
Setelah melakukan perjalanan udara cukup lama, Zayn dan Emely pun tiba di Eropa dengan Emely yang masih acuh tak acuh pada Zayn.
Zayn yang melihat istri nya bersikap begitu pun hanya sedikit tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
Mereka pun tiba di hotel tempat mereka menginap, Zayn menyuruh pengawal nya untuk mengurus semua keperluan mereka, Sementara menunggu pengawal nya, Zayn pun menatap istri nya yang sedang cemberut.
"Manis, " Bisik Zayn di telinga Emely.
Emely pun membuang pandangan nya menatap ke arah lain, dan tak mau menatap Zayn.
"Tidak peka, atau pura-pura tidak tahu, " Gumam Emely berbisik dan masih dapat di dengar Zayn.
Zayn yang mendengar kan omongan istri nya pun tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
Setelah selesai dengan semua urusan, Zayn dan Emely pun berlalu menuju kamar mereka, dengan Emely yang mengikuti Zayn dari belakang.
Sepanjang perjalanan mereka ke kamar, Zayn berjalan tegap, dan setiap wanita yang melihat Zayn, memandang nya penuh damba, padahal Zayn hanya berjalan tanpa melihat ke kanan dan kiri.
Emely yang melihat pandangan para wanita tersebut pun semakin di buat kesal.
Emely terus mengikuti Zayn sampai ke kamar mereka, dan pengawal mereka meletakkan koper nya, dan pamit keluar.
Selepas kepergian pengawal nya, Zayn menatap Emely dan mendekati Emely yang sedang melihat pemandangan dari jendela kamar hotel mereka.
Dipeluk nya Emely dari belakang, lalu di kecup nya leher istri nya tersebut.
Namun Emely tetap diam dan tidak merespon Zayn.
"Kenapa, hem? " Tanya Zayn yang sedang asik dengan leher jenjang Emely tersebut.
Emely hanya Diam tidak menjawab, lalu Zayn membalikkan tubuh Emely dan melihat wajah wanita nya yang cemberut.
Zayn pun meletakkan kedua tangan nya pada rahang Emely dan menatap Emely.
"Apa aku punya salah? " Ulang Zayn sambil menatap dalam pada Emely.
Emely yang di tanya pun hendak membuang muka namun Zayn menahan nya dan menatap nya kembali.
"Katakan, jangan diam", Ucap Zayn lembut sambil mengelus pipi istri nya.
__ADS_1
" Kenapa kakak tidak kemari bersama Clara? , jika kakak tiduran di ranjang itu, kakak bisa melihat nya mandi secara langsung, " Ucap Emely marah-marah.
Zayn pun tersenyum mendengarkan ocehan istri nya tersebut, lalu tertawa. Emely yang melihat suami nya tertawa pun semakin tidak mood.
"Karena aku ingin melihat mu yang mandi disitu, " Ucap Zayn datar.
Ya zayn sengaja memesan kamar yang kamar mandi nya transparan, sehingga dari ranjang bisa terlihat jelas apa yang di lakukan di kamar mandi.
Emely semakin kesal dengan jawaban Zayn dia pun semakin memalingkan wajah nya.
"Jika kau terus bersikap begini, aku akan mengajak mu olahraga yang menyenangkan, olahraga di ranjang, " Bisik Zayn di telinga Emely, bisikan Zayn sukses membuat Emely darah nya berdesir, pasal nya, bisikan nya sangat sensual.
Emely pun menelan Saliva nya kasar, lalu menundukkan kepala nya, Zayn pun menaikkan wajah Emely dengan memegang dagu nya.
"Kau sangat cantik sekali, walau tanpa riasan wajah, " Ucap Zayn yang memuji langsung Emely.
Emely yang mendapatkan pujian tersebut pun, membuat pipi nya merona, malu.
Zayn pun mendongakkan wajah Emely dan mencium bibir nya sangat lembut, sehingga membuat pemilik bibir pink tersebut terbuai.
Zayn tersenyum melihat rona merah di pipi Emely, dan dia mengecup pipi tersebut.
"Dia memang selalu mencari cara agar bisa bersama ku lagi, " Lanjut Zayn sambil mengecup bibir Emely.
"Dia tahu dan tidak terima aku sudah menikah, " Lanjut Zayn sambil mengecup leher Emely.
"Bahkan dia nekat ingin menjadi simpanan ku, agar dia bisa melihat ku dari dekat, " Lanjut Zayn sambil mengecup kening Emely.
Zayn terus menjelaskan tentang Clara sambil menciumi Emely, Emely yang tadi nya mau marah lama, sekarang tidak bisa karena Zayn menjelaskan nya dengan sangat sensual.
Zayn pun berhenti, dan membawa Emely masuk ke dalam pelukan nya .
"Kau istri ku, di luar sana jujur banyak yang ingin bersama ku, namun aku memilih mu, karena kau paling cantik dari mereka semua. " Ucap Zayn sambil mengelus rambut Emely.
Emely pun mengerti dan menikmati setiap sentuhan suami nya yang membuat dia terbuai.
"Berikan hati mu untuk ku kak, please, " Bisik Emely lembut.
Zayn pun melerai pelukan nya dan menatap Emely.
__ADS_1
"Jika ku berikan aku akan mati sayang, " Ucap Zayn bercanda, namun membuat Emely yang mendengar kata sayang tersebut melayang.
Zayn pun memeluk Emely kembali dan Emely membalas pelukan nya dengan lembut.
Zayn mencium Emely kembali, yang awal nya lembut menjadi menuntut, yang awal nya pelan menjadi cepat.
"Kakak, " Rengek Emely saat Zayn melepaskan tautan mereka dan menyatukan kening mereka.
"Hem, " Jawab Zayn yang pura-pura tidak mengerti jika Emely ingin lebih dari sekedar berciuman.
"Katakan, " Ucap Zayn lembut sambil tetap menyatukan kening mereka dan menutup mata nya.
Emely pun membuka mata nya, dan mencium Zayn, Zayn yang mendapatkan serangan mendadak pun terdiam sesaat, namun setelah nya tersenyum melihat kelakuan istri agresif nya tersebut.
Emely pun melepas tautan mereka, karena malu dengan yang dia lakukan, di sembunyikan nya wajah nya di dada bidang Zayn.
"Aku malu, " Ucap Emely sambil memeluk Zayn.
Zayn pun mengelus punggung Emely lalu dia mencium puncak kepala Emely lembut.
"Kau bebas melakukan apapun pada ku, jangan malu-malu, " Ucap Zayn lembut sambil mengelus pinggang Emely.
Emely pun menganggukkan kepala nya,dan memeluk Zayn erat, Zayn yang melihat istri nya malu-malu pun tersenyum geli.
"Kau membuat ku semakin mencintai mu, aku akan menyatakan nya secepat mungkin, hah, aku seperti pecundang bila di dekat mu, otak ku tidak bekerja dengan baik, " Batin Zayn dalam hati.
Selesai berpelukan, Emely mengajak Zayn berkeliling hotel, Zayn pun menyetujui nya, dan menemani istri nya berkeliling.
Zayn melihat senyum Emely yang tidak pernah pudar, senyum ceria penuh dengan kebebasan.
"Tersenyum lah sayang, dan puas-puasin berkeliling, karena setelah ini, kau akan ku kurung terus di kamar kita, " Batin Zayn dalam hati sambil menatap istri nya yang sedang melihat sekelilingnya.
Zayn memegang tangan Emely dan merangkul nya dengan posesif, dia tidak ingin jika sekitar nya memandang Emely dengan pandangan yang sulit di artikan tersebut, ya Zayn sangat tidak suka milik nya di pandang orang lain.
***
Terima kasih buat kakak semua yang sampai sejauh ini memberikan dukungan nya ya.
Tolong bantu Like, komen, vote dan Rate nya ya kak, karya pertama ku 🙏🙏
__ADS_1