
Pagi tiba, Zayn dan Emely pun sudah bersiap-siap dan turun bersama-sama, hari ini mereka akan mengantarkan kakak mereka ke bandara, dan tanpa pemberitahuan, Mommy dan Daddy pun juga akan berangkat ke Negara lain nya.
"Jadi aku Mom? " Ucap Emely Polos.
"Suami mu bersama mu sayang, " Ucap Lembut Mommy Zayn.
Mereka pun berangkat bersama dengan Zayn yang menyetir mobil nya.
"Lalu kalian akan tinggal di penthouse, atau Mansion kita Zayn? " Tanya Daddy nya.
"Mansion ku dad, " Jawab singkat Zayn.
Ya Zayn akan membawa Emely tinggal di Mansion nya sendiri, karena untuk apa ada Mansion nya, jika sesudah berumah tangga tidak digunakan.
Sesampainya mereka di bandara, mereka pun saling berpamitan dan melambaikan tangan.
Zayn melihat Emely yang menangis, lalu dia memberikan sebuah sapu tangan pada Emely.
Emely pun menerima sapu tangan tersebut dan menghapus air mata nya pelan, Zayn pun mengajak Emely untuk pulang.
Sesampai nya di mobil Zayn pun melihat ke arah Emely.
"Kau mau tinggal di Penthouse atau di Mansion? " Tanya Zayn pada Emely.
"Kalau di Mansion ada banyak orang tidak kak? " Tanya Emely kembali.
"Ada beberapa Maid, " Jawab Zayn datar.
"Aku mau di Mansion saja, jika di Penthouse, tidak ada orang, aku kesepian pasti nanti. " Ucap Emely manja.
Zayn pun menganggukkan kepala nya dan Melajukan mobil nya ke arah Mansion nya.
Beberapa Menit kemudian Zayn sudah memasuki area Mansion nya, dan sampai lah mereka di Mansion Zayn.
"Mari, " Ajak Zayn datar pada istri nya
Emely pun mengikuti langkah Zayn, dia melihat bangunan Mansion yang sangat mewah dan megah tersebut.
"Besar sekali kak, " Ucap Emely.
"Ya , karena kita akan memiliki banyak anak nanti nya, " Ucap Zayn tanpa melihat Emely yang pipi nya sudah merona merah.
__ADS_1
"Ayo masuk, " Ajak Zayn.
Mereka pun memasuki Mansion nya dan di sambut beberapa pelayan Mansion Zayn.
Emely tersenyum lembut pada mereka semuan, dan senyuman Emely membuat mereka terpaku.
Zayn pun berdehem, dan para Maid tersebut tersadar dan tertunduk lagi.
"Mari ke kamar, " Ajak Zayn sambil melangkah ke Lift yang berada di sudut ujung Mansion.
Sampai mereka di kamar mereka yang sangat besar tersebut, Emely berkeliling kamar, dan melihat isi kamar tersebut.
Dilihat nya, Foto pernikahan yang begitu besar terpampang di kamar mereka, lalu tas branded, baju branded, parfum, dan lain-lain nya.
Emely pun tersenyum dan menatap Zayn lalu mendekat dan memeluk Zayn.
"Terima kasih ya kak, " Ucap nya pada Zayn, Zayn hanya membalas dengan anggukan kepala saja dan mengelus punggung Emely.
Emely tetap memeluk nya dan Zayn pun mengerutkan kening nya karena Emely tidak kunjung melepas pelukan nya.
"Kenapa? " Tanya Zayn lembut.
Emely pun mendongakkan kepala nya sambil tetap tangan nya melingkar di perut Zayn.
"Kak, apakah kita bisa saling mencintai kelak? " Tanya Emely sambil memeluk Zayn.
"Tinggal kau yang belum Em, aku sudah mencintai mu" Batin Zayn dalam Hati.
"Kakk.. " Rengek Emely karena tidak kunjung di jawab Zayn.
Zayn menatap Emely yang sedang mendongakkan kepala nya, lalu tersenyum.
Dan mengelus pipi Emely lembut, Emely pun tersenyum mendapatkan perlakuan dari Zayn seperti itu.
"Maka belajar lah untuk jatuh cinta pada ku, " Ucap Zayn datar tanpa Ekspresi.
Emely pun menganggukkan kepala nya dan tersenyum.
"Kak, kau sangat tampan, " Ucap Emely sambil melihat Zayn.
Zayn pun membalas tatapan Emely, mereka saling tatap, sampai perlahan-lahan, Emely mengecup Pipi Zayn, Zayn yang dikecup pipi nya pun tersenyum lembut.
__ADS_1
"Sebelum kau marah karena kedatangan wanita ke kantor ku, kau sangat agresif memeluk dan mencium-cium pipi ku, aku sangat menyukainya, " Bisik Zayn di telinga Emely.
Bisikan Zayn sukses membuat bulu kuduk Emely berdiri dan jantung nya berdebar kuat, Emely yang mendengar hal tersebut pun tersenyum merona.
"Love language ku emang fisikal touch Kak",ucap Emely malu.
Zayn mengerutkan kening nya, Seakan mengerti yang di pikiran Zayn, Emely pun menatap nya dalam.
" Aku tidak tahu perasaan apa ini, namun, aku tidak bisa. jauh dari kakak, dan jika aku tidak melihat kakak, aku seakan mencari-cari, kata Kak Lea, mungkin aku mulai menyukai kakak, belum cinta, " Ucap Emely dengan polos nya.
Zayn yang mendengar nya pun sangat senang, namun dia tutupi dengan wajah datar nya.
"Dan tidak tahu kenapa, aku sangat menyukai mencium pipi kakak dan memeluk kakak, rasa nya sangat nyaman bila aku memeluk kakak, " Lanjut Emely yang pipi nya sudah seperti kepiting rebus.
Zayn hanya mengulurkan tangan nya dan mengelus rambut Emely lembut lalu mencium kening nya, Perlakuan Zayn tersebut membuat Emely sangat senang.
"Kau bebas melakukan apapun pada ku, karena kau istri ku, kau yang berhak atas semua yang ada di diriku,jangan sungkan, asal jangan berniat melakukan nya pada orang lain, aku akan memotong tangan mu, " Ucap Zayn lembut namun aura dingin nya masih berasa.
Emely yang mendengar perkataan Zayn pun menelan Saliva nya kasar dan menatap Zayn.
"Jadi kalau aku boleh nya apa? " Tanya Zayn pada Emely.
"Terserah kakak, Eh? " Jawab Emely sambil menutup mulut nya.
Zayn pun menggeleng kan kepala nya dan mencubit hidung Emely lembut, lalu dia berlalu dari kamar mereka dan keluar kamar menuju lantai bawah. Emely yang melihat Zayn berlalu pun tersenyum, Dia mengingat kata-kata Zayn yang suka melihat nya agresif.
"Sudah dikasih izin agresif, lagian aku istrinya, jelas aku berhak atas nya, " Ucap Emely sambil terkekeh sendiri.
Zayn yang sudah berada di ruang kerja nya pun mengerjakan kerjaan nya melalui laptop nya, sementara Emely sedang membersihkan dirinya, dilihat nya pakaian di walk in closet.
"Sexy sexy semua baju nya, hem? " Gumam Emely sambil tersenyum.
Emely pun memakai crop top berlengan dan celana jeans high waist, Lalu berdandan sedikit dan menata rambut nya, di lihat nya ponsel nya yang berdering, lalu dia pun tersenyum dan mengangkat nya.
"Cantik sekali, " Ucap Lea dari panggilan video nya.
"Ingat pesan ku ya sayang, apapun yang dilakukan suami mu pada mu, biarkan, dan sambut, dia berhak atas mu, " Ucap Lea sambil mengedipkan mata nya.
"Iya kak, tapi aku tidak mau berhubungan suami istri dulu, " Ucap Emely lirih.
"Zayn tidak akan memaksa mu sayang, dia pria baik,kau harus berdandan setiap hari begini, agar Zayn selalu menatap mu, " Ucap Lea memberikan saran nya.
__ADS_1
Emely pun menganggukkan kepala nya dan mereka pun mengakhiri percakapan mereka, Lalu Emely memakai parfum nya dan mencari Zayn ke bawah.
***