
Zayn terus melu-mat bibir Emely dengan rakus, dan Emely yang sudah hampir kehabisan oksigen pun melepaskan tautan mereka dan menatap Zayn yang sudah di penuhi kabut gairah dari Emely.
Emely pun membelai wajah Zayn, lalu turun ke dada bidang tanpa baju tersebut, dan memeluk Zayn dengan erat sambil tangan nya meremas rambut belakang Zayn.
Zayn pun memegang lembut punggung mulus Emely dan membelai nya secara perlahan.
"Kau sangat cantik Em, " Ucap Zayn dengan nafas yang memburu, karena saat ini gairah nya sedang memuncak.
"Aku tidak pernah bergairah seperti ini, cuma kau yang bisa membangkitkan nya dengan begitu besar Em, " Ucap Zayn sambil mencium leher jenjang istri nya.
Emely yang mendengar perkataan suami nya tersenyum dan semakin merapat kan tubuh nya pada Zayn.
Zayn yang menyadari perbuatan Emely pun semakin erat juga memeluk istri nya tersebut.
"Aku sudah menjadi istri mu kak, akan ku buat kau selalu ingat pada ku kak, aku tidak ingin ada wanita lain yang kau ingat, karena sangat banyak di luar sana, wanita yang ingin mendekati mu, " Batin Emely dalam hati sambil memegang rahang Zayn, dan melu-mat bibir Zayn lembut.
Zayn yang mendapatkan sentuhan demi sentuhan dari Emely pun hanya bisa menikmati nya, kali ini dia benar-benar di buat terdiam karena wanita, Sadar jika dirinya hanya diam saja, Zayn pun membalas serangan dan sentuhan Emely dengan brutal.
Dari Atas sampai bawah sudah Zayn ciumi, dan Zayn pun menatap tubuh polos tanpa sehelai benang pun, Emely seakan memberi kan tubuh nya di tonton suami nya, dia tidak menutupi nya, namun di bagian bawah dia sedikit merapat kan paha nya, Zayn pun membuka penutup celana nya, dan bersiap memposisikan inti nya.
"Ini akan sedikit sakit, jika kau kesakitan, kau boleh bilang berhenti, " Ucap Zayn sambil bersiap menancap kan inti nya.
Emely pun hanya bisa menganggukkan kepala nya dan menarik nafas nya dalam.
Zayn yang berusaha menancap kan inti nya pun sedikit memaksa, Emely sudah berkata sakit, namun semakin Emely merengek, semakin Zayn bergairah dengan nya.
Zayn terus berusaha masuk namun sangat susah, Emely sudah menahan sakitnya sambil menggenggam erat Sprai ranjang mereka.
"Kak, sakit, " Ucap Emely lirih nan manja.
__ADS_1
Zayn menarik dan membuang nafas nya panjang, menganggukkan kepala nya dan menarik inti nya.
"Tidur lah, " Ucap Zayn dengan nafas yang berat.
Emely melihat wajah Zayn yang masih menahan sesuatu seperti nya, dia pun menghadap Zayn dan menatap nya.
"Ayo kak, lakukan dengan tanpa memikirkan aku sakit atau tidak, kan kakak bilang, jika pertama memang sakit. " Ucap Emely sambil mengelus dada Zayn.
Zayn pun menatap Emely lalu menindih Emely dan mencium, melu-mat bibir tipis istri nya tersebut, puas dengan bibir Zayn pun turun ke leher, lalu ke dada Emely, di buai nya Emely dan terus memberikan Emely sentuhan-sentuhan terbaik nya.
Emely yang masih menikmati buaian ciuman Zayn pun tidak sadar jika suami nya sudah memposisi kan inti mereka, dan Zayn yang memang sudah tinggi, menusuk dan menancap kan inti nya langsung pada Emely.
Emely berteriak dan mencakar punggung suami nya, lalu menangis karena sakit yang luar biasa tersebut, Zayn menghapus air mata istri nya dan mengecup mata istri nya, lalu mengecup punggung tangan istri nya sambil tetap inti nya berada di lahan sang istri.
"Maaf, " Ucap Zayn lirih.
Emely pun menganggukkan kepala nya dan mereka saling menatap, lalu Zayn mencium bibir Emely kembali.
Emely menganggukkan kepala nya , sambil menatap sang suami yang terlihat sangat tampan saat ini.
Zayn pun perlahan menggerakkan pinggul nya, Emely hanya meringis, lalu Zayn kembali menyentuh titik-titik sensitif Emely, Zayn bergerak pelan-pelan.
Lama kelamaan ringisan sakit tadi berubah menjadi suara merdu yang sangat membuat Zayn semakin bersemangat, Emely terus mengeluarkan suara merdu nya, Zayn semakin menggerakkan pinggul nya kuat, Emely pun merasakan sensasi yang tidak pernah dia rasakan sebelum nya.
Zayn terus bergerak bahkan sekarang dia sudah memindahkan posisi Emely dari samping, depan dan posisi apa saja.
Emely terus merancau, sampai lah dia pada titik dimana dia tidak mengerti apa itu.
"K-kak mau pipis, " Ucap nya terbata.
__ADS_1
"Bersama Sayang, " Ucap Zayn yang memang mengerti, apa yang Emely maksud.
Mereka pun melakukan pelepasan mereka bersama-sama, dan Zayn terbaring di sebelah Emely sambil mengatur nafas nya.
Emely pun menatap Suami nya dan tersenyum, lalu Zayn menatap Emely dan mengelus kepala nya.
"Terima kasih, kau wanita terhormat dan menjaga kesucian mu untuk suami mu, " Ucap Zayn sambil mengelus kepala Emely.
Emely pun hanya tersenyum menatap Zayn, lalu Zayn membawa Emely masuk ke dalam pelukan nya sambil mengelus punggung istri nya tersebut.
"Kau sangat sempit, " Ucap Zayn sambil mengecup kening Emely.
Mereka pun sama-sama terdiam beberapa saat, sampai Zayn ingin melakukan nya lagi, Zayn pun melakukan kegiatan nya lagi dan lagi, sampai subuh, Emely yang sudah tidak bertenaga pun,merengek meminta Zayn berhenti, sampai lah Zayn pada Pelepasan nya yang kesekian kali lalu ambruk di samping Emely, dan menciumi pipi Emely, Emely hanya tersenyum dan menatap Zayn.
"I love you, " Bisik Zayn di telinga Emely, namun Emely yang sudah kelelahan, tidak mendengar ungkapan cinta Zayn.
Melihat Istri nya tertidur dan tidak mendengar ucapan nya, Zayn pun tersenyum dan menggelengkan kepala nya, lalu ikut tidur bersama istri nya dan memeluk posesif istri nya.
Matahari sudah bersinar dan mereka bangun terlalu siang, Zayn melihat istri nya masih tidur, lalu Zayn berlalu membersihkan diri nya dulu, lalu memesan makanan, setelah makanan datang, Emely pun belum bangun, Zayn duduk di sofa sambil menatap istri nya dan mengingat kegiatan semalam.
"Berbeda, aku bahkan ingin menghabisi mu terus-menerus. " Ucap Zayn sambil berbisik.
"Kau sungguh luar biasa Em, cinta pandangan pertama ku, aku tidak akan membiarkan mu pergi dari ku, kau harus mencintai ku sayang" Gumam Zayn sambil tersenyum menatap istri nya yang sangat terlelap dalam tidur nya, Zayn terus menatap Emely, sambil menyeruput Kopi nya, Zayn melihat Emely yang belum terlihat tanda-tanda akan bangun pun, mendekati ranjang dan mengelus pipi Emely lembut sambil mengecup kening istri nya.
Perlahan Emely menggerakkan badan nya dan membuka mata nya, lalu melihat Zayn yang tersenyum pada nya.
"Tampan, " Ucap Emely sambil menatap senyuman suami nya yang sangat dia sukai.
Zayn pun mengecup punggung tangan istri nya lalu kening istri nya, dan menatap penuh cinta istri nya tersebut.
__ADS_1
***
Jangan lupa Rate, Vote dan Like nya ya kakak, dan Komen nya juga 🙏🙏🙏