
Sudah beberapa minggu setelah Emely di rawat di rumah, namun Emely tidak menunjukkan kemajuan nya sama sekali, Mommy Zayn Sudah pasrah, apapun yang terjadi pada menantu nya, karena dia tidak boleh egois untuk hal tersebut.
Zayn pun menatap wajah pucat kurus tersebut dan menghembuskan nafas nya panjang, beberapa bekas luka sudah pulih, namun Emely tetap tidur, beberapa trauma membuat nya seakan tidak bisa bangu dari tidur nya.
Zayn pun keluar dari kamar menuju ke arah dapur, di ambil nya sesuatu barang dan di bawa nya kembali ke kamar Emely.
lalu dia menatap Emely dan mendekati Emely.
"Aku sudah bilang Emely, kau hanya untukku dan aku untuk mu, jika memang kau tidak bisa bangun lagi, maka aku yang akan menyusul mu, aku lebih baik tiada dahulu, dari pada aku melihat mu yang tiada duluan. " Bisik Zayn di telinga Emely.
"Kau tahu Emely, aku sedang memegang pisau, kemana pun, dan di mana pun kau, ingat satu hal, aku sangat mencintai mu dengan tulus, dengan segenap hati ku, lihat lah pisau ini Em, aku ingin menancapkan nya ke perut ku, " Ucap Zayn tetap sambil berbisik di telinga Emely.
Zayn pun terdiam dan meneteskan air mata nya, dia frustasi, dia sudah menyerah, alat-alat di tubuh istri nya tersebut sangat membuat nya sakit, karena dia yakin itu sangat menyakiti istri nya.
"Apa ini salah ku Emely?, aku begitu mencintai mu, sampai aku sangat takut kehilangan mu, dokter sudah menyarankan agar alat bantu pernapasan mu di cabut, namun kau tahu kan, jika hati ini belum siap, maka dari itu, aku akan menyusul mu Emely, tunggu aku, " Ucap Zayn tetap berbisik di telinga Emely.
Bisikan Ancaman Zayn membuat jari Emely sedikit bergerak tanpa Zayn ketahui, Zayn sedang sibuk menangis tanpa memperhatikan gerakan tangan istri nya.
Setelah tangan nya bergerak, Emely pun menarik nafas nya , seakan seperti orang sesak, dan alat deteksi jantung pun berbunyi, Zayn menatap Istri nya dan melihat Emely sedikit kejang, dia pun dengan segera menelpon dokter, dan memanggil perawat, Zayn memegang tangan istri nya dan menangis.
Saat ini air mata nya sudah mengalir deras, dia belum siap mendengar ucapan dokter kelak, dia memegang erat tangan istri nya, dan menangis.
"Jangan sayang, ku mohon, " Ucap nya sambil terisak-isak.
Perlahan Emely memegang Erat tangan Zayn, dan Zayn menatap tangan Emely yang membalas menggenggam tangan nya, Emely membuka mata nya, dan diam, Zayn menatap istri nya, perlahan Emely melihat Zayn dan memegang tangan suami nya.
"Sayang, " Panggil Zayn sambil menatap istri nya.
Emely pun membalas menatap suami nya dan menutup mata nya sesekali.
__ADS_1
"A-ir K-kak, " Ucap nya terbata.
Zayn yang mendengar suara Emely pun menangis terisak-isak, sambil memeluk istri nya erat.
"Kau kembali sayang, " Ucap nya sambil mengecup-ngecup kepala istri nya.
Emely pun menganggukkan kepala nya dan memeluk erat suami nya, sambil menangis.
"H-haus k-kak, " Ucap nya lagi.
Zayn pun melerai pelukan nya dan berjalan mencari air, dokter pun dengan sigap memeriksa kondisi Emely, dan seperti keajaiban, Emely sehat, Lalu Zayn memberikan air pada Emely dan meminumkan nya, Zayn pun berteriak, memanggil Mommy nyanya, Mommy Zayn yang sedang berada di dapur pun buru-buru berlari dan menghampiri kamar Emely, dan melihat jika menantu nya sudah sadar.
Mommy Zayn pun berlari dan memeluk Emely, sambil menciumi kening Emely, dan menangis.
"Mom, kapan datang? " Tanya Emely lemah.
"Untuk sementara Nyonya Emely akan lumpuh Tuan, karena sudah beberapa bulan dia koma, namun dengan stimulasi dan terapi dia akan kembali berjalan lagi. " Jelas dokter pada Zayn.
Zayn pun menganggukkan kepala nya dan mengerti , dia tidak terkejut karena memang ada teman nya yang juga pernah mengalami koma seperti Emely.
Zayn yang sedang berbicara dengan dokter pun, mendengar suara tangisan histeris Emely , Zayn pun berlari menghampiri Emely dan Mommy nya.
"Sstt kenapa sayang? " Tanya Zayn menenangkan.
"A-aku lumpuh kak! " Jerit Emely lalu berteriak histeris.
"Aku sembuh namun aku lumpuh, percuma, lebih baik aku mati! " Ucap Emely sambil memukuli kaki nya.
Mommy Zayn yang melihat menantu nya pun menangis sambil menggeleng kan kepala nya dan menutup mulut nya menahan tangis nya.
__ADS_1
Zayn pun membawa Emely ke dalam pelukan nya, dan menenangkan istri nya.
"Sayang, kau koma selama beberapa bulan, dan itu wajar, namun nanti kita terapi dan kau akan berjalan kembali, jangan pernah katakan lebih baik kau mati,kalau kau mati, aku juga akan mati. " Ucap Zayn lembut pada Emely.
Emely tetap menangis dan meratapi nasib nya, lalu Emely menengadahkan kepala nya dan menatap suami nya.
"Apa itu benar kak? " Tanya Emely tak percaya dengan omongan Zayn.
"iya, aku baru berbicara dengan dokter barusan sayang, jangan berpikiran negatif, kau harus semangat, agar cepat pulih, hem? " Ucap Zayn menasehati Emely.
Emely pun menatap suami nya dan mengelus rahang yang sudah di tumbuhi bulu halus, lalu Emely memeluk tubuh suami nya tersebut.
"Jika ada kehidupan selanjutnya, aku ingin kakak juga yang akan menjadi pendamping ku, terima kasih kak, Terima kasih untuk semua cinta dan sayang tanpa batas yang kakak berikan buat ku, " Ucap Emely sambil menangis terisak-isak.
Zayn mengelus rambut istri nya dan memeluk nya erat, lalu mengecup kepala istri nya dan mengelus punggung kurus istri nya.
"Sudah, habis ini aku akan memandikan mu, dan akan memberi mu makan, kau harus makan yang banyak, karena tubuh mu sangat kurus sayang, " Ucap Zayn lembut sambil mengelus pipi istri nya.
Emely hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum, sementara Mommy Zayn perlahan berjalan meninggalkan dua orang tersebut, karena dia yakin, jika Emely dan Zayn membutuhkan waktu berdua untuk melepas kangen mereka.
Sesampainya di luar kamar, Mommy Zayn menangis, tangisan bahagia, karena menantu nya, saat ini sudah bangun dari tidur lama nya, kehilangan harapan, pasrah sudah dia pikirkan, namun kuasa Tuhan Juga yang terjadi pada Emely.
"Terima kasih ya Allah, Semoga kedepan nya semua akan membaik, dan akan ada kebahagiaan buat keluarga kecil anak ku, Amin! " Gumam Mommy Zayn sambil menghapus air mata nya.
Sementara di dalam kamar, Zayn memandikan Emely, mengurus segala keperluan nya, Emely menatap Zayn dan menangis, Zayn tersenyum dan menghapus air mata istri nya tersebut, lalu membawa nya ke dalam pelukan nya.
"Terima kasih untuk cinta tulus mu kak, " Ucap Emely sambil memeluk suami nya.
***
__ADS_1