
Setelah melakukan pembicaraan dengan Zayn, Emely pun menatap wajah suami nya yang terlelap dan tersenyum menatap Zayn, Emely pun menarik nafas nya dan membuang nya panjang.
"Entah kenapa , perasaan ku berkata jika akan ada badai di pernikahan kita kak, " Ucap Emely berbisik sambil menatap suami nya.
Setelah puas berbicara sendiri, Emely pun menyusul suami nya untuk masuk ke alam mimpi mereka bersama.
Pagi datang menjelang, Emely sudah siap dengan Pakaian nya, dan tidak lupa Emely menyiapkan keperluan Zayn juga.
Zayn pun perlahan membuka mata nya dan melihat wajah cantik istri nya yang sedang berdandan.
"Mau kemana sayang? " Tanya Zayn pada Emely.
Emely pun tersenyum dan menatap Zayn dari pantulan cermin.
"Mau ke kampus kak, aku hari ini ada jadwal menentukan tempat magang ku," Ucap Emely sambil memoles tipis wajah nya kembali.
Zayn pun menatap istri nya dan membuang nafas nya panjang, lalu berjalan mendekati istri nya, dan duduk di meja rias istri nya dan menatap istri nya lembut.
"Apa harus secantik ini? " Ucap Zayn pada Emely.
Emely pun menatap suami nya dan mengerut kan kening nya lalu menggeleng kan kepala nya pelan mendengar ucapan suami nya.
"Aku akan menunggui mu di kampus hari ini sayang, dan pastikan perusahaan kita masuk dalam daftar kandidat tempat magang mu, " Ucap Zayn menatap Emely.
Emely pun meletakkan lipstik nya dan menatap Zayn.
"Kakak kerja saja, aku sendirian tidak masalah, dan maaf aku sudah memilih tiga perusahaan kak, salah satu nya adalah perusahaan Ayah, " Ucap Emely tersenyum.
Zayn pun mengerut kan kening nya dan menatap istri nya, lalu menggeleng kan kepala nya.
"Ubah saja, itu kampus keluarga kita, " Ucap Zayn santai.
Emely pun menatap wajah badmood suami nya dan memilih untuk tidak menjawab perkataan suami nya, lalu dia pun tersenyum dan memegang tangan Zayn.
"Mandi lah kak, nanti kakak telat, aku akan menunggu di bawah, oke? " Ucap Emely mengalah, lalu Emely menyemprot kan Parfum ke baju nya.
Zayn yang melihat hal tersebut pun merasa tidak senang dan menatap tajam Emely dengan Aura dingin nya, Emely pun menyadari sebenarnya tatapan Zayn, tapi dia Berpura-pura tidak menyadari nya, dan langsung keluar dari kamar.
Setelah berada Di bawah, Emely pun menggeleng kan kepala nya sambil berpikir, ada apa dengan suami nya pagi ini, suami nya kelihatan seperti mencari masalah pada nya.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, Zayn tiba dengan setelan kerja nya, Emely pun mengambil kan makanan untuk Zayn, dan memberikan nya dengan Lembut.
Zayn yang melihat Emely seperti tidak mengerti akan kekesalan nya pun, membanting piring nya ke bawah. Emely kaget akan sikap Zayn pagi ini, sambil bergetar dia menatap Zayn.
"Siapa yang memasak pagi ini? Ha? " Teriak Zayn meluap kan Emosi nya.
Emely pun memegang tangan Zayn dan menatap suami nya.
"Kenapa kak? " Tanya Emely lembut.
Zayn pun menggeleng kan kepala nya dan mengajak Emely segera berangkat, Emely pun mengangguk kan kepala nya dan berjalan beriringan bersama Zayn.
Sesampainya di Kampus Emely, Emely pun berpamitan, namun dia lupa bahwa dia belum menyalam suami nya dan mencium suami nya.
Zayn menarik kasar lengan Emely dan menatap ke depan dengan tajam.
"Kau belum menyalam tangan ku, " Ketus nya pada Emely.
Emely pun menyadari kesalahan nya dan meminta maaf pada Zayn, dan menyalam tangan Zayn, mencium punggung tangan suami nya, Lalu Emely berpamitan keluar, dan masuk ke dalam kampus nya.
Zayn pun menghembuskan nafas nya kasar dan melajukan mobil nya ke perusahaan nya, Sesampainya di perusahaan Reno melihat betapa kusut nya wajah Zayn.
"Ada apa Zayn? " Tanya Reno penasaran dengan sahabat nya tersebut.
Zayn pun menghembuskan nafas nya kasar dan menutup mata nya, lalu memijit kening nya yang tiba-tiba mendadak pusing.
"Kita ada proyek dengan Gita, aku takut berdekatan dengan Gita, Aku takut aku tergoda, dan bagaimana istri ku? " Ucap Zayn frustasi.
"Zayn, Gita adalah masa lalu mu, dan Istri mu masa depan mu, " Ucap Reno menimpali perkataan Zayn.
Reno pun menatap Zayn, lalu berpamitan keluar dari ruangan Zayn, dia tahu jika sahabat nya tersebut, membutuhkan waktu sendiri untuk berpikir.
"Dan Kau tahu Ren, aku takut Emely melirik orang lain, dia memakai parfum, dia berdandan, dan hati ku panas melihat nya, aku takut dia seperti Gita dulu, " Gumam Zayn Sambil berbisik menatap pintu yang tertutup.
Sementara di kampus, Emely tanpa sengaja menabrak seorang gadis seusia nya.
Ahhh!
Emely pun menatap gadis tersebut dan membantu gadis itu untuk berdiri.
__ADS_1
"Maaf, " Ucap nya tulus pada Gadis itu.
Gadis itu mengangguk kan kepala nya dan tersenyum menatap Emely.
"Dinda, " Ucap gadis tersebut sambil. mengulurkan tangan nya.
"Emely, " Ucap Emely, dan dengan cepat membalas uluran tangan Dinda.
Mereka yang sama-sama akan magang pun, akan melihat dimana kampus memutus mereka untuk magang, Emely dan Dinda terlihat sudah akrab, padahal baru pertama kali bertatapan muka.
"Berikan nomor ponsel mu Em, " Ucap Dinda lembut.
Emely pun langsung memberikan nomor nya, mereka pun menikmati sejuk nya suasana kampus mereka sambil mengemil dan mengobrol panjang.
Dinda sangat menyukai Emely yang lembut dan baik menurut nya, Tidak sengaja, Dinda melihat cincin di jari manis Emely.
" Kau terlihat orang yang sudah menikah Em, " Ucap dinda lembut.
Emely pun menatap cincin yang melingkar di jari manis nya dan tersenyum lembut, lalu menganggukkan kepala nya.
"Ya aku sudah menikah Din, apa kau mau membatalkan pertemanan kita? " Tanya Emely memasang wajah sendu nya.
Dinda dengan cepat menggeleng kan kepala nya dan tersenyum pada Emely.
Sore tiba, Emely pun pamit pulang terlebih dulu pada Dinda, dinda pun menganggukkan kepala nya, mereka berpelukan sebelum berpisah.
Zayn yang mendapat laporan jika Emely baru keluar dari kampus pun mengeras kan rahang nya dan memasang Aura dingin nya.
"Apa yang kau lakukan, hingga baru keluar dari kampus pada jam segini, " Gumam Zayn sambil memejam kan mata nya, menetralkan Emosi yang sedang memuncak.
"Sebaiknya liburan kita, kita batal kan, " Ketik Zayn dan mengirim pesan ke ponsel Emely.
Emely yang membaca isi pesan Zayn pun membalas dengan Menyetujui apa yang Zayn Katakan.
Saat membaca balasan Pesan Emely,Zayn pun menggenggam ponsel nya kuat dan memejam kan mata nya.
***
Jangan Lupa, Like, Vote dan Rate nya ya kakak semua ❤❤
__ADS_1