
Setelah Selesai dengan ritual nya Zayn pun menuju walk in closet, dan memakai pakaian santai nya boxer selutut dan kaos oblong hitam polos, dia pun keluar dari ruangan tersebut dan menuju meja rias.
"Hem,seperti nya kamar ku, bukan lagi kamar ku, " Gumam Zayn sambil melihat meja rias yang di penuhi barang wanita, Walk in closet yang terdapat banyak baju wanita juga serta kamar mandi yang sama, terdapat perlengkapan wanitanya.
Zayn pun menoleh pada pintu yang terketuk dari luar, perlahan dia menyisir rambut nya dan berjalan mendekati pintu dan membuka nya.
"Boleh masuk? " Tanya Emely.
"Hum, " Ucap Zayn sambil mempersilahkan Emely masuk dan menutup pintu nya.
Ya yang datang menemui Zayn saat ini adalah Emely,
"Duduk, " Titah Zayn sambil menepuk pinggir kasur.
Emely pun menurut dan duduk di samping Zayn, kali ini Emely benar-benar sangat gugup.
"Ada apa? " Tanya Zayn dengan santai , tanpa melihat Emely, karena dia takut saat menatap Emely, dia takut tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari bibir Emely.
"Tidak ada kak, aku cuma mau berterimakasih, karena berkat mengenal kakak, aku seakan memiliki keluarga yang sangat sayang pada ku. " Ucap Emely tulus.
"Berterima kasihlah dengan Benar, " Ucap Zayn datar.
"Bukan nya itu sudah benar kak? " Jawab Emely sambil mengerutkan kening nya bingung.
Zayn pun menghembuskan nafas nya panjang dan menoleh ke arah Emely dan menatap nya, Emely yang di tatap Zayn pun Tersenyum lembut , mereka saling menatap satu sama lain, dan perlahan Zayn pun Mendekatkan dirinya pada Emely.
Seakan mengerti apa yang akan Zayn lakukan, Emely pun terlihat gugup, tapi dia tidak ingin menolak, Zayn semakin dekat.
"Em, maaf, boleh aku mencium mu? " Bisik Zayn di telinga Emely.
Emely yang merasakan Bisikan Zayn pun di buat meremang dan menelan kasar Saliva nya, gugup? sudah pasti dia gugup, karena ini ciuman pertamanya.
__ADS_1
Emely pun perlahan menganggukkan kepala nya pelan dan Zayn pun tersenyum menang. Perlahan Zayn memegang tengkuk Emely dan menempelkan bibir nya ke bibir Emely.
Zayn menarik nafas nya, mencoba mengotrol gairah nya, dilihat nya Wajah Emely dari jarak yang sangat dekat begini.
Perlahan dia mengecup bibir Emely dan terus mengecup nya, jangan tanya kan bagaimana Emely, dia seperti melayang. Puas mengecupi bibir Emely, Zayn yang melihat Emely memejam kan matanya pun, tersenyum.
"buka bibir mu sedikit Em, " Ucap Zayn lembut, ya Zayn yang sering melakukan kegiatan celap celup pastinya tahu mana yang sudah pernah, mana yang belum, dan dia yakin, ini adalah yang pertama bagi Emely.
Sambil tetap menutup mata nya, Emely pun membuka bibir nya dan Zayn pun dengan cepat, melahap bibir nya, Di lum-at Zayn bibir Emely dengan lembut, Sampai membuat yang punya bibir terbuai, ya Zayn membuai Emely dengan Ciuman lembut nya, perlahan Zayn melu-mat nya dengan lembut, puas dengan lembut, Zayn pun melu-mat dengan rakus dan menuntut, Emely yang hampir kehabisan oksigen dan tenaga untuk tetap duduk pun perlahan tubuh nya merosot dan saat ini posisi mereka tiduran, Zayn pun menindih Emely, dan tetap melu-mat bibir nya.
Emely menepuk nepuk dada Zayn, karena kehabisan oksigen, dilepas Zayn tautan bibir mereka, dan Emely menarik nafas nya, ditatap Zayn wajah Emely dengan tatapan susah terbaca, Emely yang mendapat tatapan dari Zayn di buat merona dan sedetik kemudian Zayn kembali mencium bibir Emely.
Tangan yang semula berada di leher Emely pun tiba-tiba perlahan turun dan memegang salah satu gundukan Emely, tersadar jika Zayn menyentuh sesuatu milik nya yang berharga, Emely pun menghentikan kegiatan mereka dan menyingkirkan tubuh Zayn dari atas tubuh nya lalu Emely pun duduk dan berdiri.
"Bukan berarti kakak boleh mencium ku, lalu kakak sesuka hati memegangi sesuatu yang ada di badan ku, aku tidak terima, " Ucap Emely sambil berlalu meninggalkan kamar Zayn.
Zayn yang melihat kepergian Emely pun, bukan nya takut, malah tersenyum, sambil menggeleng kan kepala nya.
Setelah meninggalkan kamar Zayn, Emely pun pergi ke balkon Ruangan atas dan cemberut .
"Dia sangat ganas! " Gumam Emely.
"Siapa? " Tanya Reno tiba-tiba dari belakang.
"Astaga, " Ucap Emely terkejut, karena pertanyaan tiba-tiba Reno.
Reno pun mendekat dan ikut menatap ke arah depan sambil tangan nya memegang besi pembatas balkon.
"Siapa yang ganas? " Ulang Reno.
Emely hanya menggeleng kan kepala nya dan tertunduk malu.Melihat Seakan ada yang terjadi barusan membuat Reno mengerti jika Zayn sudah melakukan sesuatu pada gadis ini.
__ADS_1
"Zayn? " Tebak Reno To the point.
Emely pun menatap Reno dan menganggukkan kepala nya, Melihat jawaban Emely membuat Reno tersenyum lebar, dan meninggalkan Emely, sebelum beranjak, Reno pun tidak lupa berkata.
"Setelah menikah, kau akan tabu bagaimana buas dan ganas nya Zayn nanti. " Ucap Reno sambil berjalan meninggal kan Emely dengan tertawa.
Emely yang mendengar omongan Reno pun dibuat bergedik ngeri.
"Habis lah aku, " Ucap Emely sambil bergumam.
Sementara Zayn nampak keluar kamar, dan menuruni lift, Zayn pun berpapasan dengan Emely yang juga berjalan ke meja makan.
Emely membuang muka nya dan itu membuat Zayn tersenyum lebar, Reno yang memperhatikan senyuman Zayn pun mendekat.
"Kau apa kan dia? " Tanya Reno.
Zayn pun tersenyum dan menatap reno, " Salam perkenalan, "Ucap Zayn sambil berbisik.
" Bibir? " Tanya Reno ingin tahu.
Zayn hanya menjawab dengan anggukan kepala, dan itu sukses membuat Reno memicingkan matanya.
"Kau tidak suka ciuman Zayn, " Ucap Reno.
"Ini Beda, kalau bisa aku makan bibir nya, akan ku makan habis, " Ucap Zayn sambil meninggalkan Reno yang kebingungan.
Zayn yang dikenal nya selama ini amat sangat anti berciuman, sedangkan bersama Emely dia melakukan nya dan itu membuat Reno tidak percaya dan terkejut.
"Semua karena cinta, " Gumam reno sambil berjalan ke arah meja makan.
***
__ADS_1