Cinta Untuk Cinta

Cinta Untuk Cinta
Hamil


__ADS_3

"Huek! Huek! Huek!"


Cinta berjongkok di toilet. Rasa mual itu tiba-tiba saja mendera tenggorokannya, terasa mencekik juga begitu menyesakan dada. Hal tersebut tentu saja membuat Arka Wijaya sang suami merasa khawatir. Dia mengusap punggung istrinya lembut dan penuh kasih sayang.


"Kamu kenapa, sayang? Kenapa tiba-tiba muntah kayak gini? Apa kamu masuk angin?" tanya Arka mengerutkan kening.


"Entahlah, Padahal tadi siang baik-baik saja lho, huek!" jawab Cinta, bola matanya seketika berair menahan rasa pahit di tenggorokannya.


Hampir seluruh makanan yang ada di dalam perutnya dia muntahkan tak bersisa. Hingga perut datarnya benar-benar terasa kosong dan rasa mual itu perlahan mulai berkurang.


"Apa mungkin kamu hamil?" celetuk Arka, membuat Cinta seketika menoleh dan menatap wajah suaminya.


"Ha-mil?"


"Iya, coba kamu ingat-ingat. Kapan terakhir kali kamu datang bulan?"


Cinta seketika termenung. Dia mencoba untuk mengingat apa yang baru saja di tanyakan oleh suaminya. Ya, sudah 2 bulan ini dia memang tidak datang bulan, tapi Cinta tidak pernah berpikir bahwa dirinya akan hamil secepat ini.


"Terakhir datang bulan 2 bulan yang lalu, Mas. Tapi, masa iya aku hamil?" ujarnya mengusap ujung bibirnya kasar.


"Jadi beneran, kamu udah telat 2 bulan? Mas bakalan punya bayi? Ya Tuhan, mimpi apa saya semalam. Terima kasih Tuhan, terima kasih!"


Grep!


Arka segera memeluk tubuh istrinya erat. Seketika itu juga, Cinta tiba-tiba saja memuntahkan cairan dan tentu saja mengenai tubuhnya kini.


"Huek! Ma-maaf, Mas. Aku gak sengaja, huek!" lirih Cinta seketika mengurai jarak.


"Gak apa-apa, sayang. Mas juga belum mandi ko. Kalau kamu udah gak mual lagi, kita masuk dan istirahat. Setelah Mas mandi, Mas akan membeli alat tes kehamilan."

__ADS_1


Cinta menganggukkan kepalanya.


Arka memapah tubuh istrinya keluar dari dalam kamar mandi. Dia pun membantunya untuk berbaring di atas ranjang. Betapa hati seorang Arka benar-benar merasa senang, karena akhirnya dia akan segera memiliki momongan. Meskipun hal itu masih harus di pastikan lagi dengan menggunakan alat tes kehamilan.


"Mas mandi dulu ya, sayang."


Cinta kembali menganggukkan kepalanya. Tubuh seorang Cinta benar-benar terasa lemas. Perutnya pun terasa kembung tidak seperti biasanya. Sepertinya wanita itu benar-benar sedang dalam keadaan hamil muda.


* * *


Arka baru saja kembali setelah membeli alat tes kehamilan. Dia segera meminta istrinya untuk menggunakan alat tersebut dengan perasaan tidak sabar. Sang Istri pun segera mengikuti apa yang diingkan oleh suaminya. Dia masuk ke dalam kamar mandi dan kembali 10 menit kemudian.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Arka tersenyum lebar.


"Hasilnya seperti ini." Cinta menyerahkan alat tersebut kepada suaminya.


Arka Wijaya menatap dengan seksama alat tes kehamilan yang saat ini berada di dalam genggaman tangannya. 2 garis merah nampak terlihat jelas di atas permukaannya, tentu saja hal itu membuat laki-laki berusia pertengahan 30-han itu semakin merasa senang.


Grep!


Dia pun kembali memeluk tubuh sang istri erat hingga membuat Cinta seketika merasa sesak. Wanita itu pun mengurai pelukan sang suami secara paksa lalu mengusap perut datarnya kemudian.


"Cukup, Mas. Engap tahu," ujarnya kemudian.


"Maaf-maaf, Mas lupa kalau di dalam perut kamu ada bayi kita sekarang."


"Tapi, Mas. Kalau aku hamil, kuliah aku bagaimana?"


"Kuliah? Sayang, Cintanya Mas Arka. Kamu masih bisa kuliah meskipun dalam keadaan hamil seperti ini. Atau, kamu bisa cuti kuliah, tahun depan baru di lanjut."

__ADS_1


"Hmm ... Masa cuti sih?"


"Ya, kalau Mas sih terserah kamu saja. Kalau kamu masih ingin tetap berkuliah, Mas akan siap antar jemput kamu setiap hari. Pokoknya Mas bakalan jadi suami yang siaga."


"Gimana nanti aja deh, sekarang aku lelah. Aku mau tidur, ngantuk banget."


"Ya udah, kamu istirahat ya. Mas juga ngantuk banget ini."


Keduanya pun berjalan ke arah ranjang lalu meringkuk di atasnya kemudian. Cinta seketika memejamkan kedua matanya begitupun dengan Arka kini. Namun, laki-laki itu tiba-tiba saja membulatkan bola matanya lalu menoleh dan menatap wajah sang istri kemudian.


"Sayang, kamu lagi apa?" tanya Arka, saat jemari istrinya tiba-tiba saja menyelusup ke dalam celana yang dikenakannya.


"Cuma megang aja, Mas. Entah mengapa tiba-tiba aku pengen memegang ini, sebentar aja ko. Sampai aku tertidur," jawab Cinta.


Dia pun merasa bingung kenapa dirinya tiba-tiba saja melakukan hal itu? mungkin karena dia sedang mengandung, membuatnya melakukan hal yang tidak biasa.


"Tapi, sayang--"


"Udah, Mas biasa aja. Kalau mau tidur ya tidur aja."


Glegek!


Arka seketika menelan ludahnya kasar. Mana mungkin dirinya bisa tidur jika pusaka miliknya dimainkan seperti ini? Lagi pula, istrinya itu tidak pernah seperti ini sebelumnya. Apa mungkin, karena Cinta sedang dalam keadaan hamil, membuatnya melakukan hal yang di luar kebiasaanya?


Entahlah, Arka sendiri bingung dengan apa yang terjadi dengan sang istri tercinta. Yang jelas, dia sudah tidak bisa menahannya lagi sekarang. Arka seketika menurunkan celana boxer yang dikenakannya, pusaka miliknya itu dia benamkan dalam-dalam ke bagian inti sang istri.


"Akh ... Mas, apa yang kamu lakukan?"


BERSAMBUNG

__ADS_1


...****************...


__ADS_2