Cinta Untuk Cinta

Cinta Untuk Cinta
Kegiatan Yang Memabukkan


__ADS_3

Sore harinya.


Arka seketika merentangkan kedua tangannya. Dia pun mengedipkan pelupuknya pelan dan lembut, saat sinar lampu kamar terasa menyilaukan kedua matanya kini. Laki-laki itu pun membuka kedua matanya seraya mengusapnya?? pelan. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah Cinta sang Istri.


Ini adalah pertama kalinya dia bangun di ranjang yang sama dengan istrinya. Ini juga pertama kalinya Arka Wijaya menatap dari jarak yang sangat dekat wajah cantik sang istri dalam keadaan tertidur lelap di depannya kini.


Cup!


Satu kecu*an pun mendarat di bibir istrinya, lembut dan penuh kasih sayang membuat Cinta seketika membuka kedua matanya kini. Dia pun tersenyum manis menatap wajah Arka Wijaya suami tercinta.


"Mas sudah bangun?" tanya Cinta mengedipkan kedua matanya pelan.


"Gimana tidurnya, nyenyak?"


"Nyenyak, Mas. Nyenyak banget. Aku tidak pernah tidur senyenyak ini lho."


"Itu karena kamu tidur dengan suami mu, makannya nyenyak. Eu ... memangnya selama ini kamu gak pernah tidur nyenyak? Padahal ranjang ini besar dan nyaman lho."


"Entahlah, rasanya gak nyaman aja tidur di ranjang besar seperti ini sendirian."


"Begitu? Kamu tenang aja, mulai sekarang kamu gak akan tidur sendirian lagi di ranjang besar ini, karena Mas akan menemani kamu setiap malamnya di sini, oke?"


Cinta menganggukkan kepalanya, dia pun seketika melingkarkan tangan di perut kotak-kotak suaminya, begitupun dengan kedua kakinya yang dia lingkarkan sempurna di kedua kaki Arka kini.


Sontak saja, apa yang saat ini sedang dilakukan oleh Cinta mampu membangunkan sesuatu di bawah sana, yang semula tertidur dengan begitu lelapnya. Belum lagi, sesuatu yang lembut terasa hangat menyentuh permukaan kulit Arka kini, membuatnya seketika memejamkan kedua mata merasakan sesuatu yang menggelora di dalam jiwa Arka Wijaya.


"Akh! sayang! kamu ... Astaga ..." Arka sontak berteriak histeris.


"Mas kenapa?"

__ADS_1


"Itu, anu kamu!"


Cinta sontak menundukkan kepalanya menatap baginya tubuhnya di bawah sana.


"Oh itu, ya sudah maaf. Aku berpakaian dulu kalau begitu. Sepertinya Mas tidak nyaman aku polos seperti ini." Cinta hendak bangkit.


"Tidak usah, sayang. Justru Mas suka kamu seperti ini. Beneran deh." Arka seketika kembali menarik pergelangan tangan istrinya membuat Cinta sontak kembali berbaring kini.


"Terus?"


"Mas hanya merasa anu, sayang!"


"Anu apa?"


"Ish, masa gak ngerti sih? Kita 'kan pengantin baru. Paham 'lah!"


"Maksudnya ini?" tanya Cinta tiba-tiba saja menggenggam pusaka milik Arka tanpa sungkan.


"Hahahaha! Kenapa harus berbelit-belit segala? Mas tinggal bilang saja kalau memang pengen kita mengulang yang tadi itu."


"Apa boleh?"


"Tentu saja boleh, aku 'kan istrinya Mas. Lakukan kapan pun dimana pun ketika Mas sedang menginginkannya, jangan di tahan. Tubuhku halal untuk Mas sentuh, bahkan di bolik balikan sedemikian rupa oleh Mas."


"Terima kasih, sayang. Mas akan melakukannya tanpa sungkan lagi mulai sekarang. I love you, Cinta."


"I love you too, Mas Arka."


Keduanya benar-benar mengulangi kegiatan yang akan menjadi hobinya mulai saat ini. Kegiatan yang menguras keringat, tapi memabukkan dan membuat candu. Tanpa sungkan, tanpa ragu lagi Arka Wijaya benar-benar membenamkan pusaka miliknya dalam-dalam hingga suara desa*an pun terdengar saling bersahutan mengiringi pendakian panjang mereka berdua.

__ADS_1


* * *


1 Tahun kemudian.


Cinta begitu menikmati perannya sebagai seorang istri dari pengusaha kaya raya bernama Arka Wijaya. Meskipun dia adalah seorang wanita muda bersuami, hal itu sama sekali tidak menghalangi niatnya untuk menuntut ilmu. Cinta tetap berkuliah dan sudah memasuki semester 3 di salah satu Universitas bernama di kota tersebut.


Ya, meskipun dia harus tetap bersikap layaknya seorang wanita bersuami. Tidak melakukan hal yang biasa dilakukan oleh mahasiswi seusianya, dimana selalu menghabiskan waktu dengan bersenang-senang ketika pulang berkuliah, meskipun suaminya sama sekali tidak pernah membatasi pergaulannya selama ini.


Ya, Arka membebaskannya untuk bergaul dengan siapapun. Mau laki-laki ataupun perempuan asalkan Cinta bisa menjaga diri dan menjaga martabatnya sebagai seorang istri, Arka Wijaya akan mengizinkan istrinya itu untuk bersenang-senang dengan siapapun.


Akan tetapi, hal itu justru membuat Cinta merasa tidak nyaman. Wanita itu mulai mempertanyakan ketulusan Cinta suaminya, karena selama ini Arka sama sekali tidak pernah menunjukkan rasa cemburunya sama sekali.


Tanpa sadar, Cinta sudah benar-benar membucin kepada suaminya. Rasa cintanya kepada Arka terasa menggebu, tapi entah mengapa dia sama sekali tidak merasa yakin apakah suaminya juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya atau tidak.


"Mas, malam ini teman-teman aku mau ngadain acara di salah satu Klub malam. Boleh aku ikut?" tanya Cinta memeluk tubuh suaminya dari arah belakang.


"Tentu saja boleh, sayang. Katakan dimana dan jam berapa? Mas akan antarkan kamu ke sana."


"Di Klub malam lho, Mas? Sama mahasiswa cowok juga."


"Terus?"


"Ko terus?"


Arka seketika mengerutkan kening. Dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh istrinya. Bukankah Istrinya itu meminta izin untuk keluar bersama kawan-kawannya di kampus. Tentu saja Arka mengizinkan, lalu masalahnya dimana? batin Arka seketika dipenuhi berbagai tanda tanya.


"Sayang? ko bengong?" tanya Arka memutar badan lalu menatap wajah istrinya kemudian.


"Apa Mas tidak merasa cemburu sama sekali mendengar aku jalan sama laki-laki? Malam-malam, di Klub malam lho. Sebenarnya Mas cinta sama aku nggak sih?" tanya Cinta seketika membulatkan bola matanya merasa kesal.

__ADS_1


BERSAMBUNG


...****************...


__ADS_2