun masih disana. Memperhatikan Gea dengan perasaan yang amat berasalah. Imam tak mampu berkata apa-apa lagi sekarang ia sangat malu dengan kenyataan seperti ini.
"Kak Gea aku minta maaf!" Suara imam refleks membuat tangisan pilu Gea berhenti.
Mata Gea yang sudah membengkak dan menyipit itu menatap Imam dengan sendunya."Aku bukan kakak kamu. Dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan kamu Imam. Sebaiknya kamu pergi dari sini Imam. Aku sangat lelah" Seru Gea. Ia malas jika harus meladeni anak itu lagi.
Imam merasa terpukul bahwa Gea tidak akan memaafkannya. Ia masih diam dan berkuti sekalipun meskipun Gea telah mengusirnya.
Gea menyuruh Sri supaya Iman keluar dari kamarnya. Ia sangat-sangat ingin tidur sekarang. Mengistirahatkan hati dan pikirannya yang sudah lelah.
Dengan linangan Air mata Gea membaringkan tubuhnya di sebuah kasur yang baru saja di gerai oleh Mia. Sri dan Ides mengusap-ngusap punggung Gea dan menyelimutinya dengan sebuah selimut Agar Gea merasa baikan.
__ADS_1
Kak kiki pun masih di sana. Ia sungguh masih syok dengan semua perkataan Gea tadi. Kak kiki bisa merasakan sesakit apa hati Gea sekarang. Dan memutuskan untuk menemani Gea bersama tiga temannya.
"Adit brengsek. Aku benci kamu Adit" lirih Gea pelan. Ia berusaha menutup matanya supaya bisa lebih cepat tertidur dan melupakan semuanya.