Cinta tulus mantan Casanova

Cinta tulus mantan Casanova
Sadis


__ADS_3

Setelah beberapa menit menunggu sambil meminum Wine nya, bodyguard tersebut membawa Lidya ke hadapan Zayn, yang saat ini sedang duduk menatap pria suruhan lidya.


Melihat kondisi pria suruhan nya, Lidya yang tadi nya memberontak pun terdiam.


"Kau sungguh bercanda jika menyakiti istri ku nyonya, " Ucap Zayn sambil menatap pria suruhan Lidya.


Lidya hanya diam dan tertunduk ketakutan.


"Kau salah jika menyakiti bagian dari Zayn Alcantara. " Ucap Zayn sambil berdiri dan menatap Tajam Lidya.


"A-aku tidak mengerti m-maksud mu Zayn, " Ucap Lidya terbata.


Zayn pun menatap tajam lidya dan berjalan mendekati nya, lalu mengelilingi Lidya dengan santai.


"Lihat ibu tiri, kau lihat pria itu, uh.. aku ingin membuat mu seperti nya, " Ucap Zayn penuh penekanan.


"Oh, tapi menurut ku, itu terlalu kejam Ibu, " Ucap Zayn tajam sambil menyeringai.


"Seharusnya kau di tabrak dulu, jadi kau tahu, bagaimana rasa nya istri ku saat ini!, " Ucap Zayn penuh penekanan sambil menatap tajam Lidya.


"Uh dan kau tahu ibu tiri yang baik, Jika kau sudah menghilangkan nyawa anak ku! " Ucap Zayn sambil menarik rambut Lidya.


Lidya yang rambut nya di tarik oleh Zayn pun menahan tangan Zayn dan meringis kesakitan, namun menatap Zayn dengan tajam, Zayn yang melihat tatapan Lidya pun tersenyum.


"Iblis, " Ucap Zayn lembut namun penuh penekanan sambil menarik kuat kembali rambut Lidya.


Setelah nya Zayn memegang pipi Lidya dengan satu tangan nya, dan memegang nya kuat.


"Siap kan mobil, dan bawa dia ke halaman belakang, oh namun sebelum membawa nya, putar rekaman CCTV saat istri ku tertabrak.


Bodyguard tersebut pun memutar rekaman tersebut dan memperlihatkan pada Lidya, Lidya yang melihat rekaman tersebut menelan saliva nya dan menatap Zayn.


" M-maaf kan aku Zayn, " Ucap nya penuh ketakutan.


"Terlambat! , bawa dia, " Ucap Zayn sambil berlalu berjalan ke halaman belakang.


Zayn pun memasuki mobil jeep yang terparkir di belakang dan menekan Gas nya, sambil menatap ke depan, dan menatap Lidya dengan tajam.

__ADS_1


"Kau tahu,aku tidak akan membiarkan orang yang menyakiti istri ku, cinta ku, kekasih ku, bersenang-senang, sementara dia terbaring lemah, oh kau sangat gegabah, " Gumam nya sambil menekan gas mobil tersebut dengan kaki nya.


Sementara, Lidya sudah berdiri bergetar, ketakutan sambil menatap Mobil tersebut, dia melihat ke sekeliling tidak ada tempat untuk berlindung, dia menangis ketakutan melihat Suara mobil Zayn.


Zayn pun menekan gas nya, dan menjalankan mobil nya dengan kencang lalu menabrakkan nya ke Lidya.


BRAKKK!


Lidya terlempar dan membentur dinding markas mereka, darah segar mengalir dari kepala dan bagian lain tubuh nya, dia menatap Zayn dan mengangkat tangan nya lemah.


Lidya pun mengeluarkan air mata nya dan mengingat wajah anak tiri nya yang selalu menatap nya penuh sayang dan cinta.


Lidya pun terbaring lemah, sambil mengingat Emely, gadis lugu dan polos yang sudah di tipu nya bertahun-tahun lama nya.


Lidya menghembuskan nafas nya dengan susah, lalu Zayn turun dan melihat betapa buruk nya kondisi Lidya.


"Bahkan sudah sangat parah begini, Tuhan Enggan mengambil mu, Bertobat lah, dan renungi kesalahan mu di sini sampai mati! " Ucap Zayn sambil meninggalkan Lidya terbaring lemah.


Zayn pun meninggalkan markas dan menuju mansion nya dahulu, untuk membersihkan diri nya, sesudah itu dia menuju rumah sakit kembali dengan perasaan sangat sedih.


Tak berselang lama, Ayah Emely berlari ke arah Ruang ICU, dia menatap Zayn dan menatap Putri nya dari kaca.


"Em.. nak," Ucap nya penuh kesedihan dan menangis.


Zayn menatap Ayah mertua nya dengan tatapan datar.


"Dia sangat merindukan mu, namun dia takut dengan segala bentuk penolakan dan hinaan mu!, menurut mu, apa kau pantas di rindukan oleh istri ku? " Ucap Zayn datar.


Ayah Emely yang mendengar perkataan Zayn pun menundukkan kepala nya dan menangis sejadi-jadinya.


"Kau bahkan tidak menceraikan istri mu, padahal kau tahu apa yang di perbuat nya pada putri mu bertahun-tahun. sungguh ayah yang buruk! " Ucap Zayn kembali tanpa melihat Ayah mertua nya.


Ayah Emely menangis terus menerus sambil menundukkan kepala nya, dia terisak-isak mengingat semua perkataan nya pada Emely.


"Aku tetap mempertahankan wanita itu, agar dia tidak menyakiti Emely, namun perkiraan ku salah, " Ucap Ayah Emely sambil menangis pilu.


Zayn hanya diam mendengar perkataan Ayah mertua nya dan hanya menatap ke arah Emely sambil menahan tangis nya.

__ADS_1


Beberapa jam berlalu, Zayn dan ayah Emely hanya diam sambil menatap Emely, mereka berdiri sambil. menatap tubuh yang terbujur dengan di bantu alat bernafas.


"Kami kehilangan anak kami, " Ucap Zayn datar.


Ayah Emely menatap Zayn dan menutup mulut nya sambil menundukkan kepala nya kembali dan menangis.


"Cucu ku, " Ucap nya pilu sambil menatap putri nya.


Zayn pun meneteskan air mata nya, Tidak berselang lama, Mommy Zayn tiba di rumah sakit, dan menatap dari kaca anak menantu nya.


Mommy Zayn menangis terisak-isak, Zayn yang mendengar tangisan pun menoleh, dan berjalan mendekati Mommy nya, memeluk wanita yang sudah melahirkan nya, dan menangis terisak-isak.


"Mom, aku tidak bisa melihat nya begitu, " Ucap Zayn sambil menangis.


Mommy Zayn yang mendengar rintihan tangisan anak nya pun, ikut menangis, memeluk tubuh rapuh tersebut dengan erat.


Sementara Ayah Emely yang melihat dan mendengar tangisan anak menantu nya pun tertunduk dan ikut menangis, dia sadar, begitu berarti nya Emely bagi Zayn, dia menangis dan menangis.


"Bangun lah nak, akan ayah tebus kesalahan ayah, " Ucap Ayah Emely dalam hati sambil terisak pilu.


Seminggu berlalu, namun Belum ada tanda-tanda Emely akan bangun dari istirahat nya.


Zayn pun bertanya pada dokter, apa dia bisa mendekati Emely.


Dokter pun memberikan izin namun hanya lima menit saja.


Zayn mendekati ranjang Emely dan menatap tubuh pucat tersebut, lalu menatap semua alat yang terpasang di sekujur tubuh Emely.


"Aku rindu, " Bisik nya di telinga Emely sambil meneteskan air mata nya.


"Apa kau tidak kasihan pada ku, tidak ada yang mengurus ku, " Ucap Zayn sambil menangis pilu.


"Sayang, kakak sangat kesepian, " Rintih Zayn menangis sambil memegang tangan Emely.


Dia menatap Tubuh istri nya dan menangisi Emely sambil memegangi tangan halus nan lemah tersebut.


"Bangun ya sayang, tidak ada yang mengurus ku, sebaik dirimu, tidak ada yang menyiapkan pakaiannya ku, makan ku, dan semua nya, lihat, aku juga tidak berselera makan, jika bukan kau yang menyajikan nya sayang, " Ucap Zayn lembut sambil tetap menangis.

__ADS_1


__ADS_2