
Pagi menjelang, Zayn hari ini berniat menemani Istri nya berkunjung ke tempat Ayah Emely, Emely yang gugup pun terus menarik dan membuang nafas nya kasar.
"Semua akan baik sayang, " Ucap Zayn pada Emely lembut.
Emely hanya tersenyum, dan menganggukkan kepala nya, dia yakin dan percaya apapun yang di katakan suaminya tersebut.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, dan setelah beberapa menit, Mereka sampai di Perusahaan Marino.
Emely dan Zayn memasuki perusahaan tersebut, semua karyawan menundukkan kepala, tanda penghormatan pada mereka.
Emely berjalan, memegangi tangan Zayn, dia takut, sangat takut akan penolakan dan penghinaan ayah nya nanti, pikiran negatif sudah bersandar di kepala Emely,.
Emely memegang tangan Zayn erat, Zayn yang merasakan tangan nya di genggam erat pun, mengelus tangan Emely lembut dan tersenyum.
Zayn mengetuk pintu ruangan Ayah Emely, tidak berapa lama, Ayah Emely menyuruh masuk.
Emely terdiam dan menggenggam tangan Zayn Erat.
Zayn menatap Emely, dan tersenyum sambil menatap Emely lalu menganggukkan kepala nya.
"Semua nya akan baik-baik saja sayang, " Ucap Zayn lembut pada Emely.
Emely pun menatap Zayn, dan menganggukkan kepala nya, lalu memegang tangan suami nya, dan ikut masuk menemui ayah nya.
Ayah Emely menatap kedatangan putri dan menantu nya, lalu meletakkan pena nya dan berdiri, ada kerinduan yang sangat besar dari nya untuk anak nya tersebut.
"Mari duduk lah, " Ucap Ayah Emely lembut dan mempersilahkan Zayn dan Emely duduk di sofa.
Zayn pun menuntun Emely duduk di sofa, terlihat Emely begitu gugup, dan menundukkan kepala nya.
Zayn pun memegang erat tangan istri nya, seakan mengerti ketakutan dan kecemasan istri nya.
Ayah Emely yang melihat ketakutan pada putri nya pun, menundukkan kepala nya, lalu menghembuskan nafas nya panjang.
__ADS_1
"Maafkan ayah, " Ucap Ayah Emely sambil menundukkan kepala nya.
Zayn pun menatap raut wajah bersalah Ayah Emely dan menatap istri nya yang menundukkan kepala nya, Mereka saling diam dalam beberapa menit, terdengar suara tangisan kecil Emely.
Perlahan Emely menatap Zayn sambil menangis, Zayn pun menghapus air mata nya, lalu Emely menatap Ayah nya, dan melihat betapa kurus nya ayah nya saat ini.
"A-ayah, " Panggil Emely pada Ayah nya.
Perlahan Ayah Emely menaikkan pandangan nya, dan menatap ayah nya, lalu menangis, Zayn menyuruh Emely untuk menghampiri ayah nya, Emely pun perlahan berdiri, lalu berjalan perlahan.
Ayah Emely menatap pergerakan anak nya dan berdiri, lalu merentangkan tangan nya, Emely pun menatap ayahnya, dan berjalan cepat masuk ke pelukan ayah nya.
"Ayah, " Ucap Emely sambil menangis terisak-isak.
"Ayah ku, ayah, " Ucap Emely sambil memeluk Ayah nya erat.
Zayn yang berada di situ pun ikut meneteskan air mata nya, karena melihat pemandangan mengharukan tersebut.
Emely memeluk erat ayah nya, Menyalurkan semua perasaan nya yang selama ini dia pendam.
"Kau tahu nak, kenapa aku tidak mau melihat wajah mu, karena wajah mu sangat mirip dengan Ibu mu, Aku begitu mencintai nya, sampai aku susah melupakan nya, Ibu mu wanita paling baik sepanjang hidup ku, " Ucap Ayah Emely sambil menangis.
"Dan bila aku tidak melihat mu, bukan berarti aku membenci mu, aku sangat menyayangi mu nak, dan kesalahan terbesar ku adalah memilih ibu sambung yang salah untuk mu, " Ucap Ayah Emely menangis terisak-isak sambil memegangi dada nya.
Emely yang mendengar penjelasan ayah nya pun menangis terisak-isak, lalu memeluk ayah nya erat.
"Ayah, Ayah ku, " Isak Emely sambil memeluk ayah nya.
Setelah melepaskan semua yang terpendam di hati, akhirnya mereka bisa sama-sama mengerti dan memaafkan satu dengan yang lain nya.
Zayn bahagia melihat senyuman kebahagiaan yang terpancar dari wajah istri nya, betapa dia sangat bahagia melihat istri nya yang tersenyum lepas dan tanpa beban.
"Mari kita mulai semua nya dari awal kembali, kita jalani hidup penuh kebahagiaan, oke? " Ucap Ayah Emely sambil tersenyum pada anak dan menantu nya.
__ADS_1
Zayn menganggukkan kepala nya dan tersenyum, lalu membelai kepala istri nya lembut.
Setelag melakukan pertemuan yang berakhir bahagia, Zayn mengajak Emely untuk berjalan di sekitar Mall yang berada di daerah sekitar perusahaan ayah Emely.
"Apa kau bahagia sayang? " Tanya Zayn pada Emely sambil memeluk pinggang istri nya dan berjalan dengan santai memasuki Mall tersebut.
"Sangat, terima kasih sayang, " Ucap Emely tersenyum lembut pada suami nya.
Mereka pun berkeliling Mall, makan, dan berbelanja semua keperluan Emely.
*
Sementara di kediaman Alcantara yang berada di luar negeri terlihat rona kebahagiaan Daddy dan Mommy nya Zayn, melihat menantu nya sudah sehat, dan sudah berdamai dengan Ayah nya.
"Kita tinggal menunggu hadir nya cucu dari anak-anak kita Mom, Daddy tidak sabar ingin menimang cucu-cucu Daddy, dan memamerkan nya pada kolega kita, " Ucap Daddy Zayn sambil meminum kopi nya.
Mommy Zayn yang mendengar perkataan Suami nya pun menganggukkan kepala nya dan tersenyum membayangkan, bagaimana mereka nanti menimang cucu-cucu lucu mereka yang sangat mereka impikan selama ini.
"Mommy juga tidak sabar Dad, Rasa nya waktu cepat berlaly, dulu mereka masih Daddy atur, dan Daddy ajari segala hal, menembak, berkuda dan lain nya, Mommy tidak menyangka, sekarang mereka sudah berkeluarga dan hidup masing-masing, tinggal kita berdua dad, " Ucap Mommy Zayn pada Daddy nya.
Daddy Zayn pun memegang tangan Mommy nya dan saling tersenyum, membayangkan bagaimana kelak mereka menimang cucu-cucu mereka, mengajak cucu-cucu mereka menginap dan berjalan-jalan, menghabiskan waktu bersama cucu-cucu mereka dan saling menyayangi, memberikan kasih sayang untuk cucu mereka.
*
"Akhirnya, aku berdamai dengan Putri ku, putri kita sayang, " Ucap Ayah Emely sambil menatap bingkai foto istri nya, yaitu ibu Emely.
"Dia tumbuh seperti mu, sangat cantik, dan sangat mirip dengan mu, namun dia sedikit cengeng Sayang, tidak seperti mu, yang sangat kuat, " Ucap Ayah Emely kembali sambil menatap bingkai foto jadul tersebut.
"Doakan dia dan suami nya baik ya sayang, doakan supaya kita cepat dapat cucu, agar aku bisa menimang cucu ku, " Ucap Ayah Emely sambil terkekeh-kekeh.
Ayah Emely pun terlihat sangat bahagia dengan kondisi hubungan nya dengan anak nya yang sudah baik, dia sangat bersyukur karena memiliki anak seperti Emely yang tidak pendendam, walau dia sudah menoreh kan luka yang mendalam untuk anak nya tersebut.
**
__ADS_1
Mohon dukungan nya ya kak, Karya pertama ku, mohon Like, Rate dan Vote nya, dan jangan lupa juga Komen nya ya kak ❤