Cinta tulus mantan Casanova

Cinta tulus mantan Casanova
Aku bukan gadis Novel


__ADS_3

Pagi hari Zayn dan Emely sama-sama telat, bukan karena bangun kesiangan, namun Emely yang memancing Zayn kembali, ya nama nya juga pria ya kan.


"Aku telat kak, " Ucap Emely merengek pada Zayn.


Zayn yang mendengar omongan Emely pun menggeleng kan kepala nya dan terkekeh.


"Lain kali jangan memancing ku terus, " Ucap Zayn, sambil tersenyum.


Emely yang menyadari kelakuan nya pun tersenyum malu dan menatap suami nya dengan terkekeh.


Cup!


Emely mengecup pipi Zayn dengan lembut, lalu duduk santai membuka materi kuliah nya, sementara Zayn fokus menyetir mobil nya.


Ponsel Zayn berdering, dan dia pun mengangkat nya dengan cepat.


"Hum, ya aku sudah dekat, tunggu, " Ucap Zayn lalu mematikan sambungan telepon nya.


"Ingat Sayang, Supir akan menjemput mu, dan kau akan di drop ke kantor ku, jangan lupa, " Ucap Zayn sambil memarkirkan mobil nya di parkiran kampus.


Emely pun membuka sabuk pengaman nya dan hendak keluar dari mobil, namun Zayn menahan tangan nya.


Zayn mengeluarkan kartu nya yang berwarna hitam dan beberapa lembar uang kertas.


Emely menatap ke arah tangan Zayn dan mengeryit kan kening nya.


Mengerti arti tatapan bingung istri nya Zayn pun tersenyum.


"Ini nama nya nafkah sayang, gunakan lah, apapun yang kau ingin kan, hem? " Ucap Zayn lembut.


Emely pun menerima pemberian Zayn, lalu mengecup bi-bir Zayn lembut dan mengulurkan tangan nya menyalam suami nya, Zayn pun membalas tangan Emely, lalu Emely mencium punggung tangan suami nya, Zayn pun menarik Emely, dan melu-mat sedikit bi-bir istri nya.


"Belajar yang baik, dan ingat, datang ke kantor, " Ucap Zayn sambil mengelus pipi Emely.


Emely pun menganggukan kepala nya dan keluar dari dalam mobil tersebut, dan sedikit berlari menuju kampus nya, Zayn yang masih menunggu istri nya masuk pun, tetap berada di parkiran, selepas Emely sudah tidak terlihat, Zayn pun melajukan mobil nya menuju perusahaan nya.


Sesampainya di perusahaan Zayn memasuki kantor nya dengan sangat berwibawa, tak sedikit karyawan yang memandang nya penuh damba dan tersenyum melihat kewibawaan dan ketampanan nya.


Para karyawan pun berbisik-bisik tentang wajah CEO mereka yang terlihat sangat segar pagi ini.


Reno yang melihat Zayn memasuki perusahaan pun mendekati nya.

__ADS_1


"Bagaimana? " Ucap Reno to the point.


"Kau terlihat segar dan semakin muda, " Ucap Reno kembali.


Zayn pun tersenyum dan menatap sahabat nya tersebut lalu menepuk bahu Reno.


"Bagian mana yang ingin kau ketahui Ren?, bertanyalah yang jelas, " Ucap Zayn sambil melangkah memasuki lift.


"Mungkin bagian kegiatan yang sering kau lakukan dulu, " Ucap Reno sambil terkekeh.


Zayn pun tersenyum dan membuka kaca mata hitam nya.


"Menikah lah, dan cari yang masih bersegel, agar kau tahu betapa menggigit nya, " Ucap Zayn sambil tertawa keluar dari lift.


"Hah, aku merindukan istri ku, " Bisik nya di telinga Reno.


"Menjijikkan, " Ucap Reno sambil menatap sahabat nya yang sedang tersenyum-senyum.


Zayn dan Reno pun bekerja di ruangan Zayn dengan teliti, mereka melewatkan makan siang mereka, bukan karena sengaja, namun jika mereka berdua sudah bekerja, memang mereka tidak mengingat waktu dan perut mereka.


Emely sudah tiba di perusahaan Zayn, dan dengan anggun, dan sudah di ajari oleh ibu mertua nya, bahwa dia istri Zayn Alcantara, dan jangan menundukkan kepala dengan siapa pun, dan bersikap lah seperti Zayn.


Sesampainya di meja resepsionis, Emely di tegur oleh dua orang resepsionis baru, Emely pun menatap mereka berdua.


"Tapi aku sudah janji dari pagi jika aku akan berkunjung ke kantor nya, " Ucap Emely sambil menatap resepsionis tersebut.


"Tanpa Janji, anda jangan mengaku-ngaku nona, " Ucap Resepsionis tersebut yang seperti nya sangat tidak menyukai Emely.


Emely menatap tajam resepsionis tersebut dan tersenyum sedikit, lalu akan melangkah begitu saja, namun tangan nya di cekal kuat oleh resepsionis tersebut.


"Saya bilang tuan tidak bisa di ganggu, dan anda belum membuat janji, " Ucap Resepsionis tersebut sambil memegang kuat lengan Emely,


Emely yang mendapatkan perlakuan kasar dari karyawan suami nya pun menatap tidak percaya, dia awal nya takut dengan orang seperti ini, namun ibu mertua nya dan kakak ipar nya sudah membekali nya untuk menjadi wanita kuat di depan orang, dan lembut di depan keluarga nya saja.


"Berpakaian nona pun seperti anak kuliahan yang mencoba untuk menjadi wanita simpanan para CEO, dengan modal wajah cantik begini. " Ucap Resepsionis sambil tetap memegang kuat lengan Emely.


"Lepaskan tangan mu dari tubuh ku, " Ucap Emely penuh penekanan.


Resepsionis itu hanya tertawa, dia memang berpikir dia menjalankan tugas nya dengan baik, namun dia tidak bertanya, siapa yang sedang di hadapi nya dan sedang di hina nya saat ini.


"Kau menghina ku, dan menyakiti ku nona, berapa lama kau bekerja disini? " Tanya Emely yang muka nya sudah merah padam.

__ADS_1


Para karyawan tersebut melihat perdebatan antara istri bos mereka dan resepsionis baru tersebut, namun tidak ada yang memberi tahu, siapa yang sedang resepsionis itu hadapi dan hina.


"Aku bukan wanita di novel yang akan tunduk di hina oleh orang lagi, " Ucap Emely sambil menyingkirkan kuat tangan resepsionis tersebut.


Resepsionis itu tertawa melihat Emely yang sedang marah namun terlihat bagai ibu peri.


Emely yang melihat tertawa resepsionis tersebut pun, hendak meninggalkan nya, namun tangan nya di cekal kembali dengan kuat.


"Lepas kan tangan mu dari ku! " Teriak Emely namun resepsionis tersebut malah dengan kuat memegang kembali lengan Emely.


"Aku bekerja disini, kau tidak bisa masuk tanpa janji " Ucap Tegas resepsionis tersebut.


Emely pun ditarik keluar namun Emely bertahan, para orang-orang yang berada di situ tertunduk lemas melihat perbuatan resepsionis tersebut, namun Emely memberikan kode untuk tetap diam.


"LEPASKAN TANGAN MU DARI TUBUH ISTRI KU! " Teriak Zayn sambil berjalan mendekati Emely.


Ya salah seorang karyawan menelpon sekretaris Zayn dan bilang bahwa Nyonya Alcantara di sakiti resepsionis baru.


Mendengar teriakan orang, Resepsionis tersebut melihat ke arah suara tersebut dan menundukkan kepala nya, namun belum melepaskan remasan tangan nya dari lengan Emely.


Emely yang melihat kilatan marah dari suami nya pun, awal nya takut, namun perbuatan kasar karyawan nya tersebut memang sangat tidak baik dan sopan.


"Aku bilang lepaskan tangan busuk mu dari lengan istri ku, " Ucap Zayn penuh penekanan dengan tatapan tajam dan aura mematikan.


Reno yang berada di belakang Zayn pun hendak menengahi namun Zayn mengangkat tangan nya memberi peringatan jangan.


Perlahan karyawan tersebut melepaskan tangan nya dan menatap Emely.


"I-istri? " Ucap resepsionis itu terbata-bata.


Melihat Zayn yang seakan akan lepas kendali, Emely pun merangkul tangan nya dan mengelus lengan suami nya.


"Sayang, aku capek berdiri, dan haus, mari kita ke ruangan kakak, " Ucap Emely manja dan lembut.


Perkataan istri nya adalah sebuah perintah yang tidak bisa di langgar atau di tunda.


Zayn pun menganggukkan kepala nya dan tersenyum pada istri nya.


"Urus dia Ren, " Ucap Zayn sambil merangkul pinggang istri nya posesif dan berlalu dari lobby memasuki lift khusus petinggi perusahaan.


***

__ADS_1


Lanjut ga kak?


Jangan Lupa Like, komen dan Rate nya yaa 🙏


__ADS_2