Cinta Untuk Cinta

Cinta Untuk Cinta
Cinta Untuk Cinta


__ADS_3

"Pasti, Om. Saya pasti akan menjaga Cinta dengan baik, saya juga akan menyayangi dia dengan sepenuh hati. Akan tetapi, sebagai ayahnya Om juga harus menjaga dia. Jadi, Om harus sembuh dan membayar semua kasih sayang yang tidak sempat Om berikan selama ini. Apapun penyakit Om, pasti akan sembuh."


"Saya juga sudah bilang sama Dokter untuk memindahkan Om ke Rumah Sakit besar di kota. Kita obati penyakit Om ini dan Om akan sehat seperti sedia kala," jawab Arka panjang lebar.


Ardi tentu saja mengerutkan kening. Dia bisa menangkap bahwa laki-laki bernama Arka ini bukan hanya sekedar menganggap putrinya sebagai adik angkat semata, tapi lebih dari itu, terlihat jelas bahwa Arka memiliki perasaan lain kepada sang putri.


Ada rasa lega yang terselip di dalam lubuk hati Ardi kini. Sebagai seorang ayah, dirinya tentu saja merasa senang karena Cinta akan mendapatkan seorang pendamping yang baik. Yang membuatnya merasa bahagia adalah, Arka sepertinya bukanlah orang yang sembarangan.


Di lihat dari penampilannya saja, jelas sekali bahwa Arka seorang yang kaya raya. Ardi pun seketika tersenyum kecil. Sementara Cinta, hanya bisa menatap wajah sang ayah dengan tatapan mata sayu. Rasanya dia tidak akan sanggup jika harus dipisahkan lagi dengan ayahnya tercinta, terlebih dipisahkan karena maut.


"Ayah pasti sembuh, Mas Arka akan membantu ayah dalam mengobati penyakit ayah ini. Jadi, jangan pernah mengatakan hal seperti ini lagi," lirih Cinta mengusap telapak tangan sang ayah lembut penuh kasih sayang.


"Sayang, boleh ayah meminta sesuatu sama kamu?" pinta sang ayah kemudian.


"Tentu saja boleh, katakan saja ayah mau apa?"


"Sebenarnya, ayah ingin sekali memakan makanan lain selain makanan Rumah Sakit. Ayah ingin memakan sesuatu yang lain, Roti misalnya."


"Baiklah, ayah tunggu sebentar di sini. Aku ke kantin dulu."


Ayah menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.


Sepeninggal Cinta. Kini tinggallah Arka bersama Ardi di dalam sana. Sebenarnya, Ardi sengaja meminta Cinta untuk keluar karena dirinya memang ingin berbicara 4 mata dengan dengan laki-laki itu.


"Kamu mencintai putri saya?" tanya Ardi memulai pembicaraan.


"Hah?" Arka merasa terkejut tentu saja.


"Tidak usah sungkan. Jelas sekali terlihat kalau kamu mencintai putri saya."


"Iya, Om. Jujur saya akui, saya memang mencintai putri Om. Dia adalah gadis yang hebat. Cinta datang sendiri ke kota untuk mencari Om, dia bahkan tidak tahu alamat Om di mana. Gadis itu juga tidak membawa bekal apapun saat datang ke sana."


"Apa? Dia datang ke kota untuk mencari saya?"


Arka menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya Tuhan. Ayah seperti apa saya ini? Saya meninggalkan putri saya sendiri di panti asuhan. Sekarang Cinta datang ke kota sendirian untuk mencari saya," decak Ardi merasa bersalah tentu saja.


"Saya tahu, Om pasti punya alasan kenapa om melakukan hal itu. Menurut saya, menitipkan putri Om di panti asuhan lebih baik dari pada menelantarkannya begitu saja di jalanan."


Ardi hanya bisa tersenyum getir. Kesedihan pun terlihat jelas dari raut wajahnya kini. Betapa dia sangat menyesal melakukan hal itu dulu, seharusnya dirinya tetap membawa Cinta kemana pun dia pergi.


"Saya sakit keras, Nak Arka. Saya tidak tahu sampai kapan saya bisa hidup dan berada di samping Cinta. Oleh karena itu, saya mohon sama kamu, menikahnlah dengan Cinta. Jadilah suaminya, saya akan mati dengan tenang jika sudah melihat dia menikah dan memiliki suami yang baik seperti kamu."


Arka tentu saja merasa terkejut. Dia memang mencintai gadis itu, tapi dirinya tidak tahu apakah Cinta juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Dirinya akan memberikan Cinta yang dia miliki untuk Cinta, tapi Arka sama sekali tidak tahu apakah Cinta juga mencintai dirinya, karena dia sama sekali belum menyatakan perasaan kepada gadis bernama Cinta itu.


"Saya sangat mencintai Cinta, Om. Namun, saya tidak tahu apakah dia mencintai saya atau tidak, selama ini dia hanya menganggap saya sebagai kakak angkatnya," jawab Arka kemudian.


"Kenapa kamu tidak menyatakan cinta kamu sama dia?"


"Belum, Om. Saya takut dia akan menolak saya nanti."


"Mana mungkin dia akan menolak cinta laki-laki sempurna seperti kamu?"


Arka hanya tersenyum kecil.


"Om jangan bilang seperti itu, umur manusia hanya Tuhan yang tahu. Saya akan membantu Om untuk sembuh. Saya janji akan meminta Dokter terbaik untuk mengobati penyakit yang Om derita ini."


"Apa kamu tahu Om mengidap penyakit apa?"


"Saya tahu, saya juga sudah berkonsultasi dengan Dokter tentang kemungkinan terburuk yang akan menimpa Om, tapi sekali lagi saya menekankan, umur manusia itu tidak ada yang tahu. Selagi kita berusaha, Tuhan pasti akan memberikan jalan dan tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya dunia ini."


"Penyakit saya sudah berada di stadium 4, meskipun saya berumur panjang, saya harus cuci darah setiap satu minggu sekali. Saya tidak mau menyusahkan kamu dan Cinta."


Ceklek!


Pintu pun seketika di buka. Cinta masuk ke dalam sana dengan wajah penuh rasa khawatir. Sepertinya dia mendengar semua yang baru saja dibicarakan oleh sang ayah bersama kakak angkatnya tersebut.


"Apa maksud ayah? Apa ayah mengidap penyakit gagal ginjal? Jawab, Yah?" tanya Cinta dengan bola mata memerah.


"Cinta? Sejak kapan kamu--" tanya Arka merasa terkejut tentu saja.

__ADS_1


"Mas Arka. Jawab dengan jujur, apa betul ayah mengidap gagal ginjal?" Cinta mengulangi pertanyaanya.


"Cinta, ayah baik-baik saja. Ayah akan segera sembuh."


"Iya, ayah pasti sembuh. Ayah harus sembuh, aku akan melakukan apapun untuk kesembuhan ayah," jawab Cinta, dia pun berbalik dan keluar dari dalam ruangan tersebut.


"Cinta kamu ke mana?" tanya Arka berusaha untuk mengejar, akan tetapi diabaikan oleh gadis itu tentu saja.


"Tunggu saya, Cinta. Kita harus bicara. Kamu mau kemana sebenarnya?" tanya Arka, dia meraih pergelangan tangan gadis itu dan menahannya pergi.


"Lepaskan aku, Mas. Aku mau menemui Dokter."


"Untuk apa kamu menemui Dokter? Saya sudah berbicara dengan Dokter tadi."


"Apa lagi, aku ingin menanyakan perihal penyakit ayah. Tidak ada satupun dari kalian yang mau berkata jujur sama aku."


"Saya akan menceritakan semuanya sama kamu, Cinta. Sekarang kita duduk di sana dan kamu tenangkan perasaan kamu ya."


Cinta akhirnya menganggukan kepalanya, dia pun duduk di kursi tunggu di koridor Rumah Sakit. Meskipun perasaan gadis itu penuh rasa khawatir, dia akan tetap mendengarkan apa yang akan diceritakan oleh kakak angkatnya tersebut.


Arka menceritakan semua yang dia tahu. Semua yang dia bicarakan dengan sang Dokter dia ceritakan kepada Cinta dari awal sampai akhir.


Buliran air mata nampak berjatuhan dengan begitu derasnya dari pelupuk mata seorang Cinta. Dadanya pun seketika merasa sesak tentu saja. Dirinya baru saja bertemu dengan sang ayah, mana mungkin dia akan kehilanganya lagi untuk selamanya.


"Kamu percaya sama Mas. Penyakit ayah kamu pasti akan sembuh dan beliau pasti berumur panjang."


"Tidak, Mas. Aku akan menemui Dokter sekarang juga."


"Mau apa Cinta? Tidak usah, lebih baik kamu temani saja Om Ardi."


"Aku akan bilang sama Dokter bahwa aku akan mendonorkan satu ginjalku untuk ayah, agar dia bisa sembuh dan berumur panjang." Tegas Cinta membuat Arka merasa terkejut tentu saja.


BERSAMBUNG


...****************...

__ADS_1


__ADS_2