
Zayn dengan setia menunggu istri nya bangun dari koma, dia tidak beranjak melihat istri nya dari luar.
"Aku sudah membalaskan rasa sakit mu sayang, ayo berusaha lah pulang, " Batin Zayn dalam hati sambil menatap istri nya dari balik kaca.
Mommy Zayn yang melihat anak nya sangat sedih, karena Zayn tidak berselera makan, tidak mencukur rambut dan jenggot nya, serta kumis nya.
"Sayang, " Panggil Mommy nya sambil mengelus lengan kekar anak nya.
"Bersihkan diri mu, jika Emely bangun dan melihat mu begini, dia akan terkejut dan tidak mengenali suami nya sayang, " Ucap Mommy Zayn menenangkan.
Zayn pun menatap Mommy nya, dan menangis lalu memeluk Mommy nya erat, dan menangis terisak-isak.
"Mom, kami tidak tahu dia mengandung, dan sebelum kami Tahu, wanita sialan itu merenggut anak kami, dan sekarang, istri ku tidak berdaya Mom, dia terbaring, aku tidak mau kehilangannya Mom, " Ucap Zayn terisak-isak.
"Dia akan bangun nak, dia tidak bisa meninggal kan keluarga Alcantara begitu saja nak, " Ucap Mommy Zayn sambil terisak-isak juga, karena melihat menantu yang dia sayangi terbaring begitu lemah nya.
Zayn pun menuruti perkataan Mommy nya untuk makan dan membersihkan diri nya, lalu kembali lagi ke Rumah sakit untuk menunggu istri nya bangun .
Sesekali Tuan Bastian, ayah Emely mampir ke Rumah sakit, begitu pun dengan sahabat-sahabat Zayn.
Reno yang baru keluar lift , langsung menuju ruangan Emely, dari jauh dia melihat sahabatnya yang terdiam di depan kaca pembatas sambil melihat istri kesayangan nya.
"Kau begitu mencintai nya Zayn, ayo bangun lah Nona Emely, lihat suami mu sangat sedih. " Gumam Reno sambil mendekati Zayn.
Reno menepuk bahu Zayn, dan memberikan kopi pada Zayn.
"Apa sudah ada kemajuan? " Tanya Reno sambil menatap Emely.
Zayn menggeleng kan kepala nya dan menghembuskan nafas nya kasar, lalu menatap Reno.
"Aku takut, " Ucap Zayn datar.
"Tidak akan terjadi apa yang kau takut kan, selama kau yakin, istri mu akan baik-baik saja, percaya lah, " Ucap Reno menyemangati Sahabat nya.
Zayn pun menganggukkan kepala nya dan menatap istri nya sambil meminum kopi nya.
*
__ADS_1
*
*
Sudah dua bulan lama nya Emely terbaring tanpa kemajuan, Zayn masih setia menunggu, walau pun tidak ada tanda Emely akan sadar, dokter sudah berusaha dengan baik, namun Emely seakan enggan untuk kembali.
"Apa kita bawa ke rumah saja? " Ucap Mommy Zayn pada anaknya.
"Apa bisa Mom? " Tanya Zayn penasaran.
"Mommy akan menyewa dokter dan perawat, dan kita akan merawat nya di rumah, " Ucap Mommy Zayn yang tidak tega melihat Zayn terus berdiri menunggu istri nya.
Zayn pun menganggukkan kepala nya, setelah itu Mommy nya berlalu dan menemui dokter yang merawat Emely,.
*
"Bisa nyonya, asal Semua alat medis tetap terpasang dan harus dipantau suster 24 jam, bisa? " Tanya dokter tersebut.
Mommy Zayn pun menganggukkan kepala nya dan menyetujui semua persyaratan dokter tersebut.
Sesampainya di Mansion, dokter memasang segala yang di perlukan Emely dan membenarkan alat-alat medis Emely, setelah nya dokter pun pamit.
Zayn mendekati istri nya dan berbaring di samping istri nya, lalu mengecup punggung tangan istri nya tersebut.
"Aku sangat merindukan mu sayang, kita sudah dua bulan tidur terpisah, apa kau masih betah berjalan-jalan, hem? " Ucap Zayn sambil menatap wajah cantik yang pucat tersebut.
"Jika kau sudah bosan berjalan-jalan, pulang lah sayang, aku menunggu mu, " Ucap nya kembali.
Zayn pun terus menatap wajah cantik tersebut, hingga mengecup kepala istri nya itu dan menbelai rambut Emely lembut sambil meneteskan air mata nya.
"Sayang, jangan tinggalin kakak ya, please, " Ucap Zayn sambil terisak-isak.
Mommy Zayn yang mendengar rintihan anak nya pun meneteskan air mata nya, satu sisi dia sakit melihat menantu nya, dan satu sisi lagi dia sakit melihat anak nya.
"Oh God, please sembuhkan menantu ku, " Gumam nya sambil menangis dan pergi menjauh dari kamar tersebut.
Mommy Zayn pun menangis terisak-isak di kamar nya, sambil membayangkan wajah ceria menantu nya yang sangat dia sayangi, dan kasihi.
__ADS_1
Mommy pun mengambil ponsel nya dan menghubungi suami nya, menceritakan bagaimana kondisi menantu dan anak nya, Mommy terisak-isak sambil bercerita.
"Mommy harus kuat, jika Mommy lemah, maka Zayn juga akan lemah, " Ucap Daddy Zayn via sambungan telepon.
Mereka pun mengakhiri panggilan telepon mereka dan Mommy Zayn duduk sambil menatap ke arah luar jendela.
"Untuk kali pertama anak ku berubah menjadi pria yang tidak bermain wanita lagi Tuhan, aku mohon tolong menantu ku, " Gumam nya sambil menatap ke luar jendela.
Pagi telah tiba, Zayn bangun dan melihat Emely dengan tersenyum, lalu membelai wajah cantik tersebut.
"Sayang, selamat pagi, kau terlihat cantik hari ini, I love You, " Ucap Zayn sambil mengecup punggung tangan istri nya.
"Kakak mandi dulu ya, tunggu disini ya, " Ucap Zayn lalu berjalan menuju kamar mandi nya.
Setelah Zayn masuk ke kamar mandi, Mommy Zayn masuk, dan mendekati Menantu nya, lalu duduk di ranjang menantu nya.
"Hei sayang, ini sudah pagi, apa kau tidak ingin Mommy peluk, hem? " Ucap Mommy Zayn lembut.
"Apa kau sudah tidak mau Mommy peluk lagi?, ayo sayang, cepat kembali dan rasakan kasih sayang Mommy lagi ya, kau anak kuat, kau kesayangan Mommy, ayo sambut mommy sayang, Mommy sudah pulang, " Ucap Mommy Zayn sambil menangis.
Zayn yang lupa membawa handuk pun, meneteskan air mata nya, saat mendengar ucapan Mommy nya, Dia perlahan menutup pintu kamar mandi, dan menangis.
"Aku begitu kuat menghadapi sesuatu, namun kali ini aku sangat lemah dan cengeng, aku tak punya kekuatan Em, " Gumam Zayn sambil menangis.
Setelah selesai mandi, Zayn pun bersiap menuju meja makan untuk sarapan bersama Mommy nya.
Zayn menatap Mommy nya dan menghembuskan nafas nya panjang.
"Terima kasih sudah menjadi penguat ku Mom, " Ucap Zayn sambil tertunduk.
Mommy Zayn pun menarik bibir nya sedikit dan berusaha tersenyum.
"Tetap kuat, dan doakan Emely sayang, Mommy yakin dia akan sehat dan akan kembali berkumpul dengan kita, dia wanita yang kuat, dia tidak akan kalah dengan pertarungan nya kali ini, " Ucap Mommy Zayn sambil memegang tangan Zayn dan menguatkan Anak bungsu nya tersebut.
Zayn pun menganggukkan kepala nya dan membalas memegang tangan Mommy nya, dia bersyukur memiliki Mommy seperti Mommy nya, yang selalu ada disaat yang tepat.
***
__ADS_1