
Setelah berada di dalam ruangan Zayn, Emely pun langsung duduk di sofa ruangan tersebut, Zayn menatap nya dengan intens, namun Emely seakan tidak melihat tatapan Zayn, dia pun sibuk memegang lengan nya yang sakit.
Zayn menghembuskan nafas nya panjang dan mendekati Emely.
"Kenapa tidak melawan? " Tanya Zayn lembut.
Emely tidak menjawab, dia hanya melihat Zayn, lalu menatap nya.
Zayn pun menatap sinyal jika Emely ingin menangis.
Dia pun memeluk dan mengelus punggung istri nya, lalu Emely benar-benar menangis di pelukan nya.
"Aku gagal, aku tidak bisa mengikuti kata-kata Mommy dan Kak Lea kak, " Ucap nya sambil menangis.
"Aku terlalu penakut untuk melawan orang yang menyakiti ku, " Ucap nya kembali dengan menangis terisak-isak.
Zayn pun memeluk nya kembali, dan mengeraskan rahang nya, sebelum memeluk Emely dia melihat tangan istri nya tersebut memerah.
"Kau salah telah menyakiti istri ku, terima lah akibat nya! " Gumam Zayn dalam hati.
Zayn pun terus memeluk istri nya sampai dilihatnya Emely sudah tenang, lalu Zayn memberikan air minum untuk Emely dan mengelus rambut nya, lalu memberikan minyak kayu putih untuk meredakan kemerahan lengan nya.
"Istirahat lah di kamar, dan bersantai, hem? " Ucap Zayn lembut pada Emely dan menuntun nya masuk ke kamar pribadi nya tersebut.
Emely yang baru pertama kali masuk ke kamar pribadi Zayn pun di buat takjub dengan kamar tersebut, ada kasur, ada TV, dan ada toilet nya di dalam kamar.
"Bagus kak, " Ucap Emely senang.
"Hem, istirahat lah sayang, aku kerja dulu, hem, " Ucap Zayn lalu mengelus pipi Emely dan menatap nya.
Emely pun memeluk Zayn, dan mencium aroma leher Zayn, lalu mengecup nya.
Zayn pun menarik tengkuk istri nya lembut dan mencium bi-bir tipis istri nya, yang selalu menjadi candu untuk nya.
"Sudah kak, bekerja lah, " Ucap Emely melepaskan tautan mereka.
Zayn pun mengangguk dan mengecup bi-bir istri nya, lalu berlalu dari ruangan tersebut.
Zayn lalu duduk, dan menelepon Reno.
"Bagaimana Ren? " Tanya Zayn datar.
__ADS_1
Zayn pun mengangguk kan kepala nya, dan mengeraskan rahang nya, lalu menarik dan membuang nafas nya panjang, untuk menetralkan emosi nya.
Zayn terus bekerja, sementara Emely, sudah terlelap dan menuju mimpi nya, Setelah selesai bekerja, Zayn Teringat jika dia dan Reno bahkan Emely belum makan siang.
Zayn berjalan menuju kamar pribadi nya dan melihat istri nya tertidur lelap, dipandang nya wajah cantik tersebut, dan dia pun tersenyum.
"Kau memang sangat cantik sayang, " Gumam nya berbisik sambil menciumi bibir Emely.
Emely yang merasakan bi-bir nya di kecup pun, membuka mata nya dan melihat suami nya berada di depan wajah nya.
"Tampan, " Ucap Emely lembut sambil meregangkan otot-otot nya.
Zayn tersenyum menatap betapa polos nya istri nya tersebut.
"Kenapa membuka kemeja saat tidur? " Tanya Zayn sambil mengelus perut Emely dari balik kaos dalam nya.
"Karena sudah terbiasa tidur tidak memakai apapun, " Jawab Emely tanpa malu-malu.
Zayn yang mendengar nya pun langsung terbahak-bahak tertawa, dia sangat tidak menyangka wanita cantik lembut di depan nya ini sangat polos dan terlalu jujur.
"Ayo, kau belum makan siang kan? " Tanya Zayn lembut , dan di balas anggukan kepala oleh Emely.
Mereka pun keluar kamar, dan makan bertiga dengan Reno, karena Reno yang membeli makanan mereka tadi.
Emely pun menatap suami nya, Zayn pun mengangguk kan kepala nya, dan membenarkan perkataan Reno.
"Akan aku coba Kak Ren, " Ucap Emely lembut.
Reno yang mendengar omongan Emely pun tersedak, karena Emely memanggilnya kakak, Emely pun langsung menyodorkan air pada Reno, Zayn yang melihat nya pun menggeleng kan kepala nya, karena istri nya perhatian pada sahabat nya.
Reno yang melihat ekspresi datar Zayn dan Ekspresi tidak suka pun tersenyum geli.
"Lihat suami mu sudah seperti seseorang yang akan memakan orang , " Ketus Reno sambil tertawa.
Emely pun perlahan melihat Zayn, dan benar saja, Zayn sudah memasang aura permusuhan. Reno pun langsung keluar, dan berkata dia akan pulang cepat.
Setelah kepergian Reno Emely menatap Zayn, lalu tersenyum kaku.
"Dia tersedak kak, " Ucap Emely lembut.
"Dia punya tangan! " ketus Zayn.
__ADS_1
"Maaf kak, " Ucap Emely yang tidak mau ribut dengan Zayn.
Zayn pun menatap Emely dan tersenyum menyeringai.
"Kalau kau ingin aku memaafkan mu,mari bujuk aku dengan bercinta. " Ucap Zayn sambil berjalan menuju kamar nya.
Emely yang mendengar perkataan Zayn pun tersenyum dan menyusul suami nya ke dalam kamar, sesampainya di kamar, Emely pun memeluk suami nya dari belakang.
Mereka pun melakukan kegiatan panas mereka di kamar kantor Zayn, dengan Emely yang memimpin permainan mereka, karena Zayn sangat menyukai Melihat Emely berada di atas nya.
Mereka pun terus melakukan kegiatan panas mereka sampai lupa waktu, jika hari sudah gelap, akhirnya mereka mencapai puncak pelepasan mereka dan mengakhiri permainan mereka.
Zayn terbaring lemas di samping Emely, begitu pun dengan Emely, dia bahkan sedang ngos ngosan menghadapi suami nya tersebut.
Mereka pun mandi bersama dan pulang ke rumah sekitar pukul Delapan malam.
"Sudah tidak ada. orang kak, " Ucap Emely lembut.
"Hem, hanya kita dan satpam, " Ucap Zayn yang kemudian membuka pintu mobil, lalu Emely pun masuk ke mobil tersebut dan mereka pun berlalu dari kantor, sebelum mereka pulang, mereka mampir ke sebuah restaurant untuk makan malam.
Setelah selesai makan malam, Zayn dan Emely pun memilih pulang, sepanjang perjalanan, mereka hanya mendengar kan musik,.
"Apa boleh di rumah nanti sekali lagi? " Tanya Zayn to the point.
Emely pun menatap Zayn dan tersenyum malu.
"Sekali, atau berkali-kali kak? " Tanya Emely langsung.
Zayn pun terkekeh sambil mencium punggung tangan Emely.
"Aku memang tidak bisa melakukan nya hanya sekali, kau candu ku sayang, aku terus ingin kan dirimu, " Ucap Zayn sambil tetap fokus menyetir.
"Aku juga selalu ingin kakak sentuh, " Ucap Emely merona.
Zayn yang mendengar ucapan Emely pun tersenyum lalu mencium punggung tangan istrinya.
"I love You, " Ucap Zayn.
"I love you too kak, " Ucap Emely membalas ucapan Suami nya tersebut.
Mereka pun menikmati perjalanan mereka dengan saling berpegangan tangan dan saling mengutarakan hati mereka masing-masing, sampai mereka lupa jika saat ini mereka sudah sampai di Mansion mereka.
__ADS_1
***