
"Aku akan membuat hidup mu hancur Em! " Ucap Lidya sambil mengepalkan tangan nya.
Lidya melihat potret bahagia Emely dan Zayn yang sedang di eropa, dan membuat nya sangat marah dengan kebahagiaan anak tiri nya tersebut.
"Kau pikir, kau bisa bahagia, hem?, begitu?, TIDAK!! " Ucap nya sambil tertawa menyeringai.
"Kau akan mendapatkan balasan dari ku, karena ibu mu, sudah merebut cinta ku, yaitu ayah mu! " Ucap Lidya mengepalkan tangan nya.
"Tunggu Mama ya sayang, mama akan membalas mu dengan cinta mama., " Ucap nya sambil tersenyum menyeringai.
Lidya sangat dendam pada Emely, karena melihat sikap dan wajah Emely seperti melihat ibu Emely, karena begitu mirip nya Emely dengan ibu nya.
Dia sangat membenci wajah yang mirip dengan sahabat sekaligus musuh nya tersebut.
"Berbahagialah dulu sayang, sebelum aku membuat mu, menyusul ibu mu, " Gumam Lidya berbisik.
*
*
*
"Apa suka dengan kamar hotel nya? " Tanya Zayn sambil memeluk perut ramping istri nya.
Emely pun tersenyum dan menatap Zayn lembut.
"Semua yang kakak pilih, adalah yang terbaik, terima kasih, " Ucap Emely sambil mencium pipi Zayn kanan dan kiri.
Zayn pun mendekatkan jarak mereka.
"Kau selalu bisa membuat ku tersenyum, " Ucap Zayn sambil mengecup singkat bi-bir Emely.
Mereka pun menghabiskan hari mereka seharian di kamar, jangan di tanya mereka melakukan apa, sudah pasti kegiatan yang membuat banjir keringat namun terasa nikmat.
"Kau sungguh luar biasa, " Ucap Zayn saat Emely yang memimpin permainan mereka.
Emely yang mendapatkan pujian dari suami nya pun terkekeh dan merona.
*
*
*
Sudah seminggu mereka berada di Eropa, dan hari ini adalah jadwal mereka pulang ke tanah air.
"Akhirnya aku akan memghirup udara tanah air ku. " Ucap Emely sambil memeluk lengan Zayn
__ADS_1
Zayn yang mendengar omongan istri nya pun hanya bisa tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya dan menatap istri nya.
Sadar jika Zayn terus menatap nya, Emely pun menggerakkan tangan nya, dan Zayn yang menyadari perbuatan Emely pun tersenyum geli.
Mereka melakukan perjalanan udara selama beberapa jam, dan akhirnya sampai di tujuan mereka.
Zayn memasuki semua koper mereka dan Emely hanya menatap suami nya senang.
Selesai memberikan koper pada anak buah nya, Zayn pun memasuki mobil, dan mereka berjalan ke Mansion mereka.
"Kak, besok kakak jangan kerja dulu ya, " Ucap Emely manja.
"Kenapa? " Tanya Zayn bingung.
"Aku sangat merindukan ayah, namun ayah tidak pernah menelpon atau pun mencari ku kak, " Ucap Emely.
"Jadi hubungan nya dengan aku tidak kerja apa sayang? " Ucap Zayn bingung.
Emely memikirkan sesuatu lalu tersenyum pada Zayn.
"Aku juga tidak mengerti kak," Ucap Emely sambil terkekeh.
Mereka pun masuk dan bersantai di dekat kolam renang, sambil mengobrol, Zayn menatap Emely, dia merasakan jika Emely sangat merindukan Ayah nya.
"Apa kau tidak rindu Ayah mu? " Tanya Zayn hati-hati.
"Bagaimana pun, dia adalah ayah ku kan, tidak ada alasan aku tidak merindukan nya, rindu ku sangat besar untuk nya, " Ucap Emely sambil menetes kan air mata nya.
Melihat istri nya menangis, Zayn mendekati nya, lalu mengusap punggung nya lembut.
"Apa mau ku antar ke perusahaan ayah mu? " Tanya Zayn sambil membawa istri nya masuk ke dalam pelukan nya.
Emely menggeleng kan kepala nya, dan memeluk erat Zayn, lalu menangis sedih.
"Aku takut merasakan sakit karena penolakan kak, " Ucap Emely lirih.
"Tidak akan ada yang berani menolak istri Z. Alcantara, kau harus ingat itu Em, " Ucap Zayn tegas.
Emely tidak menjawab dia hanya diam dan memeluk suami nya erat, dia sangat trauma dengan penolakan dan kata-kata kasar ayah nya, yang masih terngiang di telinga nya, dia larut dalam pelukan hangat suami nya yang menenangkan.
"Tetaplah bersama ku kak, jangan pernah tinggalkan aku ya, " Ucap Emely lirih.
Zayn mengelus rambut Emely dan tetap memeluk nya.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, sudah jangan menangis lagi, tangisan mu kelemahan ku Sayang, " Ucap Zayn lembut penuh kasih sayang.
Emely pun menghapus air mata nya, dan memeluk suami nya tersebut, lalu mendongakkan kepala nya, dan menciumi pipi suami nya dengan bertubi-tubi.
__ADS_1
"Kenapa kakak sangat wangi sih? " Tanya Emely sambil mencium pipi Zayn.
"Supaya kau lengket begini, " Ucap Zayn datar.
Emely pun menatap Zayn dan tertawa mendengar jawaban suami nya tersebut, lalu mencubit perut suami nya gemas.
"Sakit sayang, " Ucap Zayn lembut.
"Jangan begitu nada bicara nya kak, " Ucap Emely sambil menangkup kedua pipi Zayn.
"Kakak membuat ku ingin mengarungi rasa indah itu, " Ucap Emely blak blakan pada suami nya.
Zayn yang mendengar omongan istri nya pun tertawa terbahak-bahak .
"Kau terlalu jujur, " Ucap Zayn sambil mencubit pipi istri nya.
Emely yang di tertawakan Zayn pun malu dan menenggelamkan wajah nya pada dada Zayn dan memeluk erat suami nya tersebut.
Zayn pun memeluk istri nya, lalu menggendong istri nya yang masih menenggelamkan wajah nya di dada suami nya.
Mereka berjalan menuju kamar mereka, Zayn menatap Emely, lalu menggeleng kan kepala nya, dan tersenyum lembut.
"Malu? " Tanya Zayn jahil ke istri nya sambil terkekeh.
"Jangan begitu kak, aku benar-benar sangat malu jika kakak terus menggoda ku, " Ucap Emely sambil menatap Zayn.
Zayn terus tertawa dan membawa Emely memasuki kamar mereka dan tetap tertawa sambil sesekali menggoda istri nya yang kadang terlalu agresif, terlalu jujur dan kadang bisa juga pemalu.
Zayn membaringkan istri nya, lalu menatap wajah cantik tersebut, dan membelai wajah nya lembut dan tersenyum.
"Apa tidak lelah? " Tanya Zayn lembut.
Emely pun menatap Zayn dan tersenyum manja.
"Apa kau menginginkan ku, hem? " Tanya Zayn kembali.
Zayn terus menggoda Emely sampai wajah putih tersebut berubah menjadi seperti tomat, Emely menyembunyikan wajah nya dengan menutup nya memakai tangan nya, Zayn pun menyingkirkan tangan Emely dan langsung menyerang bi-bir istri nya .
"Jangan salah kan aku jika besok kau kelelahan dan bolos ke kampus, hem? " Ucap Zayn sambil kembali melu-mat bi-bir istri nya tersebut dengan rakus tanpa henti.
Selesai mereka melakukan kegiatan yang menguras tenaga tersebut, Zayn pun membawa Emely ke dalam pelukan nya, dan menciumi puncak kepala wanita nya tersebut dengan lembut.
"Besok selesai dari kampus, datang lah ke kantor, hem? " Ucap Zayn pada istri nya.
Emely yang memang sudah lelah pun hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum, lalu tidur dengan lelap di pelukan suami nya tersebut.
***
__ADS_1