
Masih tidak menyadari, jika para sahabat nya sudah di dalam ruangan, ya mereka bertiga berjalan pelan, dan menutup pelan pintu ruangan tersebut karena tadi sudah ada beberapa karyawan yang melihat, dan Reno yakin, jika apa yang dilihat karyawan tadi, pasti sudah menyebar.
Mereka terus memperhatikan gerakan melu-mat Zayn dan tersenyum geli.
Reno yang melihat Ekspresi Mesum dua teman nya pun akhirnya ingin menyudahi pertunjukan tersebut.
"Sudah 5 menit Zayn bahkan lebih, " Sindir Reno.
Zayn pun menyudahi aktivitas nya, saat dia mau berbalik, Emely memeluk nya, menenggelamkan wajah nya di dada Zayn, Zayn yang mengerti jika gadisnya malu pun, memutar kepala nya, dan melihat tiga sekawan sudah memasang wajah licik nya.
"Bangsat! keluar kalian! " Ucap Zayn ketus.
Mendengar umpatan Zayn, mereka bertiga tertawa bersama dan keluar dari ruangan Zayn .
"Kau bisa mendapatkan penghargaan best kiss Zayn, " Ucap Malik sambil tertawa dan berjalan keluar bersama Alex.
"Lain kali perhatikan pintu, atau minimal tahan,dan lakukan kalau sudah di Mansion, " Ucap Reno datar sambil mengambil ponsel nya di meja dan berlalu pergi sambil menutup pintu.
Selepas mereka semua pergi, Zayn pun melerai pelukan Emely dan menatap gadis yang sedang menunduk tersebut.
Zayn pun menarik nafas nya dan membuang nafas nya panjang,menghilang kan gugup dan malu nya juga. Perlahan Zayn mengelus bahu Emely dan Emely pun menatap Zayn.
"Aku malu kak, " Lirih Emely, karena memang jujur dia sangat malu.
"Aku tidak pernah berciuman dengan siapapun, sekali nya aku melakukan nya untuk kedua kalinya, malah di tonton orang, " Ucap nya protes.
"Lain kali kalau mau mencium ku, dikamar saja, " Ucap Emely dan sedetik kemudian, "Eh? " Ucap nya sambil menutup bibir nya dengan tangan.
Zayn yang mendengar ucapan Emely hanya menggeleng kan kepala nya dan menggaruk kening nya yang tidak gatal.
"Mari ku antar ke bawah, atau kau mau menunggu ku? " Tanya Zayn.
Emely pun memikirkan ucapan Zayn dan dia pun memutuskan untuk menunggu Zayn, karena percuma juga di rumah, jika tetap sendiri dan tidak ada yang bisa dia kerjakan.
Emely pun menatap Zayn yang sedang sibuk bekerja, dia pun terus menatap nya.
"Aku tahu, aku memang tampan, dan Tutup mulut mu, nanti masuk serangga. " Ucap Zayn Sambil tetap fokus ke laptop nya.
Mendengar ucapan Zayn, Emely dengan latah nya menutup mulut nya.
__ADS_1
"Kakakkkkk, " Rengek Emely kemudian.
"Hum, " Jawab Zayn singkat.
Emely pun berjalan dan berdiri di belakang Zayn, dia pun membungkuk kan badan nya, dan bertanya Zayn sedang mengerjakan apa.
Zayn pun menoleh ke samping dan melihat betapa dekat nya jarak mereka, Emely pun menoleh dan langsung menjaga jarak nya, saat Emely mau melangkah Zayn memegang pergelangan tangan nya, dan meletakkan nya di bahu Zayn, Zayn pun menarik sebelah tangan Emely dan meletakkan nya di bahu sebelah nya.
Emely tidak menolak, dia pun berdiri sambil memegang bahu Zayn dan terkadang tangan nya menyentuh leher Zayn.
"Jangan kena leher Em, " Ucap Zayn datar.
"Kenapa kak? " Tanya emely cepat.
"Nanti jika kau sudah menikah, kau akan tahu. " Ucap Zayn, dan ucapan Zayn tersebut hanya di balas anggukkan kepala oleh Emely.
"Kau wangi sekali Em, " Ucap Zayn sambil tetap Fokus bekerja.
"Aku cuma pakai parfum sedikit kak, " Jawab Emely.
Zayn pun menganggukkan kepala nya dan tetap bekerja, tanpa Emely sadari dia pun mengalungkan tangan nya di bahu Zayn, memeluk Zayn dari belakang, Zayn yang menyadari pelukan Emely pun menoleh ke samping, dia melihat Emely sudah duduk di kursi sebelah, entah bagaimana dia menarik kursi tersebut, hanya dia yang tahu, dan kursi itu lebih tinggi dari kursi yang Zayn duduki.
"Hem, "Jawab Zayn Singkat.
" Aku rindu ayah ku, " Ucap nya lirih sambil menempelkan hidung nya di pipi Zayn.
Zayn yang awalnya tidak tahan dengan posisi mereka pun, bisa menetralkan nya,.
"Apa mau bertemu? " Tanya Zayn.
Emely hanya menggeleng kan kepala nya, dia belum siap bertemu dengan Ayah nya yang sudah berkata sangat kasar dengan nya.
"Cup Cup ", Emely mengecupi Pipi Zayn,Entah mengapa Emely berani melakukan nya,Zayn demi menetralkan pikirannya, Zayn tetap Fokus bekerja, Sampai seseorang Wanita masuk ke ruangan nya tanpa mengetuk, dan wanita tersebut membulat kan mata nya, karena melihat ada seorang gadis yang sangat cantik, yang sedang memeluk Zayn.
Zayn dan Emely menoleh, Emely pun melerai Pelukan nya, dan Zayn fokus kembali bekerja.
"Z, siapa gadis itu, kenapa dia menempel terus dengan mu, dan seberapa mahal kau membayarnya? " Ucap wanita tersebut menggebu-gebu.
"Calon istri ku, " Jawab Zayn datar, dan wanita tersebut membulat kan mata nya, mendengar omongan Zayn.
__ADS_1
Emely yang awal nya melerai pelukan nya pun, kembali memeluk Zayn dan menciumi pipi Zayn, dan Zayn memerintahkan wanita tersebut untuk keluar dari ruangan nya, dan wanita itu pun keluar dengan perasaan dongkol.
"Siapa dia kak? " Tanya Emely
"Wanita bayaran ku, " Jawab Zayn.
Emely seketika melepaskan pelukan nya, dan menatap Zayn, dia pun teringat tentang rumor Zayn dahulu.
Perlahan Emely menjauh., Zayn yang menyadari hal tersebut pun, menatap Emely dengan datar.
"Kenapa? " Tanya Zayn dengan santai.
Emely pun menggeleng kan kepala nya, namun Zayn masih melihat jika ada yang sedang di pikirkan Emely.
"Mau jujur atau tidak? " Ucap Zayn dingin.
Emely pun terdiam dan menundukkan kepala nya, kali ini dia benar-benar takut melihat aura dingin Zayn, dia hanya menunduk, kalau di bilang takut, ya dia takut.
Zayn menatap Emely yang tertunduk, ada rasa takut di hati nya, takut gadis ini tiba-tiba tidak mau menikah dengan nya.
Zayn pun menghembuskan nafas nya kasar.
"Ayo ku antar ke bawah, pulang nya terlebih dulu bersama Reno, nanti kita bicarakan di Mansion, " Ucap Zayn datar sambil berjalan ke arah pintu.
Emely pun berjalan di belakang Zayn dan mengikuti pria tersebut ke sebuah ruangan, yang dia yakini ruangan Reno.
Zayn pun menyuruh Reno mengantarkan Emely, Reno pun bersedia mengantar Emely.
*
Di perjalanan Emely hanya diam dan melihat ke luar jendela, mengerti ada yang berbeda, Reno pun berdehem.
"Ada apa? " Tanya Reno.
Emely hanya menggeleng kan kepala nya dan tetap melihat ke luar jendela , sejujurnya dia ingin mengatakan isi hati nya pada Reno tapi dia sangat takut.
"Jika pernikahan ini batal, apa Mommy akan sedih kak? " Tanya Emely.
Pertanyaan Emely membuat mobil yang mereka tumpangi berhenti tiba-tiba.
__ADS_1
***