
Melihat ada sesuatu dari pandangan Zayn, membuat Mommy nya berpikir, apakah Zayn tulus mencintai gadis ini atau hanya seperti gadis lainnya.
"Ehem, " Mommy berdehem dan Zayn beserta Emely sama-sama menatap ke arah Mommy nya.
"Kebetulan aku membuat dua Sandwich, makan la, " Ucap Mommy dara.
Emely yang mendapat tawaran tersebut pun, tidak langsung menerima nya.
"Maaf Aunty, Saya makan di kampus saja,itu untuk aunty dan kak Zayn saja. " Ucap Emely Sopan.
"Menarik, " Batin Dara dalam hati.
Dara yang memang ingin menginterogasi Emely, tidak pantang menyerah, sebisa mungkin dia harus menahan gadis ini.
"Siapa namamu? " Tanya Mommy dara kembali.
"Emely Aunty, " Jawab Emely dengan lembut.
"Emely saja? " ucap Mommy Dara kemudian.
Zayn yang merasa Mommy nya sudah mulai ke tahap introgasi pun akhirnya ikut menimpali.
"Mom.. please, " Ucap Zayn.
Emely melihat ke arah Zayn, dan berpikir, ternyata bukan hanya pada nya Zayn datar, tetapi pada sang Mommy juga sangat datar.
"Nama saya Emely Marino Aunty, " Ucap Emely dengan lembut sambil tersenyum.
__ADS_1
Ya Emely saat ini ssebenarnya sangat gugup, tidak tahu kenapa, dia seperti calon menantu yang di introgasi oleh calon mertua.
"Putri Bastian Marino? " Ucap Mommy Dara.
"Ya aunty, " jawab Emely kembali.
Mendapat identitas gadis di depan nya membuat Mommy dara semakin tertarik dengan Emely, pasal nya , Status Emely jelas, bukan gadis sembarangan yang sering di bawa ke kamar hotel oleh anak nya, saat ini, Dara ingin memastikan apakah Emely semalam melakukan hal terlarang dengan anak nya yang Casanova ini, atau tidak.Melihat gerak gerik mommy nya, Zayn pun akhirnya berbicara.
"Pergilah ke kampus, nanti kau telat, " Ucap Zayn ke Emely.
Emely yang memang sudah hampir telat pun mengangguk kan kepala nya, dan menghampiri kembali mommy dara untuk menyalim tangan nya, dan apa yang dilakukan Emely membuat Mommy dara sangat tertarik dengan nya.
"Aunty, Em berangkat dulu, " Ucap nya ke dara dengan senyum dan suara yang sangat lembut.
"Baik sayang, calon mantu ku, " Ucap Dara sambil mengelus pipi Emely.
Sedangkan Emely, terdiam sambil tersenyum kikuk, Emely menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Pelan-pelan Zayn, " Ucap Mommy nya.
"Berangkat la sayang, Hati-hati di jalan, " Ucap Dara kembali kepada Emely.
Tak ingin membuang waktu, dengan langkah cepat, Emely berlalu dari ruangan tersebut. Dipegang nya dada nya saat sudah keluar dari penthouse Zayn.
"Calon menantu? " Gumam nya sambil tersenyum.
"Jika kak Zayn mau, kenapa tidak, " gumam nya kembali sambil tertawa.
__ADS_1
Sepeninggalnya Emely, Zayn menatap tajam ke arah Mommy nya, seakan tidak ada yg terjadi, Mommy nya hanya dengan santai menikmati Sandwich nya.
"Kenapa Zayn, apa tidak enak? " Tanya Dara seakan tidak tahu apa-apa.
"Jangan berpura-pura mom, " Ucap Zayn.
"Kau mencintai nya? " Tanya Mommy dara.
Zayn tidak menjawab, dia hanya diam sambil memutarkan gelas susu nya. dan Mommy nya memandangi nya, seakan mengerti ada sesuatu di pikiran Mommy nya.
"Why Zayn? " Ucap Mommy dara.
Sambil menghembuskan nafas panjang Zayn pun menjawab "Dia sudah ada pacar mom, dan dia sangat nurut dengan semua perkataan ibu tirinya, walau membuat dia tertekan dan sakit, " Ucap Zayn.
"Bisa kita atur, " Jawab mommy Zayn dengan santai.
"No Mom, aku tidak mau memaksa atau melakukan kecurangan, biarlah mengalir, " Ucap Zayn.
"Berarti itu bukan cinta Zayn, jika kau mencintai nya, kau akan membebaskan nya dari tekanan yang membuat nya sakit, " Ucap Mommy dara.
"Aku menyukai nya Zayn, aku ingin kau serius mendekati nya, masalah ibu tirinya dan pacar nya, biar Mommy yang akan bereskan, " Ucap Mommy dara sambil menyeringai.
"Aku tidak akan membiarkan anakku kembali celap celup, aku yakin kau berhenti dari kegiatan mu karena gadis itu kan Zayn? 'Tanya Mommy nya.
Zayn yang ditanya pun mengangguk kan kepala nya, memang tidak ada hal yang bisa di sembunyikan Zayn dari pengawasan Mommy dan Daddy nya. Walau sudah sebesar ini, Mommy nya tetap mengawasi anak-anaknya.
***
__ADS_1